
Tamparan itu sangat kuat hingga membuat pipi kevin menjadi merah.
Kevin hanya menatap anggri dengan tatapan tajam dan tangannya memegang pipi yg di tampar anggri td.
"Pak, saya tidak mencintai bapak. Saya dan bapak hanya sebatas siswa dan dosen, ga lebih! Tolong bapak mengerti saya" ucap anggri dengan nada lembut di barengin nada penekanan
Kevin yg langsung memegang tangan anggri nampak memohon dan berbisik "apa pun yg terjadi, tolong jangan lepas cincin ini" kata kevin sambil meninggalkan anggri yg masih duduk di kantin.
Anggri hanya menatap kepergian kevin sampai hilang dari pandangannya.
Anggri tampak murung setelah itu.
"Bu, saya jahat yaa?" Tanya anggri kepada ibu kantin yg pura² tidak melihat kejadian td.
"Euuhh menurut saya iya non, kasian pak kevin nya" kata ibu kantin dengan ragu
Tibatiba dari arah seberang angga datang menghampiri anggri yg sudah menunggu lama angga.
"Lu knapa? Cemburut muluk kaya tikus" kata angga
"Gapapa"
"Eh ngga, aku keluar bentar yaa ada urusan" kata anggri sambil berjalan ke arah luar.
"Anggri knapa sih? Ga biasa nya dia kaya gtu." Gumam angga dalam hati
...
Anggri keluar mencari-cari keberadaan kevin. Ia mencari ke kelas dan tidak ada kevin, ia mengelilingi laboratorium dan koridor tetap tidak menemukan kevin.
Ia mencoba ke taman dan ia menemukan kevin sedang mengkompres pipi nya dengan es batu.
Anggri menghampirinya dan kevin mendongak ke atas untuk melihat anggri yg ada di hadapannya.
"Maaf" kata anggri sambil duduk di samping kevin.
Kevin tetap tidak bergeming, dan fokus mengkompres pipinya.
"Sakit ya pak" kata anggri dengan canggung
"Sini saya bantu" ucap anggri kembali dan mengambil paksa kompres tsb.
"Uda ga usah, saya bisa sendiri" tolak kevin
"Tapi pak, saya pengen bantu" ucap anggri dan mengambil paksa kembali kompres tsb
Kevin membiarkannya dan membiarkan anggri mengkompres pipinya.
"Maaf pak" kata anggri
"Gapapa"
"Maaf" kata anggri sambil tertunduk.
"Hei. Ini bukan salah kamu" ucap kevil sambil mengangkat kepala anggri.
"Bapak ga marah?"
"Engga"
"Serius?"
"Iya sayang" goda kevin.
Anggri langsung terdiam dengan godaan dosen nya tsb dan langsung ingin pergi ketika pipi dosennya tidak merah lagi.
Ketika anggri hendak berdiri, kevin menahan anggri dengan memegang tangannya.
"Duduk" kata kevin
Anggri menuruti permintaan kevin dan langsung duduk. Anggri masih tidak bergeming dan hanya menatap tunangan nya.
"Jangan seperti ini lagi" kata kevin lirih
"Kenapa?"
"Saya mencintai kamu, kamu jangan membenci saya, saya bisa gila karna kamu" ucap kevin menatap lekat wajah anggri
"Tapi pak, saya tidak mencintai bapak. Saya menerima lamaran bapak karna orangtua saya" ucap anggri memberi pengertian.
"Bapak terlalu sempurna buat saya yg masih seperti anak kecil ini, banyak wanita cantik di luar sana, kenapa harus saya yg bapak cintai? Saya hanya takut menyakiti hati bapak karna saya tidak mencintai bapak." Ucap kembali anggri
"Saya akan berusaha membuat kamu mencintai saya, tapi tolong beri saya waktu" kata kevin sambil memegang tangan anggri dan anggri membiarkannya.
"Apa kamu mencintai angga? Saya melihat itu"
Anggri hanya terdiam tidak bergeming mendengar pertanyaan kevin.
"Kalau begitu saya akan lebih berusaha untuk membuat kamu mencintai saya" kata kevin
"Maaf pak, saya ada urusan" kata anggri sambil meninggalkan kevin yg masih duduk di taman