Where Are You

Where Are You
Jangan menyalahkan dirimu



" Lion, Lion ikut grandma dulu ya "


ucap grandma mengambil alion yang masih digendongan daddnya, lion hanya diam ketika berada ditengah-tengah pelukan mommy dan daddynya


Mereka bertiga pergi meninggal dua insan manusia yang baru bertemu setelah lima tahun lamanya.


" Sayang, jangan seperti ini. Kita kesofa dulu "


ajak rion, karena alyssa dari tadi menangis dipelukannya


" Sudah sayang. Aku sudah menemukan kalia kalian, aku tidak akan pernah membiarkan kalian pergi lagi dari kehidupanku. Kita akan hidup bersama " ucap rion menenangkan alyssa


" Kamu juga berhenti menangis, air matamu saja keluar terus " memperhatikan wajah arion, mengusap air mata yang mengalir dipipi arion


" Sayang... bagaimana kehidupan kalian. Apa kehidupan kalian sangat sulit. Bagaimana bisa kalian berada dinegara ini "


tanya arion penasaran


Yang Arion tahu, kalau Alyssa tidak membawa apapun ketika diusir dari istana. Itu sebabnya rion sangat menghawatirkan kehidupan Alyssa.


" Aku begitu menikmatinya sayang, aku menyukai kehidupanku sekarang. Tapi hidup yang kujalani terasa sangat hampa, walaupun aku punya Alion, aku tetap merasa ada yang kurang dihidupku. Karena kamu tidak ada disisi kami. "


" Sekarang tidak akan lagi. Aku akan bersama kalian sayang, aku akan melakukan apapun untuk kalian " ucap arion, dia begitu menyesal karena baru saja menemukan alyssa


" Aku sangat mencintaimu. Sayang, aku hanya punya kalian, kamu dan Alion. Aku tidak mempunyai Daddy lagi " alyssa kembali menangis


" Sayang kamu juga punya mama sekarang, dan Lily juga, anggap saja dia temanmu kalian seumurankan.


Kamu tidak akan kesepian lagi, kita akan bersama " arion juga merasakan kesedihan yang dirasakan alyssa


" Aku berharap waktu berhenti sekarang. Aku rasa aku tidak akan sanggup jika kehilanganmu sekali lagi " ucap alyssa begitu sedih


" Tidak akan sayang, aku tidak akan meninggalkan kalian dan tidak akan menghilang dari kalian. Aku berjanji disisa hidupku hanya untuk kamu dan Alion saja "


" Aku tidak akan melepaskan pelukan ini lagi "


ucap alyssa sambil mengeratkan pelukannya


" Jangan pernah melepaskannya " tersenyum.


Sayang, bagaimana bisa kalian berada disini "


tanya arion sekali lagi, dia begitu penasaran


" Karena aku pikir kamu berada disini, aku memutuskan untuk tinggal disini. Aku ingin sekali bertemu denganmu. Aku dan Lion begitu merindukanmu, saat itu aku sedang hamil " tersenyum menatap arion


" Sayang maafkan aku. Bagaimana keadaanmu saat itu sayang, apa sangat .


sulit " dengan nafas beratnya


" Aku sangat senang pindah kesini, karena akan bertemu denganmu waktu itu, tapi ternyata " tertahan alyssa begitu sedih ketika mengingatnya kembali


" Kenapa kamu berpikir aku ada disini "


" Karena kamu bilanng adik dan mamamu ada disini, aku juga menelponmu dan ternyata adik perempuanmu yang menangkatnya dia menggunakan bahasa Belanda. Jadi aku berpikir kamu ada disini, secepatnya aku memutuskan untuk menyulmu kesini "


" Kamu menelponku.


Lily ini kebiasaannya, sayang maaf ya. Lily akan selalu memblokir semua perempuan yang menghubungiku. "


" Kamu tidak salah sayang, aku yang pergi meninggalkanmu. Kamu tidak salah "


" Yang membuatmu pergi aku sayang "


arion menyalahkan dirinya, akibat dirinyalah alyssa diusir dari istana


" Jangan menyalahkan dirimu, selama ini aku tidak pernah menyalahkanmu " alyssa merasa kesal dengan arion, alyssa melepaskan pelukannya


" Sayang itu semua kesalahanku, aku yang membuatmu seperti ini, aku yang membuat hidupmu menderita. Kesalahan yang aku buat begitu besar sayang " meraih tangan alyssa


" Kenapa semua orang menggangap itu sebuah kesalahan. Aku yang mengalaminya dan aku yang merasakannya. Kamu sama saja dengan mereka, apa kamu akan mengusirku juga " melepaskan tangannya dari genggaman arion dan menanngis kembali


" Sayang... bukan begitu maksudku.


Sayang... sayang. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu " memeluk alyssa kembali


" Sayang maksudku, aku merasa bersalah karena aku melakukan hal itu padamu, hidupmu jadi tidak sebahagia saat kamu tinggal diistana dulu. Aku begitu menghawatirkannya sayang.


Alyssa tidak menyahutinya, dia benar-benar kesal dangan Arion yang menyalahkan dirinya.


arion menatap alyssa


Bukan maksudnya aku menganggap semua yang aku lakukan ini kesalahan. Aku senang melakukannya denganmu... Apa kamu mau lagi " ucap arion menggoda alyssa


Alyssa malu dengan ucaapn Arion, dia membenamkan wajahnya kedada Arion


" Jangan marah ya "


" Aku yang menjalani semua, kenapa kamu bilang aku tidak bahagia. Aku yang merasakannya bukan kamu.


Selama lima tahun ini aku dan lion sangat bahagia "


"Kenapa kamu bisa setegar ini sayang, kamu diusir dari istana, kamu tidak tahu caramya hidup sebagai rakyat biasa. Dan saat kamu diusir kamu hamil muda. Hatiku sangat sakit ketika memikirkan itu "


" Kamu lupa, aku ini mantan seorang putri. Aku bisa melakukan semuanya " ucap alyssa sombong


" Sekarang kamu masih menjadi seorang Putri bagi aku dan Alion. Sayang aku sangat menyayangimu dan bagaimana bisa badan sekecil ini melahirkan seorang bayi " arion begitu tidak tega adangan alyssa


" Jangan meremehkanku " alyssa merasa biasa-biasa saja ketika dia melahirkan, dia begitu menikmati kehidupan yang dijalaninya. Tantangan yang sangat hebat menurutnya.


" Apa, Alion bilang seperti itu " pantas saja selama ini alion selalu menolak kalau alyssa ingin menggendongnya


" Iya, dia selalu menolakmu kan ketika ingin menggendongnya "


" Ah itu sebabnya.... Dia begitu pintar dia tidak pernah menyusahkanku "


" Dia sama seperti Daddynya tidak pernah mengusahkan orang lain " ucap arion merasa bangga


" Kamu menyusahkanku, aku mencari mu keman-mana "


" Mommya " teriak alion yang baru saja masuk dari pintu utama, lion berlari kearah mommy dan daddynya.


Sudah semakin sore, Grandma kembali mengajak Arion masuk kedalam rumah.


" Sayang... apa Lion senang " tanya alyssa, memeluk anaknya


" Tentu Mommy, dia Daddy lion beneran kan " tunjuk lion kepada arion


" Iya ini Daddymu beneran " sahut arion


" Mom. Apa kita akan tidur dengan Daddy " tanya alion menatap alyssa


" Iya kalian akan menginap disini " jawab arion cepat


" Mom apa kita tunda dulu kepulangan kita. Rion ingin menghabiskan waktu dengan mereka terlebih dahulu disini " tanya arion pada mommynya


" Terserah kamu saja, Mommy selalu mendukungmu "


" Oke, terimakasih Mom "


" Mommy kekamar dulu,


kalian lanjutkan saja "


Mommynya beranjak meninggalkan mereka bertiga disofa ruang tamu.


" Apa kalian akan pulang ke Ukraina "


tanya alyssa


" Kita akan kembali juga kesana. Kalian berdua juga harus ikut dengan Daddy pulang, Daddy tidak akan meninggalkan kalian disini "


" Tentu Daddy, iya kan Mom " sahut alion mengiyakan


" Iya sayang, ucap alyssa kepada lion


Aku juga sudah mengurus semua kepindahan ku "


Alyssa sudah merencakan ini dari lama. Setelah dia wisuda dia akan kembali keUkraina.


" Baguslah, bagaimana kalau kita kekamar Daddy " ajak arion


" Iya Dad. Mom ayo "


menarik tangan mommymya


Mereka bertiga sudah berada dikamar Arion. Kamar Arion cukup sederhana, karena diBelanda mereka menempati rumah bekas dari Grandpa dan Grandma mereka.


" Dari mana Lion mendapatkan pakaian ini. Apa disini ada anak seumuran dengan Lion "


tanya alyssa, karena pakaian yang dikenakan lion berbeda


" Iya. Anak dari Tanteku, mereka biasanya sesekali kesini, tapi setelah Grandpa meniggal sudah sangat jarang "


" Oh, kapan Grandpa mu meniggal "


" Lima tahun yang lalu, sudah cukup lama.


Apa kamu ingin mandi, mandilah. Aku akan meminjamkan pakaian Lily "


" Aku juga merasa sangat gerah, apa dia mau meminjamkan pakainnya untukku "


" Apa tadi dia marah denganmu, ketika kamu dimeja makan dia adakan. Apa dia marah "


tanya arion penasaran, dia sangat tahu dengan adiknya


" Tidak, dia juga sangat senang bertemu denganku. Dia sudah lama tahu denganku, tapi hanya bisa melihatku dihandponemu saja katanya "


" Oh ya, baguslah. Berarti dia merestui kita sayang. Mandilah, aku akan mengambilkan pakaianmu "


" Terimakasih sayang "







Jangan lupa ya setelah membaca tekan like.


Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.


Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️