Where Are You

Where Are You
Persiapan pernikahan



" Hahaha. Bos dingin, bos galak, si pemarah apa lagi ya. " berusaha mengingat


Iva melebarkan kedua matanya, melirik kearah Arion.


apa sebaiknya aku pergi dari sini


" Sayang apa itu kamu, aku rasa bukan. Dingin apanya yang sangat menyebalkan ini " memeluk arion dengan gemas dari samping


" Dia memang seperti itu, akan besifat dingin. Dia tidak akan mau bicara dengan perempuan manapun kecuali perempuan yang sudah membuatnya nyaman dan dicintanya "


max memberitahu alyssa.


Max memang sudah dari kecil berteman dengan arion. Mereka berdua selalu bersekolah ditempat yang sama


pantas saja, dia jarang berbicara denganku. aku tidak bisa membuatnya nyaman. hahaha bodoh


" Wah benarkah. Aku merasa sangat bangga sekarang karena aku perempuan satu-satunya yang bisa membuatmu nyaman. Membuat sibos dingin ini menjadi sangat menyebalkan " tertawa begitu senangnya


" Sayang apa kamu akan terus bicara " menatap alyssa


Seorang pelayan mengantarkan makanan yang sudah mereka pesan


" Maaf, bos. Ayo kita makan "


Mereka makan dalam hening. Alyssa fokus dengan makan siangnya saja.


Saat sudah menyelesaikan makan. Arion mengajak Max untuk berbicara berdua sebentar. Membiarkan Alyssa dan Iva yang masih menyantap makan siangnya.


Setelah berbicara denga Max Arion langsung mengajak Alyssa untuk pulang. Awalnya Alyssa menolak tapi Arion menggunakan Anaknya sebagai alasan.


-----


Iva pov


" Laki-laki yang begitu aku cintai, laki-laki yang tidak lama lagi akan menjadi suamiku. Ternyata dia laki-laki yang dicari oleh adikku selama lima tahun terkhir ini "


Tersenyum sambil meneteskan air mata.


Merasakan kesedihan yang luar biasa, kenapa takdir mempermainkannya.


Iva menatap sebuah foto dilayar handponenya, foto dirinya bersama Alyssa.


Kaka akan berusaha sekuat tenaga yang kaka miliki untuk mengiklaskannya padamu. Karena dia memang milikmu dari awal.


Gavin, Arion, Alion.


Aku begitu bodoh, hahaha. Jelas-jelas itu sudah bisa memberikan petunjuk untukku.


Kenapa Aku baru menyadarinya sekarang. Jika saja aku lebih awal menyadarinya, adikku tidak akan sendirian selama ini, dan mereka juga akan menjaga tampanku itu berdua.


Dan aku tidak akan coba-coba untuk mencintainya seperti ini. Aku sudah terlalu dalam mencintainya, aku sudah terlalu lama menghabiskan waktu bersamanya.


Bagaimana aku akan bisa melupakannya. Jika setiap hari berada ditempat yang sama dengannya.


Tapi aku harus bisa mengiklaskannya, untuk adikku. Aku harus bisa melupakannya, menutup hatiku untuknya.


Apa sebaiknya aku mengundurkan diri saja


end


-----


" Kalian baru pulang. dari mana saja "


grandma yang sedang menemani Arion bermain diruang tamu


" Mom " berlari kearah alyssa


Saat Alyssa dan Arion memasuki kediaman orang tuanya.


" Anak Mommy sayang " merentangkan tangannya ingin menggendong Alion


" No mommy " seketika berhenti, menghindari mommynya


" Selalu seperti ini " gerutu Alyssa


" Itu karena kamu kecil sayang. Lion tidak tega dengan Mommynya. Iyakan Lion " menghampiri anak laki-lakinya,


menggendong nya yang tidak ada penolakan


Alyssa terperangah memperhatikan tingkah anak dan ayah ini.


" Lion lebih sayang Daddy " tanya alyssa memasang wajah sedihnya


" Tidak Mom, Lion sayang dua-duanya. Mommy dan Daddy " cicitnya


Mereka menuju keruang tamu dimana grandma dan grandpa yang dari tadi sudah duduk santai.


Alyssa pamit ingin menidurkan siang Alion, karena anak laki-lakinya itu sudah terlihat sangat lelah. Menuntun tangan kecil itu untuk naik keatas.


Arion ingin mengikuti dua kesayangannya itu kekamar


" Duduklah ada yang ingin Daddy bicarakan denganmu " ucap laki-laki paruh baya itu, menatapnya serius


Arion menghentikan langkahnya. Bergabung dengan Mommy dan Daddynya.


" Kapan kalian akan menikah, Daddy harap secepatnya " ucapnya langsung ketika arion baru saja mendudukan dirinya


Tersenyum bahagia mendengar perkataan Daddynya. " Secepatnya Dad. Rion juga sudah


menyiapkan semuanya "


Arion meminta tolong dengan Max untuk menyiapkan pernikahannya. Itu sebanya dia mengajak Max untuk menemuinya tadi.


Yang dimaksud Daddynya Iva, dia sudah menceritakan semuanya dengan Iva. Dan memberitahu kalau pernikahannya dengan anak laki-lakinya dibatalkan


" Benar Dad... " diiyakan oleh Daddynya


" Pantas saja dia biasa saja tadi " gumam arion


" Ada apa memangnya " yang didengar oleh daddynya


Arion menceritakan dengan Daddnya, kalau dia bertemu dengan Iva, dan Alyssa menganggap Iva sebagai kaka angkatnya.


-----


Malam hari dikamar Arion, mereka ingin tidur. Alion sudah terlelap dipelukan Alyssa.


Alyssa berbalik menghadap Arion. Yang sedang memeluknya dari belakang.


" Sayang apa aku boleh bertanya " megusap lembut pipi Arion


" Bertanya apa memang "


" Kenapa kamu diam saja. Saat kita direstoran tadi " alyssa yang begitu penasaran


" Tidak papa " menarik lengan alyssa untuk memeluknya, memejamkan kedua matanya


" Kenapa sayang, aku melihat ada yang aneh denganmu dan juga kaka. Aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu denganku kan " tanya alyssa penuh selidik


" Daddy ingin menikahkanku dengannya


dulu. "


Tidak ada sahutan dari Alyssa, Arion membuka matanya. Manatap Alyssa yang diam memperhatikannya.


" Tapi aku selalu menolak permintaan Daddy, aku manunggu perempuanku. Perempuan yang sangat aku cintai ini " mengeratkan pelukannya


" Kenapa kamu menolaknya dia perempuan yang sangat baik. Dia juga perempuan yang menolong adikmu dan termasuk perempuan yang masih bisa kamu terimakan dalam hidupmu "


" Tapi aku hanya mencintai mu, dihati dan pikiranku hanya ada kamu "


" Apa kaka mencintaimu "


" Aku tidak peduli denganya. Siapa suruh mencintaiku. Aku sudah mempunyai istri dan anak laki-lakiku. Salah dia kalau dia mencintaiku " semakin mengeratkan pelukannya, kembali memejamkan kedua matanya


" Sayang " panggil alyssa. melepaskan pelukannya " Sayang " panggilnya lagi karena tidak ada respon dari Arion


" Apa... kamu mau menyuruhku untuk mencintainya juga. Itu tidak akan pernah terjadi " ucap arion dengan mata yang masih terpejam


" Siapa yang menyuruhmu mencintainya. Jangan mencintai perempuan manapun kecuali aku. " alyssa sudah mulai terisak, dia begitu mencintai dan menyayangi Arion.


" Aku hanya ingin berterimakasih padamu, karena sudah sangat mencintaiku seperti ini. Menungguku selama lima tahun dan masih tetap mencintaiku sampai saat ini " disela tangisannya


Arion membuka matanya, manatap Alyssa yang sudah mengeluarkan air matanya


" Hanya kamu yang bisa membuatku mencintai seorang perempuan. Kamu cinta pertamaku sayang " mengusap pipi alyssa


" Kamu juga cinta pertamaku. Waktu itu aku tidak mengerti apa aku mencintaimu atau tidak. Tapi semakin sering kita bersama aku sadar kalau aku sangat mencintaimu " kembali memeluk arion


" Kamu masih sangat kecil dulu. Dan ini juga masih sangat kecil, tapi sekarang sudah sebesar ini " tangannya yang sudah meremas dada alyssa


" Ini karena aku sudah mempunyai seorang anak. Lion meminum asiku " membiarkan saja apa yang dilakukan arion


" Apa masih ada sampai sekarang asinya "


" Tentu saja sudah tidak ada lagi. Sudah kering, Lion berhenti meminumnya ketika umurnya dua tahun. "


" Apa aku boleh me "


" Tidak boleh, sekarang waktunya kita tidur " potong alyssa cepat.


-----


" Sayang kita mau kemana " menahan tarikan tangan Arion yang sudah membuka pintu mobil untuknya


" Kita akan kebutik langganan Mommy, Mommy juga sudah ada disana. "


" Butik " ulang alyssa


" Iya. Mencoba gaun untukmu, minggu depan akan menikah " menunjukan senyum bahagianya


Alyssa masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan oleh Arion. Arion berlari kearah pintu mobil sampingnya


" Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal " saat arion sudah ada disampingnga


" Ini kejutan untuk istriku "


Arion mulai melajukan Mobilnya







Terimakasih, sudah mau membaca ceritaku.


Jangan lupa kritik dan saranya. ♥️♥️♥️