
~
Lily pov
Aku keluar dari kamarku untuk meminum air, karena ini kebiasaan ku sebelum tidur. ketika aku melewati kamar kakaku terdengar dering handpone. Ya kakaku sedang ada diBelanda sekarang. Aku melarangnya pulang setelah kepergian Grandpa.
Aku masuk kekamarnya yang terbuka.
" Dia sedang tidur ternyata "
aku mengambil handpone yang masih berdering itu.
" Tidak ada namanya, apa dia baru memberikan kontaknya pada seseorang. Sejak kapan dia melakukan hal semacam ini "
Aku mangangkatnya dan ternyata seorang perempuan. Dia menanyakan kakaku, aku sangat membenci perempuan yang menyukai kakaku, mereka sangat berlebihan mereka begitu terobsesi dengan wajah tampan yang dimiliki kakakku.
Aku mematikan panggilannya dan aku kaget, saat melihat wallpaper handpone kakaku seorang perempuan yang sangat cantik. Kalau perempuan ini pacarnya aku merestuinya.
Para perempuan itu selalu merepotkanku.
Waktu itu saat aku pulang sekolah, ada 4 orang perempuan menghadangku. Ya aku mengingatnya yang beberapa hari lalu menitipkan undangan ulang tahunnya kepadaku.
" Ada apa, kalian mau menitipkan sesuatu
lagi " tanyaku.
Kedua temannya memegangi tanganku, satu temannya berjaga memastikan tidak ada orang disana, dan perempuan yang memberikan undangan itu ia langsung menampar pipiku.
" Apa kamu tidak memberikannya, kamu tidak memberitahunya kan. Aku membuat acara spesial untuknya tapi dia tidak datang dan acara ulang tahunku berantakan, karena kamu tidak memberi tahunya "
Dia menarik rambutku sangat kencang
Aku tidak bisa bicara aku begitu takut, dia terus menampar pipiku dan sesekali menarik rambutku karena aku tidak menjawab, aku hanya menangis. Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini Mommy dan Daddy tidak pernah memarahiku dan kakaku, mereka selalu punya cara yang baik saat aku dan kakaku melakukan kesalahan. Beruntungnya aku saat itu ada seorang perempuan yang menyelamatkanku.
Setelah kejadian itu aku menutup diriku aku berhenti sekolah aku tidak mau bertemu orang luar kecuali Mommy, Daddy, kakaku dan kakaku penolongku.
Beberapa bulan setelah kejadian itu Grandma ku yang berada diBelanda meninggal, kami berangkat keBelanda. Setelah beberapa hari kami ingin pulang ke Ukraina dan mengajak Grandpa untuk ikut karena Mommy tidak Ingin Daddnya sendirian diBelanda. Namun Grandpa tidak mau dia tidak ingin meninggalkan negara istrinya itu. Mommy memutuskan agar aku dan Mommy tinggal disini dan bertujuan untuk pengobatanku juga agar melanjutkan sekolahku dan bertemu orang-orang baru disini.
End
~
-----
Apa dia melakukan kesemua perempuan.
Kenapa dia membohongiku. Aku juga mencarimu ditempat kamu berkuliah tapi semua mahasiswa yang aku tanyai mereka juga tidak tahu tentang mu. Kenapa kamu melakukannya padaku sayang. batin Alyssa
Iva yang saat ini ada didekat Alyssa dia mendengar, ternyata yang mengangkat telpon Alyssa seorang perempuan.
" Sudah kaka beritahukan kamu. Semua laki-laki itu sama saja. Apa yang kalian bicarakan, bahasa apa yang kalian gunakan. Kaka tidak mengerti " ucap iva ingin tahu, dia tidak mengerti karena bukan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.
" Ya semua laki-laki itu sama saja. ia sudah melupakanmu dan sudah mempunyai kekasih baru " sambung iva
Alyssa menyadari sesuatu.
" Apa Arion ada diBelanda sekarang. Perempuan tadi bicara menggunakan bahasa Belanda. Apa dia Adiknya, sepertinya iya. Aku akan menyusulmu nanti sayang.
Aku akan menyelesaikan Sekolahku terlebih dahulu. Anakmu ini begitu merindukanmu. Ia ingin sekali kamu mengelus perutku ini " guman alyssa sambil tersenyum bahagia
apa, dia ingin mengejarnya kebelanda yang benar saja. kenapa ia begitu yakin dengan lelaki ini. pendiriannya begitu teguh bukan seperti perempuan pada umumnya ia berbeda.
" Kamu mau menyusulnya keBelanda, apa kamu gila. Kamu dengar sendiri kan yang mengangkat telponnya tadi seorang perempuan "
" Sepertinya perempuan tadi itu adiknya " ucapnya Alyssa yakin
" Kamu yakin kalau itu Adiknya " memastikan alyssa
" Sangat yakin. Adik dan Ibunya tinggal diBelanda. Aku harus pindah kesana setelah kelulusanku "
" Biaya untuk kesana mahal, bagaimana tempat tinggalmu, bagaimana dengan kehamilanmu. Akan susah kamu lalui sendiri disana "
" Aku tinggal pergi, dan membeli apartemen baru disana. Jangan menghawatirkanku, aku pasti menemukan Daddynya " ucap Alyssa yakin dan enteng
Iva tidak bisa menjawab lagi
betulkan dia perempuan yang tangguh. kenapa bisa seperti ini ia tidak terlihat terbebani sedikit pun.
-----
1 bulan kemudian
Alyssa sudah menyelesaikan Sekolahnya.
Ia lulus dengan nilai terbaik, dan Iva sangat bangga dengan adiknya ini.
Hubungan mereka sekarang seperti adik dan kaka kandung. Mereka saling menyayangi satu sama lain.
Setelah acara kelulusan selesai, mereka memutuskan untuk langsung pulang keapartemen.
" Wah kamu benar-benar hebat. Kaka tidak pernah melihatmu belajar, tapi kamu malah mendapatkan nilai terbaik " ucap Iva bangga
Ketika mereka sudah istirahat disofa apartemen.
" Aku sudah mempelajarinya disekolah lamaku "
" Yang benar saja..."
tanya nya tidak percaya.
ia sedang hamil sekarang, seharusnya ia tidak fokus pada sekolahnya, tapi kenapa bisa mendapatkan nilai terbaik. apa dia seorang jenius.
Iva diam-diam begitu mengagumi pribadi adiknya ini, ia sangat bangga dengan adiknya.
Iva mengambil raport yang dipegang Alyssa. Untuk memastikan nilai terbaik yang didapat kan Adiknya.
" Farsiris Alyssa Selly ternyata namamu seindah wajahmu. Kenapa tidak dipangil Selly saja.....???
Kaka seperti sudah sering menyebut nama Selly. Bagaimana kalau kaka memanggilmu Selly saja " iva mencoba mengingat nama selly
" Ya jelas saja kaka sering menyebutnya. Ketika kita masuk apartemen, dari pertama aku pindah sampai sekarang kaka selalu bilang selamat datang di Selly Rasidence Nona " ucap Alyssa sambil mencontohkan apa yang biasa Iva lakukan saat mereka memasuki loby apartemen.
" Hahaha. Iya ya pantas saja kaka merasa begitu sering mengucapkannya "
" Kaka aku sudah memutuskan kalau lusa aku akan pindah keBelanda. Semua yang kuperlukan sudah siap aku tinggal berangkat saja nanti "
Iva hanya menatapnya sedih. Ia begitu tidak rela ditinggalkan adiknya ini hanya untuk laki-laki yang tidak tau dimana dia berada sekarang.
" Kaka tenang saja aku sudah membeli apartemen disana jadi ketika aku sampai aku bisa langsung istirahat. Kaka tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku akan baik-baik saja disana. Sepertinya aku juga lebih suka tinggalndisana, dari dulu aku ingin sekali ke negara kincir angin itu "
" Kamu yakin, akan sendirian disana. Apa kaka perlu ikut untuk menemanimu "
" Oh iya kamu harus menjual apartemenmu ini, bawa uangnya kesana. Disana kamu akan membutuhkan uang yang banyak, dan juga biaya untuk bayimu " ucap Iva sedih
" Menjualnya dengan siapa.. ??? " tanya Alyssa bingung, Iva menyuruhnya untuk menjual apartemennya
" Aku akan memberikan apartemen ini untuk kaka. Kaka tinggallah disini " ucap Alyssa santai
" Hay yang benar saja. Kamu perlu uang, kaka akan membantumu menjualnya " bersikeras ingin membantu Alyssa untuk menjual apartemen yang mereka tinggali
Alyssa tersenyum
" Yasudah kalau begitu, bantu aku untuk menjual semua apartemen yang belum ada pemiliknya disini "
" Apa..? Kaka bukan bagian marketing apartemen ini. Kaka akan membantu menjual punyamu saja "
" Apa kaka mau jadi bagian marketing residence ini " tanya Alyssa
" Ya tentu mau, agar kaka ada tambahan untuk biaya hidup kaka, setelah kamu pergi. Selama kamu ada disinikan kaka ikut makan denganmu "
" Ya sudah kalau begitu kaka diterima,
kaka akan bekerja menjadi marketing apartemen ini.
Aku akan memberi tahu kemanagernya " ucap Alyssa sungguh
" Kamu kenal dengannya " tanya Iva bingung dan penasaran
" Tidak kami hanya sebatas bos dan karyawan saja " Alyssa merasa sudah jadi bos sekarang
" Kamu karyawan diresidence ini, kenapa kaka tidak mengetahuinya " bingung
" Bukan, dia yang bekerja untuk adikmu ini " jawab Alyssa sombong
Iva baru menyadari sesuatu
" Hah maksudnya kamu bosnya.
Yang benar saja. " tanyanya penasaran
" Iya kakaku " jawab Alyssa cuek
aku bisa merasakan dia berbeda dari pertama kami bertemu dia perempuan terhebat yang aku temui selama ini
" Siapa kamu sebenarnya " tanya Iva tanpa basa basi, karena ia begitu penasaran dengan kehidupan yang dijalani Alyssa
" Aku.. aku ya aku Alyssa bukan Iva " tertawa karena merasa lucu kakanya bertanya hal yang menurutnya aneh
kenapa aku baru menyadari ini astaga bodoh,
aku selama ini sangat hawatir dengannya, ternyata kehidupannya begitu baik selama ini
" Dari mana kamu mendapatkan semua ini. Apa Selly hotel juga milikmu "
tanya Iva curiga
Jelas saja curiga, aparteman dan hotelnya sangat benyakempunyai cabang, dan sangat terkenal di Ukraina.
" Ayah yang memberikannya padaku. Tapi semua ini memang hakku, aku pewaris tunggal jadi aku berhak menerimanya " memberitahu kakanya yang sebenarnya
" Kehidupan seperti apa yang kamu jalani selama ini ??? "
" Maksud kaka " tanya iva bingung
" Ketika kaka pertama kali bertemu denganmu kaka sangat takut kamu melakukan hal yang tidak-tidak, kaka sangat takut dan sangat hawatir dengan keadaanmu waktu itu.
Tapi setelah kaka lebih mengenalmu.
Kaka begitu takjub dengan kehidupan mu " memberitahu kehawatirannya selama ini
" Why " tanya Alyssa bingung
" Kaka hidup sendiri kaka merasakannya.
Dan jika kaka menjadi dirimu kaka tidak akan bertahan sampai sekarang" karena dia sangat tahu bagaimana hidup sendiri selama ini
Alyssa hanya menatapnya bingung
" Kamu hamil diusia yang masih sangat muda. Kamu juga masih berstatus pelajar, kamu diusir dari rumah, dan yang lebih parah Daddy dari bayi ini meninggalkanmu "
mengelus perut adiknya
" Tapi kamu begitu mudah menjalaninya tanpa merasa terbebani dan kamu begitu yakin akan menemukan laki-laki yang tidak pasti keberadaannya. Kamu sangat tangguh, sangat percaya diri, pendirianmu juga sangat teguh, dan berpikiran terbuka. Kaka selama ini diam-diam mengagumimu " ucapnya malu
Alyssa tersenyum mendengar pengakuan kakanya yang sedikit menggelikan itu menurutnya.
" Itu memang kehidupanku. Aku memang bukan seorang Putri lagi sekarang, saat aku diusir dari Istana. Tapi jiwa seorang Putri sudah mendarah daging di hidupku "
Alyssa tidak sadar dengan ucapannya sendiri, karena terhanyut dengan kekaguman kakanya. Dia tidak sengaja memberitahu kakanya kalau dia seorang putri dulunya.
-----
Bandar Udara internasional Ukraina
Pagi-pagi sekali Iva mengantarkan Alyssa kebandara. Karena memang Alyssa yang mengambil peberbangan sepagi ini.
" Jaga dirimu baik-baik disana. Jangan pernah melupakan makanmu. Kaka akan memarahimu jika terjadi sesuatu kepadamu " memeluk adiknya lagi, sudah berapa kali dia memeluk alyssa pagi ini. Iva sangat sedih karena harus ditinggalkan adiknya pergi. Dia akan sendiri lagi sekarang.
" Siap bos aku akan menjaga diriku dan
bayiku. Bos tenang saja " jawab Alyssa bercanda.
Dia tahu kalau kakanya sangat sedih saat ini, jadi dia berusaha untuk membuat kakanya tersenyum.
" Jangan becanda sekarang. Ya sudah cepat sana " mendorong Alyssa karena ia sudah tidak tahan lagi dengan air matanya. Yang sejak tadi ditahanya
" Dah kaka mungkin 5 atau 10 tahun lagi aku akan pulang kesini " ucap Alyssa sambil melambaikan tangannya
" Apa yang kamu bicarakan itu lama sekali " teriak iva
" Dadah kakaku tersayang " meninggalkan Iva yang masih diam berdiri menatap kepergianya
" Dia tidak pernah mengingkari janjinya. Tapi itu sangatlah lama hiksss hiksss " air matanya sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Mengalie begitu banyak.
Iva langsung pulang keapartemannya. Karena memang hari ini akhir pekan.
•
•
•
•
•
Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.
Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️