
Kevin menatap tajam ke arah anggri. Anggri hanya daoat menunduk, ia takut kalau kevin akan memarahi nya. Karna ia tidak izin terlebih dahulu.
"Kamu ngapain disini?" Tanya kevin dengan memasukkan tangannya ke dalam celana
"Hmm ne... nemenin angga pergi" jawab anggri terbata-bata
"Mau kemana dia?"
"Ke jerman, nerusin sekolah nya disana" jawab anggri masih dengan menundukkan kepala nya.
"Oh, ayo saya antar pulang!" Ajak kevin sambil merangkuk bahu anggri
"Ha.. dia ga marah?" Tanya anggri dalam hati sambil mendongakkan kepala nya ke arah kevin. Kevin hanya tersenyum lebar menatapi wajah anggri yg menatap diri nya.
...
Di perjalanan pulang mereka tak berbicara sepatah kata pun. Anggri ingin sekali untuk mengajak bicara kevin, tetapi ia takut karna kepergok bersama angga tadi bandara.
Setelah sampai dirumah, kevin menyuruh anggri agar masuk duluan.
Tetapi anggri tak mau, ia masih mau berdiri di depan gerbang. Ia mau melihat kevin memasuki mobil nya.
"Anggri, knapa ga masuk? Uda sore loh" kata kevin sambil menatap heran anggri
"Bapak ga marah sama saya?" Tanya nya dengan cepat
"Ha apa?" Tanya kevin kurang jelas karena anggri mengatakannya terlalu cepat
"Ba pak ga ma rah sa ma sa ya?" Ucap anggri kembali dengan terputus putus agar kevin dapat mendengar nya dengan jelas.
"Hehe buat apa saya marah sama kamu?" Tanya kevin yang mengelus-elus lembut kepala anggri
"Maaf! Tadi saya ga izin dulu sama bapak" kata anggri yg menundukkan kepala nya kembali
"Hei!" Ucap kevin mengangkat kepala anggri dengan kedua tangannya
"Kamu itu tunangan saya, kamu itu uda terikat dengan saya! Jadi buat apa saya marah. Kalo kamu selingkuh dari saya baru saya marah" ucap kevin meyakinkan anggri.
Anggri masih menatap tajam ke arah kevin sedangkan kevin malah tersenyum lebar kepadanya.
"Oh iya satu lagi, jangan panggil saya bapak. Panggil saya kevin" perintah kevin
"Jadi kalo di kampus?" Tanya anggri heran
"Kalo itu kamu boleh manggil saya bapak" jwb kevin sambil terkekeh pelan
"Yaudah, kalau gtu aku pulang dulu ya. Jangan begadang anggri, jangan lupa makan, jangan kebiasaan tidur makai handset" kata kevin dengan sedikit berteriak dan melambaikan tangan nya.
Anggri hanya tersenyum dan mengangguk-anggukan kepala nya.
Setelah mobil kevin sudah tak terlihat lagi, anggri masuk ke dalam rumah nya.
Seperti biasa orangtua nya pergi entah kemana "mungkin mama lagi nemenin papa" gumam anggri dalam hati
Anggri masuk kedalam kamarnya. Ia melempar tas nya ke sembarang arah dan langsung melemparkan tubuh nya ke atas kasur yg empuk itu.
Ting...
"David?" Ucap anggri setelah melihat pesan yg berasal dri david.
"Nggri. Angga jadi pindah ke jerman?" Tanya David
"Iya. Gue titip temen gue yg paling gue sayang ya!" Balas anggri
"Dih. Jadi lu ga sayang sama gue? Ok fine" balas david
"Engga🤪" balas anggri bercanda
"Awas lu ya, angga dateng langsung gue habisin dia sebagai ganti balas dendam😅" balas david
"Kyaa jangan dong, entar orangtua nya nyariin" balas anggri
"Kan yg nyariin cuman orangtua nya doang, lu kagak! 😝" balas david
"Jahat lu. Gue aduin ke kapolsek mampus😄" balas anggri
"Bodo ah, ga peduli gue😆" balas david
Setelah saling membalas pesan satu sama lain sampai berjam jam lama nya. Dilihat nya anggri sudah jam 8 malam.
"Aduhh ****** belom mandi" gerutu anggri yg segera mengambil handuk nya.
Ting.. Tong
Ting... Tong
Ting... Tong
Bunyi suara bel rumah anggri.
"Bikk... itu ada tamu bukain dulu pintu nya!" Perintah anggri yg ingin mandi.
Tapi tidak ada sahutan dari bibik itu.
"Bikk, tolong bukain pintu nya!" Perintah anggri kembali sambil sedikit berteriak.
Tetapi tidak ada jawaban sedikit pun dari pembantu itu.
"Ini bibik kemana sih?" Gerutu anggri sambil berjalan ke arah pintu.
Ting.. Tong
Suara bel masih terus berbunyi.
"Iya sebentar" ucap anggri yg masih membawa handuk di pundak nya. Ia sedikit berlari menghampiri pintu.
Ceklek
Anggri terbelalak melihat kevin sedang berdiri membawa kantung plastik berisi makanan di tangannya.