Where Are You

Where Are You
Daddy yang cengeng



Alyssa sudah merasa tenang, tidak ada lagi yang diragukannya. Dia sangat mencintai Arion, dan akan memberikan sisa hidupnya untuk laki-laki yang sangat dicintainya ini.


Arion masih membenamkan kepalanya didada Alyssa. Alysa sudah berulang kali mengucapkan kata maaf, tapi tetap saja Arion tidak mau mengangkat kepalanya dan mendiamkannya.


Alyssa berpikir sejenak bagaimana caranya merayu Arion disaat seperti ini. Ini sangat menyebalkan. Seperti seseorang yang Alyssa kenal, hobi sekali mendiamkan orang seperti ini. Pikir Alyssa


" Sayang... sayangku. " menepuk-nepuk punggung Arion.


" Jangan seperti ini, maafkan aku sayang. "


ucap alyssa tidak menyerah dengan sifat arion saat ini, seperti sudah sangat melekat dihidupnya


Alyssa akhirnya teringat dengan anak laki-lakinya. Pantas saja anaknya juga seperti ini. Kalau lagi ngambek atau marah, selalu mendiamkannya.


Ternyata Alion mengikuti sifat Daddynya. Suka sekali mendiamkan orang lain.


" Sayang... aku baru tau sekarang. Kenapa Alion selalu mendiamkanku ketika keinginannya tidak aku penuhi. Ternyata Lion mengikuti sifat dari Daddynya sendiri "


sindir alyssa pada arion yang juga sedang mendiamkannya


Alyssa santai saja karena sering menghadapi sifat Alion yang juga sama seperti Daddynya saat ini.


Nanti juga bakalan mengajaknya bicara, seperti yang biasa Alion lakukan padanya.


Namun ini sudah cukup lama, Arion mendiamkannya.


" Sayang... " panggil alyssa pada arion yang masih mendiamkannya, sudah cukup lama


" Sayang... kamu sudah tidur "


Alyssa memanggilnya lagi memastikan apa sekarang Arion tertidur. Alyssa mencoba mengangkat kepala Arion, namun Arion manahannya kuat.


" Aku pikir kamu sudah tidur, kenapa betah sekali mendiamkan aku seperti ini. Aku kan hanya bertanya saja sayang. Maafkan aku "


Alyssa seperti tidak kehabisan ide saja, dia mempunyai banyak cara agar Arion tidak mendiamkannya seperti ini lagi.


" Sayang aku mau cerita, kamu mau kan mendengarkannya. Ini tentang Lion... "


" Kata Lion dia mau dede bayi. Lion menginginkan dua dede bayi sayang.


Laki-laki dan perempuan.


Dan Lion bilang sama aku, ingin punya ade laki-laki lebih dulu,


baru ade perempuan. Katanya biar Lion dan ade laki-lakinya bisa menjaga ade perempuan mereka berdua.


Dia sangat pintarkan sayang, sudah bisa memikirkan hal seperti itu. Apa Lion juga mendapatkan kepintarannya itu dari Daddynya yang cengeng ini "


peluk alyssa gemas pada arion, sambil menepuk-nepuk punggungnya.


Setelah mendengar cerita dari Alyssa, Arion perlahan mengangkat kepalanya. Menatap Alyssa dengan mata yang sedikit memerah karena setelah menangis.


" Apa benar dia bicara seperti itu... " tanya arion pada alyssa dengan suara yang agak serak. Mengangkat kepalanya menatap Alyssa. Sebenarnya Arion juga memikirkan apa yang dipikirkan oleh Alion.


" Akhirnya..... ucap Alyssa senang karena Arion sudah mau bicara dengannya.


Alyssa mencium bibir Arion. Menatap wajah Arion tersenyum gemas.


" Iya, benar sayang. Lion memang bicara seperti itu padaku " lanjutnya


" Aku juga memang ingin punya anak dengan urutan seperti itu. Pikiranku juga sama dengan apa yang dipikirkan Lion tentang


ade-ade nya " ucap arion memberitahu


" Sifat kalian berdua memang sama persis sayang " ya memang sudah jelas kalau arion dan alion adalah ayah dan anak. jadi memang seperti itu sifat keduanya tidak jauh berbeda.


" Sayang, memangnnya kamu bisa bikin dede laki-laki lebih dulu "


tanya alyssa pada arion.


Memangnya arion bisa menentukan kalau dia ingin anak laki-laki, terus yang keluar nanti laki-laki.


Arion tersenyum mendengar pertanyaan Alyssa. Dia juga tidak tahu padahal.


" Itu sangat mudah sayang. Mau coba bikin sekarang " tanya arion yang sudah mulai menaiki badan alyssa


" Jangan sayang, jangan sekarang.


Nanti setelah kita menikah saja "


mendorong arion, menghindari apa yang diinginkan arion saat ini.


" Kenapa sekarang tidak mau. Kita sudah pernah melakukannya, kamu sangat menikmatinyakan " tanya arion yang membuat Alyssa malu


Arion mengurungkan niatnya, kembali memeluk Alyssa. Mengajak perempuannya itu untuk tidur.


-----


Alyssa dan Arion masih belum bangun dari tidurnya, mereka berdua tidur saling berpelukan. Alyssa membelakangi Alion anak tersayangnya.


Alion sudah menggeliat, mencoba membuka matanya. Memperhatikan samping kirinya namun tidak menemukan Daddynya. Alion merasa sedih, lalu kembali kesamping kanannya dimana saat ini Mommynya tidur.


Alion memperhatikan sesuatu yang aneh, Lion bangun untuk duduk memperhatikan Mommnya, lalu


hiks hiks hiks


" Mommy... Mommy...


Mommy bangun, peluk Lion Mommy "


ucap alion disela tangisannya


Alion merasa cemburu dengan Daddynya.


Alyssa dan Arion, terbangun karena mendengar tangisan Alion.


" Mommy lepas..... jangan peluk Daddy. Peluk Lion saja Mommy "


lion berusaha melepaskan pelukan Mommy dan Daddynya.


Alyssa dan Alion saling tatap, tersenyum dengan tingkah Alion yang cemburu dengan Mereka.


Alyssa melepaskan pelukannya, ingin beranjak duduk menenangkan Alion.


Namun Arion malah mengeratkan pelukannya.


" Daddy tidak mau melepaskan Mommy. Mommy milik Daddy...


Lion yang mengambil Mommy dari Daddy selama ini "


arion memberi tahu anaknya, Alion yang mulai menangis lagi


" Sayang... Lepasin dulu...


Arion melepaskan pelukannya, lalu Alyssa duduk menenangkan Alion, Alyssa memeluk anaknya.


Alion masih menangis, seperti mengadukan sesuatu pada Mommynya.


" Lion..... berhenti menangis.....


Yang ingin bobo disini sama


Daddy siapa..... Lion kan. Kalau kita bobo sama Daddy... ya seperti ini jadinya, dan kalau Lion tidak ingin seperti ini, kita bisa pulang keapartemen. Biar Mommy hanya memeluk Lion saja. Ayo Lion mau pulang sekarang "


ajak alyssa pada alion


Alion seketika menghentikan tangisannya. Mengintip kearah Daddynya, disela pelukan Mommynya.


Lalu menatap Mommynya sedih


" Lion tidak mau pulang... disini saja. Lion sayang sama Daddy, Lion tidak mau Daddy hilang lagi " ucap alion memberitahu mommynya, dengan wajah sedih


Alion tidak ingin berpisah lagi dengan Daddnya, dia ingin tinggal bersama seperti layaknya sebuah keluarga.


Arion sangat senang mendengar ucapan anaknya. Alion menyayanginya dan takut kehilangannya kembali.


" Ya sudah, peluk Daddy sekarang kalau begitu. "


ucap Arion, Alion mendekati daddnya yang masih berbaring. Lalu Lion memeluk daddynya, Alyssa juga tidak mau ketinggalan. Mereka berpelukan dengan Alion ditengah-tengah mereka.


-----


Karena hari ini weekend Arion, berencana mengajak Alyssa dan Alion jala-jalan.


Namun Alion sudah lebih dulu diajak Grandma dan Grandpanya kesuatu mall terbesar dinegara ini, bersama dengan Lily juga.


Arion melarang anaknya untuk ikut, agar bisa jalan-jalan bersama dengannya. Tapi Daddy dan Mommynya memaksa ingin mengajak Alion, mereka sangat menyayangi


cucu laki-lakinya itu.


Saat ini, Alyssa dan Arion hanya berdua saja dimansion, tidak ada yang mereka lakukan. Sangat membosankan, Alyssa tiba-tiba teringat sesuatu. Alyssa ingin mengajak Arion, untuk mengenalkan calon suaminya dengan kakanya.


Alyssa menemani Arion duduk disofa dalam kamar Arion.


" Sayang... " panggil alyssa pada arion yang saat ini sedang fokus dengan handponenya.


" Iya... ada apa " tanya arion, tanpa menatap alyssa. dia masih fokus dengan handponenya


" Aku ingin mengenalkanmu dengan kakaku. Kamu mau kan " tanya alyssa langsung


" Kenapa memangnya " bingung menatap alyssa


" Aku hanya ingin mengenalkanmu dengan kakaku. Kamu kan sebentar lagi akan jadi suamiku, kakaku harus tahu juga denganmu "


" Dia bukan kaka kandungmu jugakan. Itu tidak perlu sayang. Aku tidak mau " ucap arion acuh, dia tidak suka bertemu dengan perempuan manapun. Kecuali Alyssa, Mommynya, Lily dan Iva


Arion kembali fokus dengan apa yang dikerjakannya saat ini.


Alyssa mendekati Arion, menempelkan tubuhnya memeluk Arion dari samping


" Sayang aku mohon..ya..ya sayang.. ya "


sambil menunjukan wajah imutnya


Arion tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika sudah seperti ini. Arion menghentikan aktivitasnya, meletakkan handponenya diatas nakas samping sofa.


Mengangkat Alyssa kepangkuannya, menghujani wajah Alyssa dengan ciumannya.


" Sayang stop dulu. Kamu mau kan "


" Ya sudah. terserah mu saja, aku tidak bisa menolaknya " mencubit pipi alyssa gemas


" Yess. Terimakasih sayang "


ucap alyssa senang


Arion melanjutkan aksinya menciumi Alyssa.


Alyssa memberitahu Iva kalau dia ingin mengenalkan Daddy Alion hari ini. Disalah satu Restoran mewah yang ada didalam mall terbesar dinegara ini.


Iva sangat senang mendengarnya, Iva sangat penasaran seperti apa laki-laki yang selama ini dicari oleh adiknya.


Kebetulan sekali Iva juga hari ini akan bertemu dengan seseorang dicafe mall itu.


Iva mengiyakan ajakan Alyssa, setelah bertemu dengan seseorang tersebut, Iva a


langsung menemui Alyssa.


-----


Disalah satu mall terbesar diukraina.


Grandpa dan Grandma sudah cukup lama menemani anak dan cucu mereka bermain.


Grandpa terlihat memeriksa handponenya, Karena sada satu pesan masuk.


" Dia sudah sampai, aku menemuinya dulu ya. Kamu tidak apa-apakan aku tinggal. Temani mereka dulu ya " pamit grandpa pada istrinya


Suaminya sudah cerita dengan istrinya, kalau hari ini akan mengajak Iva bertemu untuk membicarakan pembatalan pernikahan Iva dan Arion.


Istrinya ingin ikut menemui Iva, untuk meminta maaf. Tapi suaminya melarangnya, takut Iva akan merasa malu nanti.


" Iya sayang. Pergilah "


Daddy Arion mengajak Iva bertemu denganya, disalah satu cafe dimall ini.







Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.


Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️