Where Are You

Where Are You
Diusir



Pagi-pagi sekali Alyssa terbangun dari tidurnya, dia merasakan hal sayang sama dengan pagi sebelumnya. Berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya sampai


benar-benar habis


" Tuhan ada apa denganku... " gumam alyssa


Alyssa memutuskan untuk mandi dan turun kebawah untuk memakan sesuatu yang bisa Alyssa makan. Saat ini Alyssa benar-benar merasa lapar.


Setelah keluar dari lift Alyssa langsung melangkahkan kakinya kemeja makan, para pelayan sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi ini.


" Apa yang bisa saya bantu Nona "


ucap salah satu pelayan yang melihat kedatanga alyssa


" Aku hanya ingin memakan sesuatu sekarang, bisa panggangkan beberapa lembar roti untukku.?? "


tanya alyssa yang langsung diiyakan pelayan itu. Alyssa mendudukan dirinya kekursi dimeja makan


Bina baru menyadari kedatangan nonanya, mengahampirinya


" Nona, nona ingin makan apa sekarang.


Bina akan memasakan sesuatu yang nona inginkan saat ini "


" Alyssa sudah minta bibi Lyn untuk memanggangkan beberapa roti "


" Oke, baiklah nona "


Tidak berapa lama, beberapa lembar roti yang dipanggang bibi lyn sudah siap diatas piring.


Bibi Lyn memberikannya kepada Alyssa.


Dengan semangat Alyssa langsung mengoleskan rotinya dengan semua rasa selai yang ada di atas meja makan saat ini dan melahapnya sampai habis.


Saat itu juga diperhatikan oleh ayahnya, yang juga mau sarapan saat itu. Berjalan kearah Alyssa yang masih asik dengan sisa-sisa makanannya


" Ayah selamat pagi " beranjak dari tempatnya dan duduk di samping ayahnya, merebahkan kepalanya didada bidang sang ayah.


Saat ini Ayahnya mengerti mengapa kemarin Putrinya ini sangat manja dan dipagi ini juga dia melakukan hal yang sama.


Perasaan Ayahnya kembali kacau saat ini, mengingat kejadian yang menimpa istrinya saat dulu. Sang Ayah takut hal yang sama terjadi pada Putrinya, bagaimana dulu ketika sang istri melahirkan saat itu.


" Ayah kenapa diam saja, Ayah ada apa. Kenapa Ayah diam saja dari tadi "


menatap wajah ayahnya


" Tidak apa-apa sayang Ayah hanya memikirkan sesuatu. Kamu kesekolah, kamu masih sakit sayang " memperhatikan seragam sekolah yang sudah dikenakan alyssa


" Alyssa tidak apa-apa Ayah, Alyssa tidak ingin tertinggal pelajaran disekolah, sebentar lagi ujian kelulusan ayah. Jadi Alyssa harus tetap pergi kesekolah " jelasnya pada sang ayah


Ketika Alyssa selesai menemani ayahnya sarapan. Alyssa berangkat kesekolah kerajaannya.


Arthur Kingdom School


Sekolah yang hanya dihuni oleh 30 murid. Dan hanya dihuni 12 murid saja yang berada dikelas Alyssa. Semua anak-anak itu dari keluarga kerajaan yang tinggal diwilayah kerajaan.


Alyssa memasuki sebuah ruangan yang sangat mewah untuk ruangan kelas apda umumnya.


" Hay Nona selamat pagi "


sapa Amerra mendekati Alyssa yang baru masuk kekelasnya


Belum sempat membalas sapaan Amerra. Alysaa langsung berlari menuju toilet, yang saat itu masih ada beberapa siswi disana.


Siswi yang berada didalam toilet itu bingung melihat keadaan Alyssa saat ini. Memuntahkan semua makanan yang dia makan pagi tadi.


" kenapa Merra bau sekali, menjijikan " gumam alyssa didepan cermin, lalu membersihkan wajah yang sangat


kacau saat ini


Merasa sudah bersih Alyssa berjalan keluar dari toilet, baru beberapa langkah dari tolilet. Setelah itu penglihatannya buram, sangat berat dan tidak mendengar apapun.


-----


Ketika Alyssa bangun, Alyssa sudah berada di sebuah ruangan putih bersih dan tercium bau obat-obatan di sana.


Rumah sakit milik kerajaan.


" Apa aku pingsan, aku tidak mengerti dengan keadaan tubuhku sekarang ini "


berusaha bangun untuk keluar dari kamar rumah sakit


Rumah sakit dan Sekolahnya berdekatan jadi Alyssa bisa berjalan kaki untuk kembali kesekolahnya . pikir alyssa


Alyssaa keluar dari ruang kamar rumah sakit. Semua mata tertuju kepadanya, dengan tatapan jijik dan hina. Tidak ada yang menundukan kepalanya atau sekedar menyapanya.


Hanya salah satu suster yang mendekatinya


" Nona mau kemana, keadaan nona saat ini benar-benar lemah, nona harus beristiharat "


ucap suster itu terlihat khwatir


Alyssa tidak mendengarkan ucapan suster tersebut, dia tetap melajukan langkahnya.


Dan mendengar sedikit bisik-bisik dari staf rumah sakit itu.


Alyssa tidak mendengarkan ucapan suster tersebut, dia tetap melajukan langkahnya,,,. Dan mendengar sedikit bisik-bisik dari staf rumah sakit itu.


" *aku pikir selama ini dia benar-benar gadis yang lugu "


" ternyata kepolosannya hanya tameng "


" saat ini aku sangat jijik untuk melihat dia "


" kenapa bisa sampai ada anak seorang raja yang melakukan itu menjijikkan "


" benarkan putri dari seorang raja hamil* "


dan berbagai macam sindiran lagi yang didengar alyssa


" Siapa yang hamil aneh sekali,


gumam Alyssa teringat dengan kekasihnya


" Apa jangan-jangan yang dia lakukan saat itu, apa dia melakukan hal itu kepadaku "


menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Alyssa masih terus memikirkan hal yang membuat dirinya hamil.


" Apakah itu...!! aku melakukan dengannya saat itu " tersenyum senang ketika mengingat apa yang dilakukannya bersama arion


" Apa benar itu penyebab seseorang bisa hamil. Pantas saja, orang-orang banyak mempunyai seorang anak. Aku saja sangat nyaman waktu itu, aku juga sangat menikmatinya.


" Aku jadi merindukan ketika aku bersamanya dan aku sangat nyaman ketika bersama dengannya. Hiks hiks sayang aku merindukanmu "


Alyssa membayangkan apa yang dilakukannya bersama Arion sebulan yang lalu


" Apa yang aku pikirkan saat ini sebaiknya


aku harus kembali kekelas karena pelajaran sudah dimulai sepertinya "


guman Alyssa


Alyssa menuju sekolahnya, ketika Alyssa masuk kedalam kelasnya tatapan remeh semua orang tertuju padanya.


ada apa ini, Kenapa tatapan mereka seperti itu apa mereka membenci ku itu jelas ditujukan kepada ku, hay ada apa dengan kalian semua, kenapa seperti ini, apa aku sangat menjijikkan.


Aku Putri, aku Putri dari kalian aku yang berkuasa di sini.!!! batin Alyssa,,,


Alyssa tetap melangkahkan kakinya memasuki kelas dan duduk ditempat biasanya, dia tetap mengkuti pelajaran saat ini sampai jam pelajaran selesai.


Setelah pelajaran berakhir.


Amerra dan Jesica mendekati Alyssa


" Merra jangan mendekatiku kau bau tau "


alyssa menutup hidungnya, sambil mengibas-ngibaskan tangan kirinya


" Hey siapa yang bau, aku tidak bau


aku sangat wangi saat ini dan kau biasanya sangat menyukai aroma tubuhku kan "


tersenyum mengejek


" Ah betul ini sepertinya berkaitan dengan hormon kehamilanmu.


cih, sepertinya benar kalau kau memang hamil, seorang putri dari seorang raja melakukan hal yang sangat tercela itu.


Woww sangat-sangat memalukan "


ucap Amerra dengan nada yang meremehkan


" Amerra, sepertinya aku tidak akan mau lagi berteman dengan dia "


tunjuk Jesica kearah alyssa.


" Semua orang sudah mengetahuinya, dan sepertinya Pamanku Yang Mulia Raja itu juga sudah menerima laporan tentangmu.


Aku begitu penasaran bagaimana ekspresinya saat tahu anak kesayangannya ini hamil.?? " sambung jesica


" Apa kau melakukannya dengan semua pria, pantas saja semua pria menyukaimu termasuk mahasiswa tampan waktu itu "


tanya amerra


" Aku saat itu sangat iri padamu kenapa semua orang menyukaimu dan ternyata kau melakukan itu kepada mereka ?? Hahaha


Sangat menjijikkan, aku sangat jijik untuk melihat mu saat ini "


Amerra menarik tangan Jesica agar menjauhi Alyssa.


Beberapa siswa yang masih berada didalam kelaspun ikut menertawakan Alyssa.


Alyssa tidak bisa bicara sedikit pun dia benar-benar tidak bisa berpikir saat ini. Memilih untuk meninggalkan mereka dan mengambil ransel sekolahnya.


Alyssa berlari sekuat tenaga yang masih dia punya saat ini. Jarak Sekolah dan Istana lumayan jauh.


Ketika sudah berada di halaman istana Alyssa mendapati beberapa mobil berjejer disana, sepertinya istana sekarang kedatangan tamu ??


Alyssa melangkahkan kakinya untuk masuk keistana dan benar saja ketika melewati ruang tamu semua orang sudah berkumpul disana berbincang satu sama lain.


Ada beberapa saudara dari ayah Alyssa juga saat ini, termasuk ayahnya jess dan para bawahan kerajaan ??


Pandangan mereka teralihkan kepada seseorang yang sedang berdiri memperhatikan mereka.


Semua orang menatapnya dengan sinis termasuk paman-paman Alyssa.


Salah satu dari paman Alyssa memulai pembicaraannya


" Wahh dia sudah pulang "


tunjuknya kepada alyssa, dengan tatapan tajamnya


" Kita harus mengatakannya sekarang, kalian tidak inginkan seseorang yang hina berkeliaran di lingkungan kerajaan dan tidak pantas seorang yang kotor tinggal di istana, kita harus mengusir dia secepatnya "


Alyssa tertegun mendengar ucapan pamannya sendiri







Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.


Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️