YOU AND HIM

YOU AND HIM
Kekecewaan Angga



Anggri berlari menuju kelas, ia menyibukkan diri nya dengan membaca buku dan berpura-pura seolah-olah kejadian td tidak terjadi.


Angga yg masih menunggu anggri berjalan ke kelas nya. Ketika di kelas ia mendapati anggri yg sedang membaca buku dengan menggunakan handset.


"Anggri, ternyata lu disini, gue tungguin di kantin jugak" kata angga sambil duduk di samping anggri


"Ha apa?" Kata anggri yg melepas handset nya


"Lu kenapa sih daritadi gue perhatiin kaya ada masalah gtu? Cobak sini cerita sama gue."


"Gue gapapa"


"Aelah boong lu, dosa entar"


"Iya beneran gue gapapa, gue kepikiran ujian semester aja ini yg bentar lagi"


"Oh gtu" ucap angga sambil mengambil beberapa buku yg ada di samping anggri.


...


Di parkiran ketika hendak pulang, kevin menghampiri mereka.


"Duhh, nih dosen ngapain dtg kesini muluk sih, ganggu suasana aja" ucap angga sambil menepok jidat nya.


"Anggri, kamu pulang sama saya ya.!" Kata kevin


Angga kaget lalu menatap anggri dengan penuh tanda tanya.


Anggri mematung karna ucapan dosennya itu.


"Gi**k nih dosen, ngomong kagak di pikir² dulu apa yak, kan ada angga. Buat malu aja" gumam anggri dalam hati.


"Eh pak, anggri pulang sama saya" kata angga yg tak terimah anggri di antar pulang sama kevin


"Saya bawa mobil pak, bapak pulang saja sendiri tidak perlu mengantar saya" sambung anggri


"Saya yg bawa mobil kamu" kata kevin


"Saya gamau" kata anggri


"Kalau gamau, jangan di paksa pak, lagian bapak cuman dosen ga berhak buat nganterin anggri" kata angga dengan nada kesal.


"Saya aduin ke dekan nanti kalau bapak maksa saya" kata anggri sambil melotot


"Oke kamu boleh pulang tapi jangan ngebut²" ucap kevin sambil mengacak-acak rambut anggri


Lalu kemudian kevin meninggalkan anggri dan angga yg masih mematung.


"Lu ada hubungan apasih sama tu dosen?" Tanya angga yg curiga


"Apa? Tunangan nggri?" Jwb angga dengan nada kaget. Dan anggri yang tadi ingin membuka pintu nya di halangi oleh angga.


"Tunggu dulu!" Perintah angga


"Jelasin ke gue?" Ucap kembali angga


Anggri menghela nafas panjang.


"Dia itu kevin dosen kita. Dia tunangan gue, perjodohan ini berlaku karna orangtua dia dan orangtua gue rekan bisnis. Gue juga ga nyangka aja, malem itu dia dtg sama orang tua nya buat ngelamar gue. Ini" kata anggri sambil menunjukkan cincinnya.


"Gue uda nolak, tapi papa gue melotot waktu itu, yaaa taulah lu kalo papa gue melotot apa yg harus gue lakuin selain untuk nerima dia. Gue uda nyobak ngomongin ini sama dia, tohh dia tetep kekeh sama perasaannya, karna kata nya sih, dia ada perasaan sama gue, yaa gue bodoamat aja lah" kata anggri dengan nada santai


Angga yg mendengar perkataan dri mulut anggri ingin rasanya memukul seseorang sebagai pelampiasan emosi nya.


Betapa kecewa nya angga ketika anggri yg ia cintai dri SMA kini sudah di miliki oleh orang lain.


"Gue kecewa sama lu nggri" kata angga sambil menaiki motor nya dan meninggalkan anggri yg masih diam di tempat nya.


"Itu bocah kenapa sihh, apa dia marah gara² gue ga ngasih tau apa gimana?" Auh ah bodoamat "gumam anggri dalam hati


Lalu ia pergi menaiki mobil nya. Ketika melewati parkiran guru, anggri tak melihat mobil lamborghini pak kevin. Tapi anggri acuh tak acuh, mungkin dia sudah pulang pikirnya.


...


Anggri memakirkan mobil nya di garasi rumah. Ia melihat mobil avanza abu² di depan rumah nya. Ia tak memikirkan itu. Dan ia masuk ke rumah.


"Good evening maaa paaa" kata anggri sambil meloncat-loncat seperti anak kecil.


Anggri kaget melihat kevin sudah bersama papa nya di ruang tamu.


"Anggri. Sini!" Kata papa gunawan


"Ada apa pa?" Kata anggri yg masih berdiri dan menatap kevin dengan tatapan tajam. Pak kevin pun membalas tatapan anggri


"Ini temenin calon suami kamu, dia kesini mau ngajak kamu jalan² kata nya, bentar lagi kan kamu ujian, jadi harus refresing dulu" kata papa gunawan.


"Anggri capek pa baru pulang, anggri ke kamar ya"kata anggri yg sambil berjalan ke kamar.


"Anggrii" kata papa gunawan dengan nada penekanan


"Iya iya anggri ganti baju dulu" jwb anggri yg mengisyaratkan papa nya kalau dia mau pergi bersama kevin


...


Di kamar anggri malah bermalas-malasan, ia hanya memilih memakai celana jeans pendek sepaha di sertai kaos longgar yg menutupi celana pendek nya sehingga ia hanya nampak memakai kaos saja.


Ia keluar dari kamar hanya membawa novel kesayangannya 1 dan telepon genggam nya yg tak pernah ketinggalan dan hanya memakai sendal swalow kesayangannya.