YOU AND HIM

YOU AND HIM
Possesive



Kevin?" Ucap anggri yg kaget melihat kevin sedang berdiri di depannya.


"Kamu belum mandi?" Tanya kevin yg melihat ada handuk di pundak anggri dan baju yg di kenakan anggri tadi siang masih lah sama.


"Hmm silahkan masuk" jwb anggri mengalihkan pembicaraan


Kevin masuk dan duduk di ruang tamu. Sebelum nya ia memberikan kantung plastik yg di berisi makanan tadi ke anggri.


Kevin memainkan ponsel nya sembari menunggu anggri datang.


30menit kemudian...


Anggri datang ke ruang tamu dengan handuk yg masih melingkar di rambut nya yg basa.


Anggri menghampiri kevin yg memejamkan mata nya dan menyenderkan kepala nya ke belakang.


"Kevin" panggil anggri sontak membuat kevin terbangun


"Kamu mandi malem?" Tanya kevin dengan sorot mata menatap tajam anggri


"Iya" jwb anggri yg berjalan untuk duduk di atas sofa


"Tadi ngapain aja?"


"Ga ngapa²in"


"Terus kenapa baru mandi?" Tanya kevin menyelidik


"Ahh itu tadi main handphone sebentar" jwb anggri dengan santai sambil mengambil remot tv untuk menyalakannya


"Main handphone selama itu? Tadi kamu pulang nya sore loh, dan ini uda jam 8 lewat kamu baru mandi" ucap kevin dengan nada kesal


Anggri menoleh ke arah kevin yg sebegitu posesif nya. Padahal cuman masalah mandi saja sampai begitu.


Anggri yg merasa terpojok dan kesal berusaha menarik nafasnya kasar dan mendekati kevin.


"Td chattan sama david" jwb anggri dengan nada rendah


"Siapa david?" Tanya kevin yg menatap tajam ke arah anggri.


"Temen SMA, sekarang kuliah di Jerman" jwb anggri singkat sambil berusaha untuk menatap mata kevin yg dari tadi menatap tajam ke arah nya.


"Yakin cuman temen?"


"Hm" jwb anggri sambil menghadapkan tubuh nya ke tv


Setelah perdebatan yg terjadi, suasana kembali hening. Di tambah lagi rumah tidak ada orang kecuali kevin dan anggri.


Tidak apa² suasana menjadi hening, asalkan mulut tidak hening. Itulah isi yg ada di otak anggri saat itu.


Anggri meletakkan piring yg berisi martabak coklat ke meja kecil yg berada di depan sofa tsb.


Anggri duduk di lantai beralaskan karpet berbulu.


"Makan vin" tawar anggri dengan santai tanpa jaim


Anggri melahap martabak coklat tsb dengan lahap dan hati² karena panas.


Kevin yg melihat itu hanya ada seringai senyum penuh kebahagian disana.


Kevin menatap handuk yg masih menempel di rambut anggri.


"Anggri, rambut nya saya keringkan ya" izin kevin


"Hmm" jwb anggri singkat karena di mulut nya masih mengunyah martabak


Kevin segera melepas handuk tsb dan mulai menggosok-gosok rambut anggri lembut.


Kevin sangat lembut melakukan itu sehingga membuat anggri hampir saja tertidur.


Untung saja kevin segera menangkap kepala anggri yg hampir terjatuh.


"Anggri kamu tidur?" Tanya kevin yg beranjak dari sofa untuk memastikan kalau anggri sedang tidur.


"Hm iya kevin, aku ngantuk" jawab anggri yg masih membuka sedikit mata nya.


Anggri beranjak untuk duduk di sofa di barengi dengan kevin yg duduk di sebelah nya.


Anggri sudah tak bisa menahan kantuk di mata nya., membuat diri nya perlahan lahan tidur di pundak kevin.


Kevin membiarkannya. Dan mengelus kepala anggri pelan.


Dilihat kevin masih ada bekas coklat sisa makan anggri tadi di pinggir mulut nya.


Kevin segera membersihkannya dan mengecup kepala anggri cukup lama. Wangi shampo yg semerbak membuat kevin betah mencium nya.


Malam semakin larut, kevin yg juga mulai merasakan kantuk di mata nya berusaha untuk memindahkan anggri ke kamar nya dengan hati².


Menelusuri anak tangga dengan hati² dan meletakkan anggri di kasur milik anggri dengan hati².


Kevin menarik selimut untuk menutupi tubuh anggri dan mengecup kening anggri sekilas.


Lalu kevin beranjak pergi ke ruang tamu, mengunci pintu dan mematikan tv. Ia memutuskan untuk tidur di ruang tamu karena kevin tak mau meninggalkan anggri sendirian di rumah. Jika ia pulang pun makan pintu tak akan ada yg mengunci nya dari dalam.