
Lion dan Grandmanya sudah ada di dalam mobil. Mereka menuju rumah grandma
untuk bertemu dengan anaknya yang dipanggil Alion Daddy.
Saat ini mereka sudah sada dihalaman rumah. Grandma memarkirkan mobilnya. Lalu mengajak Alion turun.
" Ayo Lion kita masuk sayang "
menggandeng tangan kecil alion masuk kerumahnya.
" Mommy pulang " saat memasuki rumah
Lily menoleh kearah asal suara
" Mama, siapa yang Mama bawa. Dimana Mommy menemukannya " tanya lily bingung dimana mommynya menemukan anak laki-laki tampan yang sedang digandeng mommnya.
Saat ini mereka sedang berada disofa ruang tamu
" Sebentar..." lily memperhatikan alion. Menatap wajah tampan anak laki-laki yang ada dibawa mommnya ini
" Apaa dia anak kaka, kenapa meraka sangat mirip Mom ? " tanya lily begitu penasaran, dia terus memperhatikan lion
" Mommy rasa, Mommy dari anak ini yang dicari kaka mu selama ini " tersenyum bangga dengan apa yang diucapkannya
" Ah sepertinya iya Mom, mereka berdua sangat mirip " ucap lily begitu senang ketika mendengar yang diucapkan mommynya
" Onty dimana Daddy ku.?? Onty anak perempuan dari Grandma kan, Grandma sudah memberi tahu kalau mempunyai seorang anak perempuan juga " ucap alion, dia mengingat grandma nya bercerita kemaren
Lily yang langsung dipanggil Onty oleh Lion merasa sangat senang.
" Mom, kenapa perasaan Lily sekarang sangat senang ...? " tanya lily menoleh kearah mommnya. Mommynya hanya tersenyum
" Daddy mu ada dikamarnya, sebentar ya Onty panggilkan dulu " beranjak dari sofa untuk memanggil kakanya yang sedang berada dilantai dua dikamarnya
" Mommy juga sayang, saat pertama Momy bertemu dengannya perasaan Mommy begitu senang, hati Mommy menghangat.
Panggilah kakamu "
" Lion tunggu di sofa saja ya "
" Iya Grandma "
" Grandma mau membantu pelayan dulu "
Yang hanya diangguki oleh Lion.
Grandma meninggalkannya kearah ruang makan.
-----
Tidak berapa lama Lily menuruni tangga sambil kedua tangannya menutupi mata kakanya.
" Mommy mana anak laki-laki tampan itu " yang masih berada diatas tangga.
" Itu ... " menunjuk kearah sofa.
Lion duduk diatas sofa itu.
" Kenapa kamu menutup mata kakamu sayang? "
Melihat Lily yang menutup kedua mata Arion dengan susah payah, Arion sangat tinggi.
" Iya Mom, dia sangat kekanak-kanakan " sahut Arion yang cuma diam saja dengan tingkah adiknya. Arion memang sangat menyayanginya
" Diamlah, kaka akan sangat senang nanti, ayo jalan " menuntun arion, kedua tangannya melingkar dari samping yang masih menutupi mata arion, menuruni tangga dengan hati-hati.
Dengan sangat lambat lily akhirnya sampai kesofa " Hay tampan, ini Daddymu " ucap lily
" Kenapa Onty menutupi mata Daddy " tanya alion bingung
" Ini kejutan. Daddymu akan sangat senang ketika melihatmu. Selama ini dia juga mencarimu kemana-mana. Tapi ternyata kalian ada dinegara ini. " memberitahu alion kebenarannya
" Benarkah apa Daddy juga mencari Lion dan Mommy. Kata Mommy Daddy sedang berusaha menemukan Lion dan Mommy. Berarti benar dia Daddy Lion "
" Onty bisa singkirkan tangan onty. Lion ingin memastikan dia Daddy Lion atau bukan " yang begitu tidak sabar ingin melihat daddnya
" Tentu saja... "
" Surprise " teriak lily membuka tangannya yang menutupi mata Arion.
Arion beberapa kali mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya, karena terlalu lama matanya ditutup oleh adiknya. Dia memperhatikan anak laki-laki yang ada dihadapannya, diam saling bertatapan.
" Apa kaka senang sekarang. Apa waktu kaka meninggalkan perempuan itu dia sedang mengandung anakmu " tanya lily, lily juga mengetahui sedikit cerita tentang kakanya
" Daddy... kamu Daddyku " memperhatikan wajah Daddnya
" Iya benar kamu memang Daddyku, kamu sangat mirip denganku kamu juga tampan. " ucap lion yakin
" Ayo kita temui Mommy Dad, Mommy sudah mencari Daddy kemana-mana. Ayo "
ingin menarik tangan Arion Namun Grandma datang menahan mereka
" Lion nanti sayang, Mommy Lion sekarang lagi sibuk jadi Mommy tidak bisa bertemu dengan Daddy hari ini "
Arion masih diam, pikirannya kacau.
" Daddy...Daddy kenapa diam saja. Aku anak Daddy " ucap lion sedih karena arion hanya diam, tidak menanggapinya
tidak mungkin dia bukan anakku,, tapi kenapa dia sangat mirip dengannku dan tatapan matanya sama dengan perempuankku, aku tidak pernah menanamkan benihku dirahim manapun kecuali dengannya. tapi kenapa dia bisa ada di sini sekarang. perempuanku tidak akan sanggup melahirkan dan kehidupannya setelah diusir dari istana bagaimana dia bisa bertahan hidup. Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga kalian... Dia bukan anak kitakan aku yakin
" Aku bukan Daddymu, tapi tidak apa-apa jika kamu ingin memanggilku Daddy " ucap arion yakin, setelah larut dengan pikirannya dan meyakinkan dirinya
" Daddy, mau kah kamu memelukku " tanya alion sedih, daddy nya yang selama ini dia cari tidak mengakuinya
" Oh tentu, sini. Siapa namamu " tanya arion, arion memeluknya sangat erat
" Alion panggil saja Lion " melingkarkan langan kecilnya keleher daddynya
" Apa Alion wah nama kita hampir sama. Nama Daddy Arion... Mom apa Rion di lahirkan kembali " tanya arion, dia begitu takjub
" Hhmm... sepertinya tidak. Sekarang ayo kita makan dulu " menghentikan obrolan mereka karena bukan saatnya untuk membahas ini
" Ayo Lion kita makan dulu. Mau Daddy gendong " ajak arion
" Tentu saja Dad " lion sangat senang
" Dad Lion selalu menolak kalau Mommy ingin menggendong Lion. Tapi karena Daddy yang ingin menggendong, Lion tidak menolaknya. Berat badan Lion bertambah sekarang, Mommy sangat kecil dia akan sangat lelah ketika menggendong Lion " katanya memberitahu daddynya ya,
" ayo sini " mengangkat alion " Wah memang benar ya berat sekali kamu, jangan biarkan Mommymu yang kecil itu menggendongmu lagi " ucap arion saat menggendong lion
" Lion tahu itu. Mommy pasti akan sangat senang jika bertemu dengan Daddy. Apa benar Daddy sudah punya orang lain selain Mommy " tanya lion sedih dalam gendongan daddnya
" Daddy tidak pernah mencintai Mommy mu, Daddy tidak mengenal nya " menurunkan lion kekursi dimeja makan
" Hentikan perbincangan kalian. Makan Lerlebih dahulu "
ucap grandma kesal, karena arion mengatakan yang tidak ingin dia dengar.
Anaknya ini sungguh bodoh tidak mengenali anaknnya sendiri.
" Iya Grandma, tolong maafkan Lion dan Daddy " ucap lion merasa bersalah
" Wah, sepertinya Mommy mu sangat hebat dalam mendidik anak.
Kamu sangat sopan " ucap lily merasa bangga
" Ya sudah ayo makan " arion tidak tertarik membahas mommy alion
Setelah selesai makan-makan, mereka bertiga melanjutkan obrolan diruang tamu. Grandma masih membanlu pelayan membersihkan bekas makan mereka.
Drrrt drrrtt Disaat mereka sedang mengobrol dan bercanda, Daddy Arion menghubunginya.
" Halo Dad ada apa "
" .... "
" Besok sepertinya kami sudah pulang "
" .... "
" Apa sangat penting, harus menunggu kami pulang dulu "
" .... "
" Ya Dad " mematikan handponenya menaruhnya di atas meja ruang tamu.
" Daddy " tanya Lily
" Siapa lagi " jawab arion acuh
" Dad apa dihandpone Daddy ada game. Lion ingin bermain game " tanya lion seperti anak pada umummnya ketika melihat handpone
" Tentu saja ada Lion Daddymu sangat suka bermain game " sahut lily
" Kamu ingin memainkannya? " tanya arion yang diangguki cepat oleh alion
" Tapi sebentar saja ya " sambungnya
" Kenapa Daddy sama dengan Mommy, ketika Lion ingin bermain game dihandpone Mommy, Mommy juga bilang sebentar saja " ucap alion cemberut
" Karena tidak baik, kalau lama-lama memegang handpone" mengambil handponenya yang ada diatas meja, dan menyalakannya kembali.
" Dad " ucap alion menatap wajah daddynya
" Iya ada apa .? " tanya arion kebingungan karena tatapan alion
" Daddy mengenal Mommyku " tanya alion lagi meyakinkan. karena lion melihat sesuatu dihandpone daddynya
" Tidak... " jawab arion tegas karena agak sedikit kesal dengan lion
" Kan sudah Daddy bilang, Daddy tidak mencintai Mommy mu dan Daddy tidak mengenalnya "
Arion benar-benar kesal karena anak kecil ini selalu membahas tentang Mommynya.
" Ini Mommy " tunjuk alion pada wallpaper di handpone arion
" Daddy tidak mencintai Mommykukan.? Daddy juga tidak mengenal Mommyku, tapi kenapa Daddy memakai foto Mommyku sebagai wallpaper dihanpone Daddy