Where Are You

Where Are You
Mencari 2



Mereka pulang menggunakan bus.


Ketika mereka berada dilobby apartemen hendak memasuki lift.


" Kaka bagaimana kalau kaka pindah keapartemen ku saja. Agar aku tidak kesepian, kau kan kakaku jadi kau harus menjaga ku " pinta Alyssa dia tidak ingin kesepian diapartemennya


" Kamu ini semaunya ya. Kaka tidak ingin merepotkan mu "


" Kaka aku mohon. Aku akan kesepian nanti dan ini tempat baru untukku "


karena Alyssa terbiasa dengan pelayan yang sangat banyak diistanaya, walaupin dia tetap kesepian karena memang tidak punya teman


apa sebaiknya aku menemaninya, aku takut dia melakukan hal bodoh kalau kesepian.


" Ya sudah, tapi kaka tidak pindah kaka menemanimu saja, tunggu dua bulan dulu baru kaka pindah keapartemenmu. Kaka akan selalu menemanimu kalau kamu ingin minta temani "


" Hm oke baiklah. Aku akan minta temani setiap malam "


Ting


Lift terbuka Alyssa keluar dari lift mendahului Iva dan Alyssa membukakan pintu apartemen miliknya.


" Wah besar sekali, ini lebih besar dari yang kaka tinggali, kaka pikir itu sudah yang paling besar. Apa kamu anak dari orang kaya, ini sepertinya kamar apartemen kelas


satu disini " menatap sekeliling apartemen alyssa


" Oh ya, aku tidak tau. Apa ini sangat mahal "


Alyssa memang tidak tahu mengenai apartemen ini. Ayah Alyssa mempercayakan orang suruhannya untuk mengelola semua bisnis yang Alyssa punya.


" Kamu tidak mengetahuinya, bagaimana bisa kamu pindah kesini tanpa kesepakatan dengan pemiliknya "


apa apartemen ini bayaran dari orang itu setelah melakukan hubungan badan dengan anak ini


" Iya aku langsung menempatinya saja, aku bilang carikan aku apartemen yang masih bisa aku gunakan, dan mereka memberikan ini "


" Jangan becanda adikku, kakamu ini bertanya serius bagaimana kamu bisa mendapatkan apartemen ini "


apa dia sudah sangat kacau, kesian sekali, kuatkan dia yatuhan


Ketika Iva sibuk dangan pikirannya, dia begitu takut kalau Alyssa melakukan hal yang bodoh dengan dirinya.


Alyssa masuk kekamarnya dan mandi karena badannya terasa lengket.


Jelas saja setelah seharian menacari Arion.


Alyssa keluar dari kamar mandi sudah memakai dress tidur miliknya, dia menghampiri kakanya yang saat ini duduk disofa, Alyssa mengambil koper yang berisi berkas-berkas penting itu.


Iva merebahkan dirinya disofa untuk mengistirahatkan tubuhnya, karena setelah seharian bekerja dan setelah itu dia menolong Alyssa kerumah sakit.


Alyssa membaca dan memahami satu persatu berkas-berkas yang berikan ayahnya, dan dia sangat senang ketika melihat ada surat kepindahan sekolahnya.


" Ternyata Ayah sudah menyiapkan semua ini. Apa Ayah sudah tahu lebih dulu tentang kehamilanku " ucap Alyssa, sambil memperhatikan surat kepindahan sekolahnya


" Ka apa aku boleh minta tolong "


" Katakan saja " sahut Iva santai dengan posisi masih sama


" Apa kaka mau menemaniku, untuk mengurus kepindahan Sekolah. Agar aku bisa mengikuti ujian kelulusan "


" Tentu. Kaka akan menemanimu, bagaimana kalau besok " Iva terlihat bersemangat karena Alyssa masih mau melanjutkan sekolahnya


" Memangnya kaka tidak bekerja besok "


" Besok seluruh cabang kantor dimana kaka bekerja diliburkan. Karena Ayah mertua dari Bos kaka bekerja meninggal. Jadi untuk penghormatan terakhir untuk beliau kantor diliburkan "


" Oh ya, turut berduka cita ya ka " ucapnya sedih


" kaka akan menggunakan hari esok dengan sebaik mungkin, kaka akan menemanimu kemanapun kamu mau "


" Benarkah, terimakasih kakaku sayang " beranjak dari tempat duduknya, memeluk Iva erat


" Tapi bagaimana dengan kehamilanmu "


tanya iva sambil mengelus lembut perut alyssa


apa sekolah yang benar saja. kenapa ia nekat sekali


" Tidak masalah, hanya perlu satu bulan lagi saja sebelum ujian kelulusan " ucap Alyssa enteng


sepertinya aku saja yang terlalu hawatir dengan dirinya, ia terlihat baik-baik saja. seolah tidak terjadi apapun dihidupnya


-----


Keesokan harinya Alyssa dan Iva mengurus kepindahan Sekolah Alyssa. Disekolah swasta juga dinegara ini.


Besok Alyssa sudah bisa masuk Sekolah kembali. Setelah mengurus kepindahan Alyssa. Iva menemani Alyssa berbelanja apa saja yang diperlukan Alyssa untuk diApartemen dan Sekolahnya.


Alyssa juga membeli susu kehamilan, dan membeli obat pereda mual untuk jaga-jaga saat berada disekolah.


Alyssa juga sudah mengaktifkan kontak handphonenya. Setelah seharian beraktivitas. Mereka pulang pada malam hari.


Saat ini mereka sudah berada diapartemen Alyssa.


" Apa uangmu tidak habis berbelanja sebanyak ini dan membayar daftar masuk untuk Sekolah barumu " tanya Iva hawatir sambil memeprhatikan belanjaan adiknya. karena Alyssa berbelanja banyak sekali


" Tidak tau, aku tidak memikirkan hal semacam itu " jawabnya enteng


yang benar saja, tidak memikirkan uang. dia benar-benar perempuan berbeda


" Tidak memikirkan...


Setelah ini kamu harus lebih hemat dan tidak ada yang perlu kamu beli lagi. Semua sudah kamu beli. "


tunjuknya pada barang-barang Alyssa.


" Masa depanmu masih panjang,


bayi yang ada dikandunganmu juga perlu biaya nanti " sambungnya sedih


" Iya aku tau itu, dan aku harus secepatnya menemukan Daddy bayiku ini " ucap Alyssa santai dan tersenyum


aku tidak yakin kamu bisa menemukan Daddy nya, kamu saja tidak tau alamat tempat tinggalnya. bahkan namanya saja kamu hanya tahu nama panggilannya saja.


" Aku akan berusaha untuk mencarinya, aku dan bayiku sangat manyayanginya. Jadi kami harus menemukannya. Dia juga sangat menyayangiku " ucap Alyssa


kenapa ia begitu yakin dan percaya diri.


" Kenapa kamu percaya dengannya waktu itu. Sampai-sampai kamu mau melakukan hal seperti itu dengannya "


" Aku mencintainya, dan aku juga tidak sadar kalau aku melakukannya waktu itu, hihi. Dia begitu menyayangiku " jawab Alyssa senang tanpa ada beban sedikitpun yang dia rasakan


kenapa dia tidak menyesali perbuatannya


" Semua laki-laki seperti itu. Mereka sangat manis diawal dan ketika mereka sudah merasa bosan, kita akan ditinggalkannya "


Memberitahu adiknya agar tidak mudah percaya dengan laki-laki. Apalagi sampai melakukan hal yang sudah diadiknya.


" Aku rasa tidak, dia berbeda. Dia mengatakan kalau aku cinta pertamanya dan aku saja yang bisa membuatnya berdetak. Dia juga berjanji akan menjemputku.


Tapi aku diusir bagaimana dia akan menemukanku nanti "


" Dan kamu mempercayainya "


dia begitu polos pantas saja begitu mudah dibohongi laki-laki itu


" Tentu. Aku sangat yakin dengannya "


-----


Satu minggu sudah Alyssa bersekolah, setelah pulang sekolah dia selalu menyempatkan diri untuk mencari Arion namun nihil tidak ada satupun informasi yang dia dapatkan.


Karena sudah sangat sore Alyssa kembali keapartemenya.


" Kaka Aku pulang " teriak alyssa saat membuka pintu apartemen


Iva saat ini sedang memasak untuk makan malam mereka berdua, Alyssa selalu meminta ditemani olehnya, Iva menuruti semua apa yang diinginkan Alyssa.


" Kamu sudah pulang ? "


tanyanya bingung biasanya Alyssa pulang selalu malam, karena hanya untuk mencari laki-laki itu. Namun saat ini Alyssa sudah pulang


" Iya, aku sangat lelah hari ini " ucap Alyssa mengistirahatkan tubuhnya disofa


" Apa kamu sakit, jangan memaksakan dirimu.


Sadarlah, coba pikirkan apa dia mencarimu, apa dia merindukanmu, apa dia memikirkanmu dan apa dia masih mengingatmu " ucap Iva menyadarkan Alyssa agar tidak terlalu berharap dengan laki-laki itu


" Aku tidak sakit kaka. Dia mencintaiku pasti dia juga merasakan hal yang sama denganku. Aku hanya kelelahan saja " sambil beranjak kekamarnya


Iva menyiapkan makanan mereka dimeja makan.


Alyssa masuk kekamarnya untuk mandi.


Setelah itu dia kembali keluar


" Ayo makanlah, bayimu perlu asupan. Jangan hanya memikirkan Daddynya saja "


" Aku juga memikirkannya, aku sangat menyayanginya. Benarkan sayang "


menyentuh perutnya yang masih rata itu


Alyssa dan Iva menyantap makanannya.


Setelah selesai makan. Alyssa keruang tamu ingin mengambil Ransel yang ia tinggalkan ketika baru datang tadi, disofa ruang tamu. Iva juga menyusulnya ingin menyalakan televisi.


" Kaka begitu penasaran apa saja yang kamu bawa dan pelajari disekolah. Apa tidak ada tugas yang diberikan, kamu terlihat begitu santai "


mengambil ransel yang ada ditangan Alyssa


Iva mengeluarkan semua yang ada didalam ransel Alyssa.


Membuka buku-buku yang bawa Alyssa, merasa ridak ada masalah


" Oke sepertinya tidak ada masalah dengan pelajaranmu disekolah " memasukan kembali barang-barang yang dibawa Alyssa.


" Wah pouch kecil ini sangat cantik, apa didalam sini ada surat rahasia tentang


dirimu " ucap Iva dia membuka pouch


kecil itu


Alyssa hanya fokus dengan televisi yang ada didepannya karena ia merasa tidak ada masalah dengan pelajarannya


" Apa ini kontak laki-laki itu dia memberikan kontaknya padamu. Kenapa kamu tidak menghubungi nya " ucap Iva bingung menatap kertas beeukuran kecil yang bertulis kontak arion


Alyssa langsung menoleh kearah kakanya


" Oh iya, aku bari ingat. Aku harus menghubungi nya sekarang "


Alyssa mengambil handpone nya yang masih belum dimasukan Iva kembali keranselnya


Setelah Arion memberikan note itu kepadanya Alyssa memasukannya kepouch kecil kesayangannya, setelah itu dia memasukkannya ke ransel sekolahnya.


" Kamu bisa menanyakan dimana ia sekarang dan meminta alamatnya, atau beritahu alamat kamu sekarang padanya " ucap iva yang juga tidak sabar


" Iya kaka. Aku akan menanyakannya "


Alyssa menekan nomor handpone Arion dan menekan tombol hijau. Terhubung namun tidak diangkat sekali lagi Alyssa menekan tombol hijau itu


"Ja. Hallo "


Iya. Halo. ucap perempuan yang menerima telpon Alyssa. Dia menggunakan bahasa Belanda


"Is dit Arion"


Apa ini Arion. tanya Alyssa bingung karena perempuan yang menerima telponya


"Ja, wat is het ... Ze slaapt, het kan haar niet schelen "


Ya ada apa... Dia sedang tidur, tidak bisa diganggu. Sudah dulu ya.


langsung mematikan telpon dan memblokirnya. Dilakukan perempuan yang menangkat telepon kakanya