
Saat ini Iva sedang berada didalam sebuah taksi, Iva memutuskan untuk pulang keapartemennya.
Iva mengarahkan pandangannya keluar jendela mobil. Air matanya beberapa kali menetes diwajahnya.
-----
Iva pov
Apa hidupku ini memang harus seperti ini saja, selalu sendiri dan selalu kesepian.
Tidak ada seorangpun yang mau menerima ku. Bahkan Ayah dan Ibuku saja meninggalkanku sendirian didunia ini,
ketika aku masih berusia tujuh bulan.
Dunia ini memang sangat kejam.
Tapi sepertinya ini hanya berlaku untukku saja. Dari aku dilahirkan sampai sekarang, hidupku begitu menyedihkan.
-----
Aku pikir sebentar lagi aku akan keluar dari zona menyakitkan ini.
Karena satu tahun yang lalu. Ayah dari laki-laki yang sangat aku cintai,
dia memintaku menjadi sekretaris untuk anak laki-lakinya, dan dia juga mengatakan padaku, kalau aku akan dijadikannya seorang menantu.
Yang artinya aku akan menjadi istri untuk anaknya itu.
Aku sangat senang sekali saat itu, karena Ayahnya sendiri yang memintaku, untuk menjadi menantunya. Tapi aku mengetahui seperti apa sifat anak laki-lakinya itu.
Dari saat itu, aku berusaha dengan sungguh-sungguh, memperjuangkan cintaku padanya.
Aku akan melakukan apapun agar aku mendapatkan hati dan cintanya.
Lalu kami akan menikah dengan alasan saling mencintai, bukan karena permintaan dari Ayahnya. Agar aku bisa menikmati saat hidup bersama dengannya nanti.
Namun malam ini, saat aku diajak oleh Ayahnya untuk ikut makan malam dan berkumpul dengan keluarganya.
Aku mempermalukan diriku sendiri.
Dia menolak permintaan Ayahnya, dia juga menunjukku sangat kasar.
Hatiku benar-benar hancur saat ini.
Aku pikir selama aku bekerja dengannya,
dia akan perlahan mencintaiku.
Karena dia selalu mau menerima apa
yang aku rekomendasikan untuknya.
Dia juga hanya mau bicara denganku dan tidak pernah mau menemui klien perempuan.
Apa maksud dari semua itu selama ini.
Apa aku harus berbuat sedikit lebih jahat, untuk hal semacam ini. Hal yang akan membuatku bahagia dan hidup dengan nyaman, bersamanya.
End
-----
Iva sudah sampai didepan apartemennya.
Dia melangkahkan kakinya masuk kelobby apartemen untuk memasuki lift.
Saat sudah berada dipintu kamar apartemen miliknya.
Membuka pintu apartemen
ceklek
Iva bingung
" Apa tadi pagi aku lupa mematikan lampuku "
gumamnya
Karena baru memasuki apartemennya, Iva merasa berbeda. Biasanya ketika dia masuk ruangan sangat gelap, tapi tidak untuk saat ini.
" Surprise " teriak alyssa dan alion dari belakang pintu apartemen
Iva berbalik kearah suara, lalu memperhatikan dua orang yang tidak asing didepannya saat ini.
" Oh. astaga..... sayang kaka sangat merindukanmu "
ucap Iva langsung menubrukan badannya pada Alyssa,
dan tidak sadar air matanya sudah mengalir deras diwajahnya
" Don't cry Onty " ucap alion ketika melihat iva menangis di pelukan mommynya
Iva mengarah keasal suara
" Yaampun, tampan Onty.
Lion mau peluk Onty sayang "
melepaskan pelukannya dengan alyssa,
langsung beralih kepada alion
" Tentu saja Onty " alion tersenyum, lalu merentangkan kedua tangan kecilnya
Iva segera memeluk Alion gemas, Iva sangat menyayangi keponakannya ini. Menciuminya beberapa kali.
Alyssa merasa sangat senang melihat kaka dan anaknya sangat dekat,
padahal mereka baru pertama bertemu secara langsung.
Alion biasanya sangat sulit diajak bicara dengan orang yang baru bertemu dengannya.
" Oh seperti ini, kaka sudah melupakan aku sekarang "
ucap alyssa becanda, karena melihat tingkah kaka dan anaknya
" Tidak sayang...
Kaka tidak pernah melupakanmu... terisak kembali
Kaka hanya punya kalian, kaka sangat menyayangi kalian. Kali ini kaka tidak akan pernah lagi mengijinkanmu untuk pergi dari sini " ucap iva dengan suara seraknya
Air matanya tidak berhenti untuk terus mengalir.
" Apa kaka sangat merindukanku, jangan menangis seperti ini. Menyedihkan sekali "
" Kaka hanya mempunyai kalian berdua, jangan kemana-mana lagi. Jangan pernah tinggalkan kaka lagi... Janji ya kalian "
Alyssa mengangguk tersenyum. Ternyata kakanya ini sangat merindukannya.
Alyssa pikir selama ini tidak ada yang peduli dengannya.
" Mom, ayo Lion sudah sangat lapar
Kata Mommy kita menunggu Onty pulang dulu baru makankan, sekarang onty sudah pulang Mom. Ayo "
rengek lion tidak sabar, karena dia sudah lapar sekali, lalu menarik tangan mommynya menuju meja makan
" Oh iya Mommy lupa, ayo sayang.
mengkuti alion
Apa kaka sudah makan malam.
Aku minta maaf karena memakai dapur kaka.... Hahaha "
" Sayang apartemen ini juga milik kalian, ini milik kita bertiga.
Kaka sudah makan malam sayang, kalian makanlah. Kaka akan menemani kalian saja "
Mereka bertiga menuju meja makan. Alyssa duduk disebelah Alion dan Iva diseberang mereka.
Alion memakan makanannya sendiri, Lion sangat pintar. Alyssa hanya membantu mengambilkan apa saja yang ingin Alion tambah dipiringnya.
Sekarang meja makan diapartemen mereka sudah seperti perkebunan sayur saja, berbagai macam sayuran ada diatas meja yang berukuran sedang itu saat ini.
Iva tidak terkejut karena iva memang sudah mengetahui kalau keponakannya sangat menyukai sayuran.
Memperhatikan cara makan Alion yang sangat lahap ketika memakan sayurannya, setiap suapan tidak pernah melupakan sayuranya.
Alyssa selalu menceritakan perkembangan Alion pada kakanya. Termasuk seperti apa makan Alion.
Namun kali ini Iva melihat keponakannya itu makan secara langsung, didepan matanya.
" Akhirnya onty bisa melihat Lion makan secara langsung seperti ini "
ucap iva memberi tahu lion yang asik dengan makananya
Alion kalau makan memang selalu diam, dia hanya fokus dengan makannya saja.
Dia tidak mau diajak bicara, kecuali dia yang mengajak Mommnya senidiri.
" Ternyata cara makan Lion sama seperti Daddynya ka. Daddynya juga makan seperti Alion, mereka seperti dua orang yang sama "
alyssa memberi tahu kakanya
cara makan lion juga mengingatkanku padanya
" Daddynya..... ?
Maksudmu kamu sudah menemukannya "
tanya iva terlihat bingung
Alyssa tersenyum bahagia, menganggukan kepalanya cepat.
Lion hanya fokus dengan makanannya.
Tidak memperdulikan dua orang dewasa yang membicarakannya, dan daddnya.
" Sayang..... akhirnya, kaka sangat lega. Kamu sudah menemukannya "
ucap iva senang,
iva sempat berpikiran buruk, kalau alyssa tidak akan pernah bertemu dengan daddynya alion. karena memang tidak ada informasi tentang laki-laki itu.
" Iya ka... Kami berdua hanya salah paham saja. Tapi aku belum bertanya apapun padanya, aku hanya mendengar sedikit cerita darinya saja "
Arion dan Alyssa memang belum menjelaskan keadaan mereka masing-masing pada saat mereka berpisah lima tahun ini.
" Alysaa... kaka memberitahumu ya "
menatap wajah adiknya serius
" Kalau dia memang salah, cobalah untuk memaafkannya.
Jangan sampai kamu menyesalinya nanti. Berikan dia kesempatan untuk membuktikannya padamu. Membuktikan kalau dia memang benar-benar mencintaimu dan menyayangi tampanku ini "
iva memberi pengertian pada alyssa agar alyssa tidak mengambil keputusan yang salah nantinya
" Iya kakaku sayang... Aku tidak pernah marah dengannya, dan aku sangatencintainga.
Aku hanya ingin bertanya saja nanti dengannya, kenapa bisa kami baru bertemu sekarang "
Alyssa hanya merasa sedikit ragu sekarang, dengan Arion.
karena, Alyssa merasa kalau Arion terlalu banyak menyembunyikan sesuatu darinya.
Terlalu banyak rahasia yang ingin Alyssa cari tahu.
Alyssa akan menanyakan secara langsung nanti dengan Arion.
Disaat mereka punya waktu berdua, karena beberapa hari terakhir ini.
Mereka selalu menghabiskan waktu bersama dengan Alion.
Alyssa tidak ingin merusak waktu bahagia mereka bertiga.
Alyssa juga masih sangat mencintai Arion. Namun ketika bertemu kembali dengan Arion, dari beberapa hari yang lalu. Alyssa merasa ada sedikit keraguan untuk Arion saat ini.
Sebelum Alyssa menanyakannya secara langsung nanti, pada Arion. Alyssa masih terus memikirkan hal tentang Arion.
•
•
•
•
•
Jangan lupa ya setelah membaca tekan like.
Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.
Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️