
Alyssa dan Arion sudah berada diarea parkir mall, mall terbesar dinegara ini.
Mereka turun dari mobil sport dikendarai Arion yang sudah terparkir.
" Sayang ayo " berbalik kebelakang, karena arion sangat lama
Tidak ada sahutan dari Arion
" Kamu sepertinya tidak suka, ketika aku mengajakmu untuk menemui kakaku "
Alyssa bingung dengan sifat arion siang ini yang agak aneh menurutnya.
Karena dari tadi Arion memperlambat semua yang dilakukannya. Seperti saat mandi, memakai pakiannya, mengendari mobilnya dan sekarang Arion sangat males melangkahkan kakinya untuk memasuki mall yang dia datangi bersama Alyssa, saat ini mereka masih berada diarea parkir mall.
" Sayang ayo... " paksa alyssa.
Alyssa sudah mulai kesal dengan arion, karena mereka sudah terlambat cukup lama untuk menemui kakanya.
Alyssa mendahului Arion melangkahkan kakinya, memasuki mall. Meninggalkan Arion yang masih diam ditempatnya.
Saat tiba-tiba merasa Alyssa meninggalkannya, Arion berlari mengejar untuk ikut masuk kedalam mall.
" Sayang " arion yang tiba-tiba menarik lengan alyssa untuk menghentikan langkahnya
" Aku tidak ingin bertemu dengan perempuan manapun " bicara begitu lembut, menatap alyssa dalam
Alyssa mengerutkan keningnya, cukup bingung dengan perkataan Arion
" Tidak ingin " ulang alyssa. Yang diangguki cepat oleh Arion
" Perempuan yang akan kita
temui ini kakaku " yang sudah dibuat kesal
" Iya aku tahu itu sayang, aku hanya tidak ingin menemui perempuan manapun " ulangnya
Alyssa teringat dengan perkataan Lily kalau kakanya tidak pernah mau bertemu dengan perempuan manapun.
Arion tidak suka dibertemu dengan perempuan karena mereka mengaguminya terlalu berlebihan. Pikirnya
" Sayang kalau kamu berpikiran kakaku akan menyukaimu. Itu tidak akan terjadi dan
tidak mungkin juga dia menyukaimu dan mengambilmu dariku. Aku tidak akan membiarkannya "
" Aku hanya tidak ingin menemui perempuan manapun. Tidak takut dia menyukaiku " bantahnya
Alyssa tersenyum, dia tahu bagaimana caranya membujuk Arion yang sangat keras kepala ini. Sama dengan Anaknya Lion, ya jelas sama orang mereka seorang anak dan ayah.
Kalau dia keras juga dia akan lebih keras lagi, jadi Alyssa akan mengendalikan sifat keras kepalanya Arion.
" Kakaku itu perempuan baik sayang. Aku yang ingin mengenalkan kamu dengannya, bukan dia yang memintaku " menunjukan wajah memelasnya
" Ya sayang ya " bergelayut manja dengan lengan arion
" Aku juga akan marah denganya jika dia menyukaimu " sambung alyssa, memasang wajah tidak sukanya
Arion tersenyum, karena tingkah Alyssa yang menurutnya sangat mengemaskan
" Aku tidak menyukai perempuan manapun, kecuali kamu, mommy, lily dan seorang perempuan yang pernah monolong lily dulu "
menatap alyssa dalam lalu.
Arion memeluk Alyssa erat, mereka tidak sadar kalau mereka berpelukan ditengah-tengah mall dan menjadi pusat perhatian semua orang.
Berhasilkan, benar-benar sama ternyata Ayah dan anak ini.
Siapa yang tidak mengenal seorang Gavin Arion Kenzie dinegara ini.
Arion merupakan miliarder otomotif termuda.
Beberapa bisnis yang dijalani Arion yang membuatnya menjadi miliarder muda dengan kekayaan terbesar pertama di Erofa.
Arion yang menyadari, kalau mereka berdua sedang diperhatikan. Malah mempererat pelukannya.
Arion seperti itu dengan tujuan ingin memberi tahu kalau dia sudah mempunyai perempuan yang sangat dicintainya.
" Apa kamu senang " menatap alyssa yang masih berada dipelukannya
" Kenapa " melonggarkan pelukannya, mendongakan kepalanya manatap arion
" Karena aku hanya bisa mencintaimu.
Dan tidak bisa menemui perempuan manapun kecuali yang kusebutkan tadi "
" Tentu saja aku sangat senang. Dan terimakasih karena hanya aku yang kamu tunggu selama ini " tersenyum, mencium pipi Arion
" Sayang yang aku maksud kakaku ini, dia perempuan yang pernah menolongku. Kamu juga harus menemuinya dan berterimakasih padanya. Dia yang membawaku kerumah sakit, ketika aku pingsan saat hamil Alion dulu " alyssa teringat dengan keadaannya dulu, saat berusaha mencari arion
" Iya...iya. aku harus mengucapkan terimakasih padanya. Karena sudah menolong istri dan anakku "
mencium puncak kepala alyssa
" Benar mau kan sayang "
yang diangguki oleh arion " Ayo " ucap alyssa senang, menarik lengan supaya Arion mengikutinya kerestoran yang ada dimall ini
Melangkah menuju tempat yang sudah dipesan olehnya, Iva juga sudah lama menunggunya disana.
Saat memasuki restoran itu, beberapa karyawan disana membungkuk pada Arion, bahkan sampai manager restoran ikut membungkuk hormat padanya.
Manager restoran ini menghampiri Arion.
" Mari tuan, saya antarkan. Tuan Max sudah menunggu anda " kata manager itu sopan dan tersenyum
Arion merengkuh pinggang Alyssa, untuk mengikuti manager itu.
" Sayang... kamu mau bertemu siapa, bukannya kita kesini untuk menemui kakaku "
" Sebentar saja, ada yang ingin aku bicarakan dengan Max. Dimana kakamu " sambil memperhatikan seluruh ruangan direstoran ini. Mencari seorang perempuan yang maksud Alysa
" Dia sudah ada disini sayang " menatap arion tidak suka dan ingin melepaskan diri dari Arion
" Silahkan tuan " saat sudah sampai dimeja yang dimaksudnya, lalu meninggalkan mereka berempat.
Arion menarikan kursi untuk Alyssa, dia masih belum menyadari seorang perempuan yang ikut satu meja dengan mereka.
" Ayo sayang " menarik lengan alyssa agar duduk disampingnya
" Hay nona, aku pikir Gavin berbohong denganku. Kalau dia sudah menemukanmu " max sangat senang bertemu dengan alyssa kembali
Alyssa mengarah keasal suara, tersenyum senang. Dia ingat dengan laki-laki yang ada didepannya saat ini. Lalu pandangannya berpindah
" kaka " Alyssa senang melihat kakanya ada dimeja yang sama dengan teman Arion
Hanya tersenyum, menanggapi adiknya.
Iva begitu memaksakan senyumannya disaat hatinya benar-benar teluka.
Arion memperhatikan perempuan yang dipanggil Alyssa kaka.
Dia
" Sayang, dia kakaku yang aku ceritakan padamu " menghampiri iva, alyssa memeluk erat iva
" Hay gadis kecil, yang kamu panggil kaka ini dia sekretaris suamimu. Ini kebetulan yang sangat luar biasa. " ucap max memberitahu
kenapa harus dia, batin Arion
Alyssa bergantian memperhatikan Arion dan kakanya, yang terlihat canggung.
Ada apa ini, aku merasakan sesuatu yang tidak enak saat ini
" Benar sayang " tanya alyssa menatap arion, arion mengangguk mengiyakan
" Jadi kaka yang menyelamatkan
adiknya " tanya alyssa lagi
iva hanya bisa mengangguk
aku harus bisa, demi adik tersayangku ini
" Wahh, ini sangat luar biasa aku jadi semakin menyayangi kaka " kembali memeluk kakanya, namun lagi-lagi tidak ada respon darinya
" Sayang ayo duduk "
Arion menarik lengan Alyssa, agar kembali duduk disampingnya
Mereka berempat memesan makanan, karena memang sudah memasuki Jam makan siang.
Daftar menu yang sudah ditinggalkan oleh pelayan.
" Tuan aku masih mengingat namamu.
Tuan Max kan. Apa kalian berdua sepasang kekasih " tersenyum menggoda
" Tidak " bantah iva cepat
" Dia memang tidak pernah mengakui ku sebagai kekasihnya " sahut mak
Arion hanya diam memperhatikan Alyssa yang dari tadi terus bicara
" Kenapa memangnya " penasaran, karena kakanya juga harus mempunya kekasih
" Dia mencintai seseorang " ucap max cuek
Iva membulatkan matanya
" Tidak aku tidak mencintai seseorang " bantah iva, memperhatikan arion yang seperti tidak suka dengan keberadaanya
" Tunggu. " menatap kakanya dan Arion bergantian
" jadi bos dingin yang selama ini kaka ceritakan padaku, jadi dia " tunjuk alyssa pada arion.
•
•
•
•
•
Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.
Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️