
" Kemana dulu aku harus mencarinya. Sayang apa kamu senang aku hamil, aku akan menjadi seorang Mommy "
ucap Alyssa tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata itu
" Ah sebaiknya aku mencarinya ditempat ia berkuliah "
" Arion kuliah di National University Of Ukraine aku ingat itu. Apa aku harus kesana untuk mencarinya terlabih dahulu "
gumam Alyssa
" Semoga saja dia ada kelas hari ini jadi aku bisa bertemu dengannya disana. Aku sangat merindukanmu sayang "
" Sebentar bukannya Arion bilang kalau dia sudah mau lulus. Ah sudahlah aku coba saja dulu "
bergumam sendiri
Alyssa memasuki mobilnya, ia mencari alamat tempat dimana kekasihnya berkuliah.
" Ah ini dia...
Besar sekali apa aku bisa menemukannya. Aku harus kelobby dan bertanya keresepsionis terlebih dahulu "
Alyssa menuju kearah lobby dia menanyakan mahasiswa yang bernama Arion. Namun tidak ditemukan, karena Alyssa terlalu sedikit memberikan informasi tentang Arion ia hanya mengetahui nama panggilannya saja, susah untuk menemukan data mahasiswa .
" Apa sebaiknya aku menunggunya disini "
Sudah cukup lama Alyssa menunggu, seharian penuh ia berada ditempat Arion kuliah. Sesekali ia bertanya dengan mahasiswa yang lewat didepannya namun tidak ada yang mengenal nama Arion.
" Apa aku salah tempat. Tapi tidak mungkin, aku melihatnya sendiri dipakaian yang mereka kenakan waktu itu. Bertuliskan National University Of Ukrainedi.
Apa sebaiknya aku pulang dulu keapartemen, ini sudah sore dan aku juga sangat lelah "
Alyssa melupakan makan siangnya karena terus saja mencari Arion.
Sesampainya diapartemen Alyssa memarkirkan mobilnya, dia menuju lobby Apartemen. Namun tiba tiba-tiba dia merasa berat dan gelap.
Brakk
" Nona,,, Nona,,, Nona
paman tolong, tolong Nona ini "
ucap seorang perempuan muda yang terlihat begitu panik kerika melihat seorang gadis cantik pingsan, ia begitu khawatir dan meminta bantuan kepada oranglain untuk membawa gadis cantik ini kerumah sakit terdekat
Perempuan itu begitu setia menunggu Alyssa yang masih terlelap saat itu. Sudah hamoir satu jam ia pingssn, Iva duduk disamping tempat tidur Alyssa.
Memperhatikan lekat wajah cantik Alyssa
sepertinya dia lebih muda dariku, dia sangat cantik, apa benar dia seorang manusia. aku baru kali ini melihat perempuan secantik ini, tapi kenapa sampai terjadi hal seperti ini kepadanya, dan juga kenapa tadi saat aku hendak menghubungi keluarganya, tidak ada satupun kontak dihandphone nya. apa dia tidak mempunyai keluarga sama seperti aku
batin perempuan itu dengan perasaan sedih
" Aku dimana " tanya Alyssa bingung yang baru tersadar dari pingsannya
" Syukurlah. Kamu sudah sadar, apa kamu merasa lebih baik sekarang "
tanya perempuan itu terlihat hawatir
" Apa tadi aku pingsan " tanya Alyssa lagi kepada perempuan itu
" Ya, aku melihatmu pingsan didepan lobby apartemen. Aku begitu hawatir dengan keadaanmu, jadi aku memutuskan untuk membawamu kerumah sakit dan meminta tolong dengan orang yang ada disana untuk membawamu kesini " jelasnya sedih
" Oh ya. Terimakasih sudah mau menolongku. Maaf merepotkanmu, kamu sudah bisa pulang sekarang karena aku sudah tidak apa-apa " ucap Alyssa, entah kenapa Alyssa merasa tidak nyaman dengan tatapan iba wanita itu
apa terimakasih, sudah bisa pulang, ? bagaimana ini aku tidak enak untuk mengatakannya. kenapa kamu tidak menanyakan apa aku sudah membayar administrasimu, aku tulus menolongmu, tapi aku sangat memerlukan uang itu, uang itu untuk biaya kuliah, dan makanku selama sebulan.
" Ahh iya...
Apa kamu tahu kalau kamu hamil ??? "
tanya perempuan itu ragu
Alyssa hanya mengangguk, dia begitu tidak nyaman dengan perempuan disebelahnya ini. Ingin seksli dia menyuruhnya pergi. Namun Alyssa meyakinkan dirinya kalau perempuan ini orang baik karena dia menolong Alyssa dan menjaganya.
ah sudahlah aku akan memikirkan uang itu nanti, dia terlihat sangat lemah. apa aku harus bertanya tentang keluarganya.
batin perempuan itu
" Suamimu... sebaiknya kamu memberitahu suamimu " ucapnya ragu
" ..... " alyssa hanya diam
kenapa dia diam saja apa aku salah bicara. atau suaminya tidak ada
" Oh maafkan aku, apa aku salah bicara. Tapi sebaiknya kamu memberitahu keluargamu tentang ini " ucapnya tulus
Alyssa terlihat berpikir perempuan disebelahnya ini cukup gigih menurutnya.
" Aku diusir dan tidak punya siapapun sekarang. Aku baru saja mencari Daddy dari bayiku ini " ucap Alyssa santai mengelus perutnya
" Maafkan aku...
Sepertinya kita memang ditakdirkan untuk bertemu...
Aku juga sendiri disini, aku tidak punya siapapun. Kalau kamu tidak keberatan kamu bisa menganggapku teman atau panggil saja aku kaka, karena kamu terlihat lebih muda dariku " hiburnya tulus
Alyssa hanya diam dia masih bingung dengan perempuan disebelahnya ini.
" Bagaimana mau kan. Jadi kita tidak sendirian lagi sekarang.
Kamu tidak keberatankan aku menganggap mu adikku " tanyanya lagi
ada apa dengan perempuan ini, tapi ia mengatakannya dengan tulus.
" Kamu menganggap aku adikmu.
dan aku memanggilmu kaka, begitu?? " tanya alyssa memastikan
Alyssa juga ingin seperti ini, karena dia juga memerlukan seseorang. Tapi masih ragu dengan perempuan ini disebelahnya ini.
" Iya panggil saja aku kaka. Oh iya, siapa namamu adik cantik "
Kak ka " tanyanya canggung
" Iva Rosaline. Panggil saja kaka aku lebih suka kamu memanggilku kaka hahaha. Kenapa kamu kaku sekali memanggil kaka saja " ucapnya senang
" Oh baiklah. Itu karena aku tidak punya kaka.
Apa aku sudah boleh pulang " tanya alyssa.
" Tentu saja. kamu hanya kelelahan, ini faktor dari kehamilanmu. Kondisi tubuhmu sangat lemah "
" Aku lupa makan. Karena terus mencarinya "
" Ya sudah sebelum pulang kita makan terlebih dahulu. Apa kamu sudah mendatangi tempat tinggalnya " tanyanya Iva penasaran dengan laki-laki yang sudah membuat Alyssa seperti ini
" Aku tidak tahu dimana dia tinggal.
Iyaya kenapa aku tidak menanyakan alamatnya waktu itu " menyesali dirinya yang melupakan hal sepenting itu
bagaimana kamu bisa menemukannya. tempat tinggalnya saja kamu tidak tau
" Ayo, kaka sudah mengurus semua jadi kita bisa langsung pulang " membantu Alyssa untuk turun dari tempat tidur
" Ah iya terimakasih kaka, aku menyayangi
mu " ucap Alyssa tulus
Iva tersenyum bahagia
" Kaka lebih menyayangimu adikku " mengusap lembut pucuk kepala alyssa
Mereka berdua sudah berada ditempat makan dan memesan makanan untuk mereka berdua.
" Ayo kamu harus makan terlebih dahulu,
kamu perlu tenaga untuk mencari Daddy dari bayi ini " mengusap perut Alyssa yang masih rata
" Iya kaka, aku pasti bisa menemukannya "
ucap Alyssa semangat
" Ayo makan. jangan telat lagi kesian bayimu, setidaknya kamu menjaga anaknya, walau tidak menemukan Daddynya "
" Iya kakaku yang bawel "
" Hay tidak sopan. Ayo habiskan, kaka akan mengantarkanmu pulang. Dimana kamu tinggal sekarang, berikan alamatnya "
" Aku tinggal diapartemen. Selly Residence, sore tadi kaka menemukan ku pingsan disana " jawabnya
" Oh ya...? kamu tinggal disana juga. Kaka pikir kamu mencari Daddynya sana.
kaka belum pernah melihatmu sebelumnya. Sudah berapa lama kamu diusir dan dimana kamu sebelumnya tinggal "
" Kemarin. Aku baru pindah hari ini, karena tadi malam aku tidur dihotel.
Apa kaka sudah lama tinggal di sana "
" Hampir satu tahun, tapi dua bulan lagi sudah berakhir dan kaka harus pindah dari sana " ucapnya sedih
" Kenapa " tanya Alyssa penasaran
" Kaka hanya dipinjamkan saja apartemen itu. Daddy dari bos kaka bekerja yang meminjamkanya. Selama satu tahun " jawab Iva
" Apa kaka dekat dengannya. Sepertinya dia sangat baik dengan kaka "
" Iya dia sangat baik, dia meminjamkannya untuk ucapan terimakasih "
" Ucapan terimakasih ??? "
" Iya. Karena kaka menyelamatkan anak perempuannya dari pembulyyan.
Kaka mengantarnya pulang dan waktu itu kaka masih membawa koper, untuk mencari tempat tinggal.
Daddynya sangat berterimakasih lalu menawarkan untuk meminjamkan
apartemen itu...."
" Wah kakakku memang sangat baik. Kaka dari mana memangnya kenapa membawa koper "
" Setelah kelulusan sekolah kaka memutuskan untuk keluar dari panti asuhan, kaka bertekad kalau kaka pasti bisa bertahan untuk hidup dan sukses dengan cara kaka sendiri ...
Tapi ternyata tidak semudah yang kaka pikirkan "
" Apa kaka mengalami banyak kesulitan ??? " tanya alyssa sedih
" Emh,,, gajih yang kaka dapat hanya bisa untuk membayar kuliah saja sisa nya sangat sedikit hanya cukup untuk makan. Tidak bisa membeli keperluan yang lain "
" Kaka kuliah "
" Iya kaka kerja sambil kuliah agar bisa naik pangkat, sekarang kaka hanya pegawai
biasa "
Setelah menghabiskan makanan mereka.
Iva ingin membayar yang dimakan mereka tadi, namun Alyssa menahannya, mengatakan kalau dia saja yang membayar makan mereka.
•
•
•
•
•
Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.
Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️