
Alyssa sudah berada dikamar Arion, Alyssa menemani Alion untuk menidurkannya seperti biasa.
" Ayo, sayang " ajak Alyssa saat keluar dari dalam kamar mandi. Alyssa selalu membiasakan lion untuk menggosok giginya sebelum tidur.
" Mom... Daddy " tanya Alion
Setelah bertemu dengan Daddynya, Alion selalu bertanya dimana Daddynya sekarang. Lion sepertinya takut akan kehilangan Daddynya lagi.
" Kan tadi Daddy bilang sama Lion, untuk bobo duluan nanti Daddy juga akan bobo disamping Lion.
Daddy lagi ada yang dibicarakan dengan Grandpa sayang. Lion bobo sama Mommy duluya " mengangkat alion, menggendongnya
Alion mengangguk, lalu Alyssa membawanya ketempat tidur. Seperti biasanya Alion langsung memeluk Mommynya.
" Mom, kita akan tinggal disinikan dengan Daddy "
" Tidak sayang, bukan ditempat ini. Daddy sudah menyiapkan Mansion untuk kita, jadi kita akan tinggal disana, hanya kita bertiga "
Mansion ini milik orang tua Arion, jadi mereka tidak tinggal disini.
" Benarkan Mom, woah Lion senang sekali...
Kenapa hanya bertiga Mom, apa tidak ada dede bayi "
tanya alion, sepertinya lion menginginkan ade
" Dede bayi...
Memang Lion mau punya dede bayi "
tanya alyssa penasaran, apa anaknya beneran mau
Alion mengangguk semangat
" Lion mau Mom. Lion mau dede bayi "
" Nanti Lion akan kesusahan jaga dede bayi sayang "
" Tidak Mommy, Lion sayang dede bayi "
ucap lion tulus
" Benarkan. Janji dulu, "
alyssa mengacungkan jari kelingkingnya, dan lion ikut mengaitkan kelingking kecilnya.
" Janji " ucapnya
" Lion mau dede bayi laki-laki atau
dede bayi perempuan "
tanya Alyssa penasaran.
Semoga saja sama dengan Daddynya, Daddynya menginginkan bayi perempuan.
" Lion mau dede laki-laki dulu Mom, biar Lion ada temennya, baru dede perempuan. Lion mau punya dede bayi dua Mom "
mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya.
" Dua... " tanya alyssa tidak percaya,
kenapa bisa sama dengan yang alyssa inginkan. Alyssa memang menginginkan mempunyai tiga orang anak.
Alion menganngguk cepat.
"Kenapa tidak dede perempuan saja yang duluan sayang. Daddy mau dede perempuan "
jelas alyssa
" No..... Laki-laki dulu Mom, Baru setelah itu dede perempuan. Biar Lion dan dede laki-laki Lion bisa menjaga dede berdua. Karena dede perempuan sangat susah dijaga Mom "
ucap alion memberitahu mommynya.
" Oh yah,,, " alyssa tersenyum mendengar ucapan anaknya.
" Mommy baru tahu...
Mommy bangga sayang, dengan pemikiran Lion " mengelus-ngelus kepala lion
Alyssa saja tidak memikirkan hal itu, bagaimana bisa anak kecil seperti Alion memikirkan dede perempuannya.
" Iya Mom...Teman perempuan disekolah Lion. Mereka sangat susah diatur Mom, mereka sangat cengeng. Lion tidak suka, tapi Lion sayang sama dede Lion nanti "
ucap alion memberi tahu mommynya
Teman-teman perempuan dikelasnya memang sedikit lebih manja dan cengeng. Alion tidak suka dengan mereka, terlalu menyusahkan beby sisternya.
" Engga semua sayang....
Alyssa memberi tahu Alion, kalau tidak semua perempuan sifatnya sepeti itu.
" Semua Mom " tidak mau dikalahkan
" Yasudah, kalau memang susah.
Sekarang abang Lion yang tampan ini harus bobo dulu sayang "
Alion mengeratkan pelukannya pada Mommynya. Alyssa mencium keningnya dengan lembut.
Alyssa menepuk-nepuk punggung Alion lembut. Hingga Alion tertidur sangat pulas.
-----
Tidak berapa lama, Arion masuk kekamarnya.
Memperhatikam dua orang yang paling berharga dalam hidupnya.
" Sayang " panggil Alion saat melihat Alyssa yang belum tidur.
Arion terus tersenyum terlihat sangat senang.
" Iya... ada apa, kenapa terlihat begitu
senang " tanya alyssa penasaran
Alyssa mengintip Alion, dengan sangat
hati-hati Alyssa melepaskan pelukan dari anaknya, lalu membalik badannya menghadap Arion.
Arion tersenyum sangat senang, lalu memeluk Alyssa sambil membisikan sesuatu
ditelinganya.
" Daddy merestui kita sayang. Kita akan segera menikah " bisik arion cepat ditelinga Alyssa, langsung mengeratkan pelukannya
Alyssa sangat senang setelah mendengar apa yang dikatakan Arion. Membalas pelukan Arion dengan sayang.
Merestui... Ini yang sangat ditakutkan dan yang paling dipikirkan oleh Alyssa, tapi ternyata Daddy Arion dengan mudahnya merestui hubungan mereka.
Namun, Alyssa tiba-tiba melepaskan pelukannya, terdiam menatap Arion. Seperti ada yang ingin ditanyakan Alyssa pada dengan laki-laki itu.
" Ada apa sayang... tanya arion
Apa ada yang ingin kamu tanyakan "
Alyssa mengangguk ragu " Tanyakan saja " ucap arion santai
" Emh ..... sepertinya ini waktu yang tepat.....
menatap wajah tampan arion.
Sayang... sejak kita bertemu kembali waktu itu. Ada yang ingin aku tanyakan padamu "
" Apa memangnya sayang. Tanyakan saja... aku akan menjawab semua yang ingin kamu tanyakan, dan aku akan menjawabnya dengan jujur " mencium kepala alyssa berkali-kali
Arion mempunyai perasaan tidak enak saat ini. Dia berusaha bersikap tenang, dan lembut dengan Alyssa.
" Ini tentang aku yang mencarimu
kemana-mana, tapi tidak pernah menemukanmu " menatap arion
" Aku sudah tahu tentang itu, tanyakan saja "
Arion tahu kalau Alyssa akan menanyakan hal ini dengannya.
" Siapa namamu sebenarnya sayang.....
saat aku diusir dari istana, besok paginya aku langsung mencarimu ketempat kuliahmu ..... Namun tidak ada seorangpun yang mengenalimu sayang... bahkan namamu saja tidak ada didaftar mahasiswa "
" Hanya itu " tanya arion
Arion sudah berpikiran yang bukan-bukan, tapi ternyata Alyssa hanya menanyakan namanya saja.
" Itu baru pertanyaan pembuka sayang.
Masih ada lagi yang ingin aku tanyakan dengan mu.
Kamu mau aku lanjutkan, atau kamu mau jawab ini dulu "
tanya Alyssa serius menatap Arion.
pembuka, berarti ini hanya awalkan
" Lanjutkan saja. Nanti aku akan menceritakan semuanya denganmu "
Arion memang ingin mencaritakan, keadaannya dengan Alyssa. Waktu Alyssa meninggalkan.
" Ya sudah. kalau begitu ceritakan saja sekarang " ucap alyssa agak kesal, percuma sama dia bertanya satu-satu. Kalau Arion akan menceritakannya juga
" Aku ingin mendengar, apa yang ingin kamu tanyakan lebih dulu sayang "
menciumi seluruh wajah alyssa, agar tidak marah dengannya
" Apa kamu juga berusaha untuk menemukanku... sepertinya tidakkan, kamu hanya sibuk dengan perusahaan mu saja. "
karena perusahaan arion mempunyai banyak sekali cabang, bagaimana bisa mencari alyssa. sedangkan perusahaannya saja segitu banyaknya pikir alyssa
" Dan satu lagi apa selama aku tidak ada, kamu mempunya kekasih yang lain "
tanya alyssa, yang seketika membuat arion terdiam dan menghentikan ciumannya
" kenapa bisa kamu berpikiran seperti itu sayang..... Kamu tidak tahu selama aku kehilanganmu hidupku sangat menderita.....
Bagaimana bisa aku punya kekasih disaat aku selalu memikirkanmu.
Setiap aku ingin makan aku selalu memikirkanmu, apa kamu sudah makan sepertiku, dan setiap aku ingin tidur aku juga selalu memikirkanmu, apa kamu tidur dengan nyaman apa kamu tidak kedinginan.
Itu sangat menyiksaku sayang, sangat tidak nyaman. Aku sangat mengkhawatirkan kamu. Aku tidak bisa menikmati hidupku selama lima tahun ini.
Dihati dan pikiranku cuman ada kamu. aku takut sayang.... aku takut..... Aku takut tidak bisa lagi bertemu denganmu "
Arion menangis dipelukan Alyssa.
" Sayang maafkan aku, maafkan aku, sudah berpikiran yang tidak-tidak denganmu. "
memeluk arion, menenangkan laki-lakinya
Alyssa merasa sangat bersalah karena sudah memikirkan hal yang tidak mungkin, dilakukan oleh Arion.
Alyssa sudah merasa tenang, tidak ada lagi yang diragukannya. Dia sangat mencintai Arion, dan akan memberikan sisa hidupnya untuk laki-laki yang sangat dicintainya ini.
•
•
•
•
•
Jangan lupa ya setelah membaca tekan like.
Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.
Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️