YOU AND HIM

YOU AND HIM
Hari 1



Ceklek


Anggri membuka pintu dan kaget melihat kevin yg sudah berada di depannya.


Anggri tersenyum paksa lalu melewati kevin begitu saja.


Sedangkan dari arah belakang, kevin mengikuti anggri.


Anggri langsung menjatuhkan dirinya ke atas kasur yg sangat empuk itu.


Disana anggri langsung memejamkan mata nya untuk menghilangkan rasa lelah yg dia hadapi.


Kevin menghampiri anggri lalu menggenggam tangan anggri untuk melihat tangannya akibat gebrakan tadi.


Anggri membuka mata nya dan menatap kevin heran.


"Ada apa?" Tanya anggri yg langsung mengubah posisi dirinya menjadi duduk.


"Sakit?" Tanya kevin yg mengangkat tangan anggri memperlihatkan telapak tangannya kepada anggri.


"Engga!"


"Bagaimana engga? Ini sampai memerah anggri!" Ucap kevin kesal.


"Iya aku tau, sebentar lagi juga bakal hilang merah nya" jwb anggri santai.


Lalu kevin hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat gadis kecil itu sok kuat atas tangannya yg memerah padahal ia tau bahwa itu pasti sakit.


Kevin beralih duduk disofa sambil memainkan ponsel nya. Sedangkan anggri tiduran di atas kasur sambil berguling guling tak karuan dan bermain ponsel.


Di lihat anggri sudah jam 10 malam. Terasa lapar di perutnya karena sejak sampai di bandung ia belum makan apa pun.


Seketika ia langsung menoleh ke arah kevin yg sedang membaca buku. Anggri menghampiri kevin dan duduk di sebelah nya.


"Kevin, kamu laper ga?" Tanya anggri kepada kevin. Tetapi kevin tak merespon apapun, ia masih asik membaca buku nya.


"Kevin, kamu laper gaaa?" Tanya anggri kembali sembari menggoyang-goyangkan tubuh kevin.


Kevin tetap tidak merespon, ia masih asik membaca buku nya.


Anggri menundukkan kepala nya agar dapat melihat wajah kevin. Tetapi kevin masih tetap fokus kepada bacaannya. Anggri semakin memperdekatkan wajah nya dengan wajah kevin.


Cup...


Kevin mencium bibir anggri sekilas dan langsung kembali fokus membaca buku nya.


"Huaaaaaa kevinnnnnnnnn" teriak anggri lalu memukul nya dengan bantal sofa. Lalu pergi ke arah dapur.


...


Di dapur


Anggri mengambil beberapa mie instan goreng yg terdapat di laci dapur. Lalu memasaknya.


Ketika meniriskan bumbu penyedap di atas piring. Kevin datang dari arah belakang lalu memeluk anggri dari belakang dan mencium bahu anggri sekilas yg di baluti kain tsb.


Anggri meronta karna itu rasanya geli. Tetapi kevin semakin mengeratkan pelukannya.


Huacihmm achimmmm (bersin anggri) sampai berkali kali


"Anggri, kamu kenapa? Kamu demam?" Tanya kevin yg melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh anggri agar dapat menghadap dirinya.


"Saya alergi micin kevin" kata anggri sambil menggaruk garuk hidung nya yg memerah


"Yaudah biar saya aja yg menyiapkannya untuk kamu, kamu duduk aja disitu" perintah kevin sembari menunjuk kursi tinggi yg berada di depan kevin.


Anggri menuruti perintah kevin untuk duduk di kursi yg berhadapan dengan kevin sekarang.


Anggri memperhatikan kevin sambil menggaruk garuk hidung nya dan bersin² berkali kali.


"Sejak kapan kamu alergi micin nggri?" Tanya kevin sambil mengaduk rata bumbu mie goreng tsb


"Gatau, padahal dulu aku ga pernah punya alergi"


"Kalo alergi, gausah makan yg ada micin nya" ucap kevin tanpa menoleh ke arah anggri.


"Micin itu enak loh vin, bisa bikin orang pintar" ucap anggri dengan percaya dirinya.


"Pintar dari mana?" Tanya kevin dengan seringai nya


"Dari lahir" jwb anggri lalu terkekeh.


Kevin menghampiri anggri dengan piring mie goreng di tangannya.


Kevin meletakkan nya di meja di depan anggri dan anggri langsung memakannya.


"Kamu ga ikutan buat?" Tanya anggri menoleh ke arah kevin yg sedari tadi menatap nya.


"Engga, ga bagus buat kesehatan" jwb kevin sambil tersenyum


"Oh, daripada mati kelaparan" ucap anggri dengan santai.


Kevin hanya menanggapi dengan senyuman di bibir nya.