
Heningg!!
Setelah kepergian Yang Mulia, tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan lebih dulu.
Tapi lain halnya dengan Alyssa, perempuan yang selalu bisa menempatkan diri ini.
" Hay kalian sedang apa disini. Apa kalian perlu bantuan, aku akan membantu kalian " sapa alyssa yang berusaha memecah keheningan ini
" Kami hanya menikmati sunrise saja, bergabunglah " ajak max
" Siapa namamu, gadis kecil " tanya aston pada alyssa, penasaran karna memang belum menyebutkan namanya
" Alyssa. Namaku Alyssa dan aku bukan gadis kecil. Usiaku saja sudah mau 18 tahun sekarang " bela alyssa tidak terima dibilang gadis kecil, dengan wajah kesalnya
" Hay Alyssa. Perkenalkan, aku Rose, itu Max, ini Aston, dan laki-laki tampan disamping ku ini Gavin " tunjuk rose mengenalkan teman-temannya
" Aku akan mengingat nama kalian " sahut Alyssa,
dan tentunya kau tuan tampan
Setelah cukup lama mereka berbasa basi, dan matahari sudah cukup menyengat ketika jatuh kekulit.
Mereka berempat sudah terlihat lelah. Kecuali Alyssa yang terlihat begitu bersemangat.
" Apa kalian disini saja, tidak mau istirahat. Aku sudah sangat lelah sekali " tanya rose, sambil beranjak dari duduknya
" Iya ayo, aku juga sangat lelah. Vin, Max ayo " ajak aston pada kedua temannya
" Ayo, aku juga ingin tidur kembali sekarang " max yang juga beranjak dari duduknya
" Nanti aku akan menyusul kalian " sahut gavin santai, yang masih tetap duduk ditempatnya
" Vin ayo, kita harus istirahat sekarang. Kau pasti lelahkan " rose menarik langan gavin agar beranjak dari duduknya
" Aku akan menyusul kalian nanti " melepaskan langannya dari rose
" Vin " panggil rose manja
" Ayo Rose nanti Gavin akan menyusul " ajak aston yang mengerti keadaan gavin saat ini
" Oke " jawab rose lesu
" Vin lo jangan kabur ya " ucap max, karena ia sangat tahu sifat tuannya ini
" Hahaha... gadis kecil temani dia ya, jangan sampai dia kabur " tunjuk aston ke gavin
Dan mereka bertiga melangkahkan kakinya keistana, meninggalkan Alyssa dan Gavin.
" Hay tuan Gavin. Apa anda tidak lelah, sebaiknya anda juga beristirahat sekarang "
" Jangan panggil aku Gavin, panggil Arion saja aku lebih suka kau memanggilku dengan nama itu "
memberitahu alyssa agar memanggilnya Arion saja, karena semua orang tersayangnya memanggilnya Arion.
" Ya tuan Arion yang tampan uppss... Sorry " menutup mulut dengan tangannya
kenapa aku mengatakannya, astaga
Tersenyum bangga
" Aku memang tampan jangan malu. Bicara yang normal " jawabnya santai
" Arion apa kau lelah " tanya alyssa lagi
" Tidak, aku tidak lemah seperti mereka " jawabnya sombong
" Oh ya kau sombong sekali.
Baiklah aku akan menemanimu disini " alyssa duduk disamping arion
" Oke temani aku " jawab arion gugup
astaga jantungku kenapa kau seperti ini
" Arion apa boleh aku bertanya " menatap arion disampingnya
" Tanyakan saja "
" Apa perempuan tadi itu kekasihmu " tanya alyssa menatap arion
" Kenapa kau ingin tahu " membalas tatapan alyssa
bukan itu jawaban yang aku inginkan tuan tampan
" Ak-aku hanya bertanya saja " memalingkan wajahnya
apa dia cemburu
Tersenyum " Memangnya ada apa "
" Tidak apa-apa " jawab alyssa kesal
berarti benar perempuan itu kekasihnya
" Tidak mungkin bertanya tanpa ada alasan bukan " tanya arion lagi
" Dia terlihat sangat menghawatirkanmu, dan dia juga mengenalkanmu dengan cara yang berbeda dengan temanmu yang lain " jawab alyssa jujur
" Apa kau cemburu " ledek arion
" Apa, tidak aku tidak cemburu " kilah alyssa
ah yang benar saja cemburu, aku bahkan baru mengenal dia, apa cemburu seperti ini
" Oh ya, aku akan senang kalau kau cemburu "
" Kenapa senang, aku tidak mau kau senang karena aku cemburu " jawab alyssa kesal
astaga kamu manis sekali sayang dengan wajah seperti itu
" Ya sudah tidak usah cemburu.
Rose itu hanya temanku "
karena sudah tak tega
" Jadi kamu tidak perlu cemburu "
" Tapi kamu jangan melakukan hal yang membuatku cemburu lagi ya... Janji " sambil menunjukkan jari kelingkingnya
sayangku kenapa kamu begitu manis. kenapa kamu mengatakan hal ini
" Iya janji " jawab arion senang dan mengaitkan kelingkingnya dengan alyssa
" Apa kau bosan disini, kalau bosan aku mau mengajakmu mendaki bukit itu, dibelakang bukit itu ada danau kecil " ajak alyssa,
alyssa beranjak dari duduknya, berdiri dihadapan arion
" Benarkah, ayo ajak aku kesana "
mensejajari alyssa
" Kenapa kau tinggi sekali " mengangkat kepalanya menatap arion
" Kau saja yang terlalu kecil " berlari kearah bukit, meninggalkan alyssa
" Hay enak saja, aku besar tau " mengejar arion
" Anak kecil, ayo kejar aku anak kecil " ledek arion yang terus berlari
" Aawww " alyssa terjatuh
Arion yang menyadari teriakan alyssa
" Kenapa kau tidak hati-hati " teriak ario berlari mendekati alyssa " Apa sakit, ayo " membantu alyssa berdiri
" Akhirnya " tiba-tiba memeluk tubuh arion dengan erat " Aku bukan anak kecil tau "
" Iya-iya kau bukan anak kecil, tapi gadis kecil, apa kau akan terus memelukku seperti ini " karena takut alyssa menyadari kalau jantungnya sudah mau meledak didalam sana
" Oh maafkan aku "
padahal aku tidak ingin melepaskan pelukanku
" Apa kau sesenang itu memelukku " menyadari perubahan wajah alyssa
" Tidak, aku hanya merasa nyam..... tidak.. tidak, aku hanya ingin menangkapmu saja agar kau tidak pergi " kilah alyssa
" Aku tidak akan pergi darimu, ayo "
menarik tangan alyssa menuju bukit
Kenapa dengan dia menggandeng tanganku saja aku senyaman ini. Apa aku jatuh cinta dengannya. Yang benar saja kenapa secepat ini. Ini jatuh cinta kan namanya
" Wah, indah sekali. Apa kau ingin turun atau kita duduk diatas sini saja " tanya arion memandangi danau dibawah mereka
" Disini saja, agar kau tidak kelelahan " jawab alyssa yang menghawatirkan arion
" Menghawatirkan aku rupanya "
Mereka berdua duduk diatas bukit, memandangi danau yang hagitu indah
" Apa kau suka " tanya alyssa menatap arion
" Suka dengan "
" Danau itu " tunjuk alyssa
" Aku lebih menyukaimu "
" Kenapa bicara seperti itu " merona malu
" Kenapa memangnya, salah. Aku lebih menyukaimu, kau lebih indah dibandingkan danau itu " jawabnya lagi
Alyssa hanya diam, dia tidak mengerti dengan keadaan saat ini. Jantungnya berdebar lebih dari biasanya. Matahari sudah sangat terik, mereka kembali kelstana. Dan langsung makan siang karena Bina sudah menyiapkan makan siang.
Mereka makan hanya berdua, karena teman-temannya masih sibuk dengan tidur mereka. Setelah menyelesaikan makan siang mereka hendak menuju kamar masing- masing dan memasuki lift.