Where Are You

Where Are You
Hari terakhir. Flashbck of



Hari demi hari cinta mereka semakin bertambah.


Mereka selalu tidur bersama.


Hanya Maxime yang mengetahui hubungan mereka. Karena ketika mereka melakukan ciuman dilihat oleh max.


Hari ini adalah hari terakhir Arion berada diistana. Besok mereka akan akan pulang dan melanjutkan hari-hari mereka.


Mereka sudah berkumpul dihalaman istana


untuk melakukan kegiatan terakhir hari ini.


" Maafkan aku, sudah membuat kalian menunggu " ucap Alyssa baru datang.


" Apa kau baru bangun gadis kecil "


sahut max


Max menggunakan bahasa Belanda, agar dia dan Gavin saja yang mengerti obrolan mereka.


" Vin, wat heb je hem aangedaan? dus hij is net wakker geworden. Ik waarschuw je om niet met kinderen te spelen "


Vin apa yang kau lakukan padanya


sampai-sampai dia baru bangun sekarang. kuperingatkan kau jangan memainkan anak kecil


" Ik rommel niet met hem. Ik hou echt van hem. Alleen zij kan me op haar knieën doen vallen. Ik zal later met haar trouwen "


Aku tidak main-main dengannya. Aku sungguh mencintainya. Hanya dia perempuan yang bisa membuatku bertekuk lutut padanya. Aku akan menikahinya nanti


" Benarkah, aku sudah begitu tidak sabar " sahut alyssa


" Kamu mengerti yang kami bicarakan berdua " tanya max penasaran


Alyssa mengangguk


" Aku menguasai beberapa bahasa, dan salah satunya belanda " jawab alyssa santai


" Daarom hou ik zoveel van hem " tambah gavin


itu sebabnya aku begitu mencintainya


" Ya terserah kau saja "


" Langsung saja ya,


jadi hari ini adalah hari terakhir kegiatan kalian diistana, dan besok kalian sudah bisa pulang.


Jadwal kegiatan hari ini hanya mengunjungi sekolah kerajaan, dan bagaimana sistem pengajarannya saja " jelas alyssa


Mereka berangkat menggunakan bus istana karena tidak ingin jadi perhatian ketika berjalan kaki menuju sekolah.


Bus berhenti tepat didepan sekolah, Alyssa mangarahkan mereka untuk memasuki lingkungan sekolah dan memberikan penjelsan setiap salah satu dari mereka berempat ada yang ditanyakan.


Alyssa mampu menjawab apapun yang ditanyakan mereka berempat. Alyssa juga menjelaskan sistem pengajaran disini.


Alyssa megatakan kalau sekolah ini swasta, dan cara pengajaran juga sama dengan sekolah swasta pada umumnya, yang membedakan hanya tambahan pelajaran dari istana saja, dan jam berakhirnya sekolah pukul 5 sore.


" Kita akan makan siang di kantin sekolah ini " karena memang sudah disiapkan pihak sekolah, walaupun sekolah sedang libur


" Tentu saja tidak ayo "


Mereka sudah menghabiskan makannya.


Dan melanjutkan kegiatan masing-masing, yang masih berada dilingkungan sekolah.


" Kenapa mengikutiku " tanya alyssa


" Karena aku hanya ingin bersama kekasihku saja "


" Aku ingin menciummu sekarang " mendekati arion


" Sayang disini banyak anak kecil, dan salah satunya itu kamu " jawab arion


" Apa, aku bukan anak kecil " cemberut


Mereka berada ditaman sekolah


" Sayang " panggil gavin


" Iya " menoleh


cekrek



" Kenapa selalu mengambil fotoku saat seperti ini, aku seperti orang bodoh sayang "


kata alyssa menghampiri arion


" Kata siapa seperti orang bodoh, kau sangat cantik "


" Aku ingin melihatnya "


" Tidak, tidak akan " memasukkan handphone kesaku hoodienya


Kegiatan mereka hari ini berakhir, dan memutuskan untuk pulang keistana.


Mereka sudah berada di dalam bus.


Ketika sudah sampai diIstina mereka menuju kamar masing-masing untuk membereskan pakaian mereka, memasukannya kedalam koper.


Malam hari mereka mengadakan pesta perpisahan.


Saat pesta berlangsung cukup lama. Arion tidak menemukan Alyssa lagi.


Dia menyusul Alyssa kekamar.


-----


Arion masuk kekamar Alyssa. Arion selalu mengganggu kekasih nya itu sebelum tidur. Mereka selalu tidur bersama, dan tentunya malam ini.


Malam terakhir mereka tidur bersama.


" Sayang... sayang...


apa kau sudah tidur " tanya Arion mendekati tempat tidur Alyssa


" Emmhh "


" Tidurlah " memeluk Alyssa dari belakang.


" Sayang " panggil Alyssa


" Ya... ada apa "


" ..... "


" Ada apa hm " tanya arion lagi


" Aku akan merindukanmu nanti.


Hikss hikss "


Alyssa tidak bisa menahan tangisnya


astaga ini begitu sakit batin Arion


" Aku juga akan sangat merindukanmu...


sudah jangan menangis...


sayang hey jangan seperti ini,


sudah ya sayang " terisak semakin pilu,


membalikan badan Alyssa dan kembali mengeratkan pelukannya dan menciumi puncak kepala Alyssa dengan sayang


" Sayang kau punya handphone " tanya Arion menghentikan ciumannya


" Punya. hikss hikss


tapi aku tidak boleh menggunakannya,


ketika berada diIstana, aku hanya boleh menggunakan ketika berada disekolah saja hikss "


jawab Alyssa yang masih menangis


" Berikan kontakmu pada ku sayang " menyeka air mata Alyssa


" Aku tidak punya karena tidak ada juga yang menghubungiku "


" Mana handphone mu " tanya Arion, yang akan membuatkan kontak untuk Alyssa


" Di Sekolah " jawabnya polos


" Bagaimana nanti aku menghubungi mu sayang... Ya sudah besok aku akan memberikan kontakku saja padamu ya, kamu bisa menghubungiku nanti ketika kamu merindukan kekasihmu ini "


" Sayang aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu " ucap Alyssa


" Aku juga sangat senang. Aku mengambil keputusan yang tepat waktu itu, aku menuruti apa kata Daddy. Kalau saja aku tetap memaksakan kehendakku untuk pulang keBelanda mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu "


" Kamu mau pulang keBelanda ??? "


" Ya untuk sementara libur saja, dan aku juga ingin menjemput Mommy dan juga Adikku untuk menghadiri kelulusanku sebentar lagi " jawabnya jujur


" Mommy dan Adikmu tinggal diBelanda " tanya Alyssa lagi


" Ya, mereka menjaga Grandpa ku disana, sudah hampir dua tahun.


Mommy sudah sering mengajak grandpa untuk pindah ke negara ini.


Tetapi Grandpa selalu saja menolak dan alasan ia juga selalu sama.....


Aku tidak ingin meninggalkan Istriku sendirian disini, katanya "


Padahal Grandma Arion sudah lama meninggal. Tetapi Grandpanya begitu menyayangi istrinya walaupun sudah tidak ada didunia ini lagi.


" Wah Grandpa mu sangat setia. Aku juga ingin nanti punya suami seperti itu nanti"


" Kamu sudah mempunyai nya sekarang sayang...


Grandpa dan Daddy ku begitu setia dengan wanitanya sayang.


jelas Arion


" Setelah kamu pulang bagaimana denganku "


tanya Alyssa dengan air mata menggenang


" Kan sudah aku bilang nanti aku akan menjemputmu dan aku akan menikahimu.


Satu atau dua bulan lagi aku akan kembali menjemputmu "


" Bagaimana dengan Ayahku "


" Aku akan bilang dengan Ayahmu. Kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan keUniversitas yang sama denganku "


" Apa Ayah akan mengijinkannya "


" Kita pikirkan itu nanti saja, yang terpenting aku akan menjemputmu "


" Aku tidak ingin kehilangan mu.


Bagaimana kalau setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi " ucap Alyssa yang mulai menangis lagi


" Sayang jangan bicara seperti ini,


percaya padaku. Disini cuma ada kamu pahamkan " menarik lengan Alyssa mengarahkan kedadanya


" Hikss.. hiks.. hikss " Alyssa menangis sesegukan sambil memeluk Arion


" Sudah jangan menangis lagi ya. Aku sekarang milikmu dan kamu milikku jadi jangan takut " ucap Arion meyakinkan


Alyssa hanya mengangguk


" Aku bersumpah akan menepati janjiku.


Ya sudah tidur ya " pinta Arion mengeratkan pelukannya mencium kepala Alyssa


Alyssa dan Arion tidak bisa tidur. Meskipun mereka memejamkan mata bukan berarti mereka tidur.


Alyssa begitu sedih ditinggalkan pulang oleh Arion besok, ia merasa begitu kesepian ketika ditinggalkan kekasihnya itu nanti. Begitu juga Arion ia tidak ingin meninggalkan wanitanya, tetapi mau bagaimana lagi tidak ada cara lain.


Arion begitu yakin dengan dirinya ketika ia kembali lagi kesini ia akan membawa Alyssa keluar dari kerajaan dan menikahinya.


-----


Keesokan paginya Arion lebih dulu bangun, ia keluar dari kamar Alyssa untuk membereskan barang-barang nya dan membersihkan dirinya.


Alyssa yang baru bangun begitu kaget karena tidak menemukan kekasih yang begitu dicintainya. Ia berlari kekamar yang ditempati Arion. Ketika melihat masih ada koper Arion dikamar itu ia baru bisa bernafas lega.


Ketika Arion keluar dari kamar mandi. Alyssa berlari memeluk tubuh Arion yang hanya menggunakan handuk dipinggangnya.


" Hikss hikss hikss " Alyssa melingkarkan tangannya dileher Arion dan memeluknya


sangat erat


" Sayang... kamu kenapa menangis?"


Arion panik karena Alyssa tiba-tiba menangis dipelukanya


Alyssa tak menjawab, iya hanya mengeratkan pelukannya kepada Arion.


" Sayang... Ayolah apa karena aku akan


pulang " dengan sangat lembut Arion sambil mengelus pundak Alyssa


" Hikss hikss " alyssa masih saja menangis


" Jangan menangis lagi... percaya padaku


aku hanya mencintaimu dan aku tidak akan mengingkari janjiku padamu " ucap Arion meyakinkan


Alyssa hanya menganggukan kepalanya.


"Ayo sekarang kamu mandi dulu ya sayang. Setelah itu kita akan turun kebawah "


" ..... "


" Ayo sayang. Mau aku gendong hm " langsung menggendong Alyssa untuk mandi


-----


Alyssa dan Arion sudah berada diruang utama, teman-teman nya sudah menunggu. Mereka sudah siap dengan koper mereka


masing-masing.


Para pelayan sudah membantu memasukan koper mereka kemobil.


Mereka berpamitan untuk pulang. Berterimakasih karena sudah mau meneriman mereka diIstana dan memberlakukakn mereka dengan sangat baik.


Arion mendekati Alyssa ia menyerahkan note kecil yang berisi kontak Arion disana.


Alyssa begitu berusaha untuk menahan tangisnya.


" Janji denganku jangan pernah menangis lagi. Aku akan menepati janjiku, satu atau dua bulan lagi aku akan datang menjemputmu "


bisik Arion


" Aku janji " dengan suara yang dipaksakan


" Yasudah jaga dirimu baik-baik ya.


Aku pulang. Terimakasih sudah memberikan kebahagian yang begitu sempurna ini "


ucap Arion


Alyssa hanya bisa mengangguk dan menundukkan kepalanya.


Ia tidak sanggup melihat kepergian lelaki yang begitu dicintainya.


Mereka sudah meninggalkan kediaman Istana. Para pelayan kembali beraktivitas seperti biasa.


Alyssa baru bisa mengangkat kepalanya kembali dan langsung berlari kekamarnya. Menangis sejadi-jadinya.


" Ini sungguh menyakitkan, semoga saja kamu menepati janjimu. Aku begitu nyaman berada didekat mu, aku belum pernah merasakan kasih sayang dan cinta yang telah kamu berikan tulus padaku.


Bahkan Ayahku saja tidak pernah melakukannya untukku, dia tidak punya waktu untuk anaknya sendiri "


gumam Alyssa di sela tangisannya


" Sayang tunggu aku kembali. Jangan hawatir dengan kesetiaan ku padamu.


Ini hanya berdetak untukmu "


menyentuh dadanya,


Arion masih berada dimobil yang ia tumpangi untuk pulang.


Flashback End


Hari-hari berikutnya Alyssa sudah biasa dengan kepergiaan kekasihnya


Melakukan hal-hal yang bisa membuatnya melupakan sebentar tentang kebahagian bersama kekasihnya.


Ketika dia bangun dari tidurnya dia selalu menuju meja belajarnya hanya untuk


memberi tanda dikalendernya, dan menghitung berapa lama lagi ia harus bertemu kekasih yang begitu dicintainya itu.


Sudah hampir satu bulan, Alyssa semakin semangat menjalani hari-harinya.


Namun semakin hari ia semakin mudah kelelahan.


Disisi lain tepatnya diperusahaan besar milik Arion.


Ia sudah selesai dengan pendidikannya.


Dan merayakan kelulusan dengan keluarga tercintanya.


Seminggu yang lalu Mommy dan Adik tercintanya sudah kembali keBelanda.


Tidak bisa lama-lama untuk meninggalkan grandpa,


dan Lily adik dari Arion tidak bisa libur terlalu lama karena ujian kenaikan kelas sebentar lagi.


drrtt drrtt


Arion meraih handphonenya


" Halo, Mom "


" Kamu dimana sayang "


" Masih dikantor mom, ada apa "


" Grandpa sakit sayang. Sekarang Mommy berada dirumah sakit, kalian harus pulang sekarang "


" Apa.. Sakit apa. Mom "


" Grandpa jatuh dikamar mandi sayang, grandpa kritis sekarang "


Arion bergegas menuju keluar ruangannya menuju lift dan langsung menghubungi Daddy nya. Memberitahukan kalau grandpa sakit. Arion juga mengatakan pada Daddy nya untuk langsung menuju kebandara saja.


Pukul sembilanmalam Arion dan Daddy nya tiba di Bandara Internasional Amsterdam Schiphol.


Mereka pergi menuju kerumah sakit, tempat dimana Grandpa dirawat.


Ketika masih diperjalanan mereka mendapat telpon dari Mommy.


Mommy mengatakan kalau grandpa sudah tidak bernyawa lagi.







Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.


Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️