Where Are You

Where Are You
Hamil



Alyssa menghampiri tempat makan, yang sudah ada ayahnya saat ini.


Akan tetapi ketika mau duduk, Alyssa langsung berlari kearah kamar mandi yang berada diruang makan itu untuk memuntahkan isi perutnya lagi ???


Ayahnya terlihat bingung dengan keadaan putrinya, ia berdiri mengikuti putrinya yang masih berada di dalam kamar mandi.


" Sayang kamu tidak apa-apa, kenapa kamu tidak bilang dari tadi, kalau kamu masih sakit sayang...? "


ikut masuk kedalam kamar mandi, memperhatikan kondisi putinya yang sangat lemah. ayahnya terlihat begitu khawatir.


" Ayah akan memanggilkan Dokter Luccas "


keluar dari kamar mandi, menghampiri Sam yang sedang ada diruang kerjanya.


" Sam panggilkan Luccas sekarang dia harus memeriksa keadaan putriku saat ini "


perintahnya yang langsung diangguki oleh sam


Sam melangkah kearah telepon, yang berada dimeja kerja tuannya. Menghubungi Dokter Luccas, memintanya untuk segera datang keistana.


Setelah memberi tahu Sam, ia kembali menghampiri putrinya yang masih ada di dalam kamar mandi.


" Ayah aku hanya sedikit mual, aku tidak tahu ini karena apa, ini sangat aneh ayah...


Ayo kita kembali ke temlat makan ayah "


menarik lengan ayahnya menuju meja makan


Ketika sudah mendekati meja makan.


Alyssa kembali berlari lagi ke kamar mandi untuk memuntahkan sisa-sisa makanan di perutnya.


" Sayang jangan membuat ayah takut. Ayah sangat khawatir sayang "


ucap ayahnya yang sudah berada didalam kamar mandi, lalu mencoba memijat lembut tengkuk putrinya


" Ayah sepertinya Alyssa tidak bisa mencium aroma makanan yang ada dimeja makan saat ini. Alyssa merasa pusing dan mual ketika mencium aroma masakan itu "


Ayahnya mengernyitkan keningnya


" Ayah ini aneh sekali. Alyssa tidak mengerti sekarang tapi tidak apa-apa Alyssa bisa mengatasinya. Alyssa tidak merasakan sakit apapun kecuali ingin muntah, jadi ayah tenang saja " memberi tahu ayahnya, agar tidak hawatir padanya


Ayahnya merasa cukup lega karena Alyssa tidak merasakan sakit apapun. Mereka keluar dari kamar mandi, ayahnya mendekati meja makan


" Ini makanan kesukaanmu sayang. Bina membuatkannya spesial untukmu, karena kita mau makan malam bersama. Kenapa kamu tidak menyukainya " tanya ayahnya bingung pada putrinya, sambil menunjuk olahan daging sapi ditempat makan itu


" Alyssa juga tidak mengerti ayah "


Alyssa melangkan kakinya perlahan, menuju sofa kecil yang berada cukup jauh dari meja makan


" Tunggu Dokter Luccas, sebentar lagi dia akan datang " menghampiri putrinya


" Iya ayah "


Ayahnya juga ikut mendudukkan dirinya disofa samping Alyssa, beberapa menit kemudian datanglah Dokter Luccas.


Dokter Luccas mengamati keadaan Nona mudanya, ia merasakan firasat yang tidak mengenakkan.Lalu memerintahkan beberapa pelayan untuk mengantarkan Nona muda kekamarnya. Dan ia menyusul bersama dengan yang mulia raja.


Setelah memasuki kamar, Dokter Luccas kembali memperintahkan Alyssa.


" Lakukan yang terbaik untuk anakku Luc.


Aku hanya mempunyai dia saat ini "


berdiri disamping dokter luc, sambil memperhatikan putrinya


" Iya Yang Mulia, itu memang tugas saya.


Santai saja, anda bisa duduk. Ini tidak


apa-apa " menyiapkan alat-alatnya dan melakukan langsung pemeriksaan


Firasat yang tidak mengenakkan itu ternyata benar Dokter Luccas diam. Ia memandangi wajah lugu Putri yang sangat cantik itu.


Siapa yang berani melakukan hal keji ini ??


Aku tidak percaya nona melakukan hal semacam ini, apa nona melakukannya atas dasar suka sama suka dengan seorang


laki-laki...!


Tapi siapa yang berani menyentuhnya,


Ini tidak akan terjadi aku sangat mengenal sifat anak ini ??


batin dokter luccas dengan penuh pertanyaan dkepalamya


" Yang Mulia Raja sepertinya kita harus keluar sekarang, membiarkan Nona untuk istirahat saat ini " ketika dokter luccas melakukan pemeriksaan alyssa tertidur dengan sangat lelap


" Dan saya akan memberitahu apa yang dialami putri anda sekarang " sambung dokter luccas.


" Baiklah " memperhatikan putrinya sebentar


Dokter Lucc dan Ayah Alyssa keluar dari kamar Alyssa untuk kembali turun


" Yang Mulia, bisakah kita ketempat lain. Untuk membicarkan hal ini, hanya kita berdua saja " tanya dokter luccas, karena ketika mereka turun ada beberapa pelayan diruang tamu yang berlalu lalang


" Aku tidak ada waktu sekarang " yang ingin secepatnya menemui putri kesayanganya


" Ini sangat penting Yang Mulia " dokter lucc memasang muka yang sangat serius, menatap yang mulia


" Hhmm, baiklah " beranjak, berjalan mendahulian dokter luccas


Mempersilahkan dokter lucc duduk disofa yang sangat empuk dan lembut itu.


" Katakan sekarang "


" Yang Mulia saya sangat tidak enak untuk mengatakan ini kepada anda "


Heningg !!


" Katakan apa yang sebenarnya terjadi pada Putriku. Sebelum-sebelumnya ia tidak pernah mengalami hal seperti ini " yang terlihat sangat menghawatirkan putri semata wayangnya itu


" Maafkan saya Yang Mulia.


Putri anda sedang hamil saat ini.


Ketika saya melihat dia saja saya sudah mengetahui akan hal itu, dan ya itu memang benar ketika saya melakukan pemeriksaan tadi " dokter lucc mengatur perkataannya sebaik mungkin


Setelah mendengar penjelasan dari Dokter Luccas, Yang Mulia langsung memanas, beranjak dari duduknya menarik kerah jubah putih yang dikenakan dokter luccas saat ini


" Apa kamu bilang ?? Anakku tidak akan melakukan hal seperti itu. Sangat tidak masuk akal, dia tidak pernah berpikiran hal semacam itu dan tidak tahu akan hal itu, dia sangat lugu tidak mungkin dia hamil "


dengan suara yang penuh amarah dan emosi


" Yang Mulia. Maafkan saya, saya juga berpikiran seperti itu, saya tahu betul dengan Putri anda, saya juga masih belum mengerti. Kenapa hal ini bisa terjadi pada Putri anda.


Saya sangat mengetahui sifat dari Nona. "


Melepaskan kerah jubah dokter lucc, kembali duduk. Mendengarkan apa yang diucapkan dokter luccas kembali


" Yang Mulia maafkan saya. Saya tidak tau apakah ini dilakukan secara paksa atau dengan tidak kesadaran dari nona.


Saya benar-benar minta maaf, mengatakan hal ini Yang Mulia " sambung dokter lucc


dengan perasaan sedih dan takut


Heninggg !!


" Apa yang harus aku lakukan untuk Putriku, dia masih sangat kecil baru mau masuk 18 tahun, dan dia masih berstatus pelajar "


tanya yang mulia kepada dokter lucc, dengan suara yang sudah sangat lemah


" Yang Mulia sebaiknya kita harus merahasiakan ini untuk sementara waktu.


Saya akan memikirkan yang terbaik untuk Putri anda Yang Mulia "


Dokter lucc tidak mau terjadi sesuatu dengan nona mudanya, jika orang-orang mengetahui kehamilannya. Dan


meyakinkan Yang Mulia untuk merahasiakan kehamilan putrinya


" Ya sudah, tinggalkan saya sendiri "


perintahnya datar


" Baiklah Yang Mulia, jaga kesehatan anda dan selamat malam Yang Mulia " berdiri dan meninggalkan ruangan


-----


Sepeninggal dokter lucc


" Kenapa terjadi seperti ini..??


Ya Tuhan aku tidak pernah memikirkan ini terjadi pada putriku.


Aku menyalahkan diriku sendiri aku yang tidak becus menjaganya,


aku yang selalu mementingkan tugasku tidak bisa membagi waktu dengan Putri ku sendiri.


Apa yang harus aku lakukan sekarang. Maafkan aku istriku aku tidak bisa menjaga anak kita, semua salahku sayang apa yang harus aku lakukan sekarang "


sambil memandang frame foto yang menempel didinding ruang kerjanya


Setelah cukup lama menyalahkan dirinya. Yang Mulia masuk kekamar Alyssa untuk memeriksa bagaimana keadaannya putrinya sekarang.


Menatap lembut putrinya yang sedang tidur pulas itu, sangat lugu, sangat polos. Dan benar-benar tidak percaya akan hal itu.


Tetapi Dokter Luccas mengatakan hal yang benar-benar membuat dia percaya bahwa Putrinya sedang hamil.


" Ayah tidak pernah berpikiran sampai kesini sayang. Ayah tidak tahu sekarang perasaan Ayah seperti apa..... Ayah kecewa denganmu dan Ayah juga menyesali diri Ayah saat ini. Kenapa hal ini bisa terjadi padamu sayang apa kamu benar melakukannya ?? "


tanyanya dalam keadaan alyssa yang tertidur sangat pulas


Tidurlah sayang "


mengecup kening sang Putri


Keluar dari kamar putrinya turun kembali memasuki kamar utamanya.


" Aku harus cepat mengambil keputusan.


Sayang aku tidak tahu sekarang bagaimana lagi caranya "


mengadu dengan sang istrinya, yang sudah berbeda alam dengannya


Berakhir di jam 03.45 dini hari Yang Mulia masih larut dalam mengambil keputusan terbaik untuk Putrinya.


Yang Mulia sudah yakin dan pasti keputusan yang dia ambil benar.


Saat dirasa sudah selesai. Merebahkan tubuhny memaksa untuk memejamkan matanya. Pikirannya benar-benar kacau.


Ini AIB. Tuhan kenapa kamu memberikan aku kehidupan seperti ini, kehidupan yang sangat berat, Apa aku harus kehilangan satu perempuan yang paling aku sayang lagi sekarang.