
satu bulan yang lalu
Alyssa dan Ayahnya sedang makan malam bersama. Seperti biasanya mereka hanya berdua, kecuali ada acara atau kunjungan keIstana, baru akan ramai dimeja makan mereka.
" Sayang, apa kamu sibuk dalam satu minggu
kedepan...? " bertanya pada alyssa, ketika sudah menghabiskan makan malamnya
Alyssa berusaha mengingat apa ia ada kegiatan atau tidak.
" Sepertinya tidak ayah, ada apa memang?
Ah iya Alyssa baru ingat, satu minggu kedepan sekolah diliburkan. Karena untuk persiapan try out "
" Bagus, Ayah akan memberikan kamu pekerjaan. Kamu mau kan "
" Tentu saja Alyssa mau Ayah, pekerjaan apa itu " tanya alyssa antusias, alyssa memang suka sekali melakukan berbagai macam hal. dia sangat menyukai tantangan.
" Hanya mendampingi tamu dari kota saja. Mereka berkunjung keIstana untuk tambahan nilai kelulusan mereka " jelas sang ayah
" Oh... itu sangat mudah Ayah. Alyssa sudah pernah melakukannya waktu itu bukan.
Apa mereka dari sekolah yang sama ?? "
Karena sebelum-sebelumnya juga sudah ada beberapa sekolah yang melakukan kunjungan keistana mereka.
" Kali ini bukan, mereka seorang mahasiswa dari Universitas terbaik di negara ini "
" Apa yang benar saja Ayah, mereka lebih pintar dari Alyssa. Anak Ayah ini masih seorang pelajar, bagaimana bisa mendampingi seorang mahasiswa "
tidak percaya diri ketika mendengar akan mendampingi mahasiswa bukan seorang pelajar
" Ayah yakin, anak Ayah pasti bisa. Tenang saja mereka orang-orang pilihan,
dan terdidik jadi mereka tidak akan terlalu menyusahkanmu " berusaha merayu putrinya
" Benarkah ... semoga saja. Kapan mereka akan kesini "
" Mereka berangkat tadi sore mungkin besok pagi sudah berada diistana. Dan mereka juga akan tidur istana "
" Ayah yang benar saja, kenapa tidak dipenginapan sama seperti sebelumnya " alyssa tidak ingin terjadi keributan didalam istana, bagaimana kacaunya nanti pikirnya
" Mereka hanya empat orang sayang dan seorang dosen pembimbing "
----
04.35 am
Didepan Istana Kerajaan.
Beberapa orang terlihat berkumpul, mereka sibuk dengan barang bawaan mereka.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki dan satu pengawalnya, terlihat sangat berwibawa.
" Selamat datang para penerus bangsa " sambut raja, ketika sudah berada didepan para wahasiswa yang berkunjung keistananya
" Yang Mulia, anda terlalu berlebihan.
Terimakasih atas sambutannya dan maafkan kami karena datang terlalu pagi.
Membuat kalian kerepotan karena harus menyambut kami pagi-pagi sekali " ucap mr.matteo sopan dan merasa sangat tidak enak dengan raja, beliau adalah seorang dosen dari para mahasiswa ini
" Dan maafkan saya, karena hanya ada beberapa anak buah saja, yang bisa menyambut kalian " yang juga merasa tidak enak
" Itu tidak masalah Yang Mulia " mr.matteo
" Silahkan masuk mr, saya akan memberitahukan apa saja yang akan kalian lakukan nanti disini " perintah sam, sipengawal pribadi kerajaan. Yang akan memberikan pengarahan untuk mereka.
" Ayo masuk " ajak mr.matteo pada keempat mahasiswanya
Mereka memasuki istana, langsung menuju ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat.
Samuel memberitahu apa saja yang akan mereka lakukan, dan dimana mereka akan menginap selama satu minggu kedepan.
" Apa kalian akan langsung beristirahat, saya ingin mengajak kalian kesuatu tempat " yang mulia menghampiri mereka, ketika keluar dari ruang rapat
Gavin mau mengiyakan kalau dia ingin beristirahat, tetapi didahului oleh Max.
" Sepertinya tidak Yang Mulia, kami sudah merasa sangat cukup beristirahat dimobil "
" Bagus. Ayo ikut dengan saya, kita akan menunggu matahari terbit ditaman belakang "
ajak raja, pada keempat mahasiswa dan satu dosen mereka itu
Lalu Yang Mulia melangkah kearahpa sam,
" Bangunkan Alyssa bilang kalau mereka sudah tiba, sekarang berada ditaman belakang " perintahnya pada sam
-----
Mereka sudah berada ditempat yang
dimaksud oleh Yang Mulia Raja.
Posisi taman yang menghadap ke arah timur ini membuat mereka bisa menyaksikan pesona sunrise.
Mereka menyaksikan cahaya kekuningan yang sudah mulai muncul. Pesona berhasil menarik perhatian siapa saja yang melihatnya.
Taman yang sangat indah. Ada pula gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa mereka gunakan sembari menikmati sunrise pagi ini.
" Ayah apa Alyssa terlambat " teriaknya dari kejauahan
Semua orang kecuali Gavin, kompak menoleh kearah asal teriakan seorang perempuan itu.
Gavin masih menundukan kepalanya, ia benar-benar badmood saat ini. Sifatnya memang seperti itu, ketika dia lagi badmood dia akan berdiam diri, tidak memperdulikan orang lain disampingnya.
" Oh shitt man. pagi-pagi begini sudah disuguhkan bidadari yang sangat cantik " Aston yang begitu terpukau dengan kecantikan Alyssa
" Apa dia seorang manusia " tanya Max yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya " Vin apa benar dia manusia " bertanya lagi pada Gavin yang ada disebelahnya untuk memastikan kalau yang dia lihat manusia
" Ya mana aku tahu " jawab gavin kesal, lalu menoleh kearah yang dimaksud oleh Max
Deg...
Ketika Gavin menatap Alyssa,
dia merasa ada yang tidak beres dengan keadaan jantungnya saat ini.
ada apa dengan jantungku, batin Gavin
" Tidak sayang...Kemarilah "
panggil yang mulia pada Alyssa
Alyssa melangkah pelan mendekati Ayahnya
" Hari ini mereka bersantai saja,
besok baru kamu dampingi mereka "
ketika Alyssa sudah berada di hadapannya
Alyssa mengangguk mengerti, menampilkan senyumannya yang sangat manis dan begitu indah.
Hey kenapa kau tersenyum begitu manis
Gavin tak henti-hentinya menatap Alyssa
" Perempuan cantik ini putri saya, dia yang akan mendampingin kalian nanti " jelas yang mulia mengenalkan putrinya
" Sayang lanjutkan ya, Ayah akan kembali keistana " mencium puncak kepala alyssa, lalu beralih ke Mr.Matteo
" Ikut denganku Mr " yang langsung diikuti Matteo dari belakang