
Alyssa sedang menikmati pemandangan alam yang menakjubkan dan angin sore hari. Di balkon hotel tempat mereka menginap, selama tiga hari disini.
Arion menghampirinya
" Sayang " memeluk alyssa dari belakang
" Hhmm, ada apa " tanya alyssa membalikan badannya, lalu arion kembali memeluk alyssa
" Kita akan pulang keUkraina " ucap arion memberi tahu sambil merapikan rambut alyssa yang tertiup angin
" Iya " alyssa mengangguk
dia memang ingin pulang kesana
" Kalian berdua harus ikut denganku, dan kita pulang bersama. Aku sudah menyiapkan mansion untuk kita tinggali bersama "
Arion sudah menyiapkan semuanya untuk Alyssa dan Anak laki-lakinya. Sejak lima tahun yang lalu. Arion bekerja sangat keras, hanya untuk memberikan kebahagian untuk keluarga kecilnya ini. Walau sempat terpuruk, karena kehilangan Alyssa.
" Sayang... sebaiknya, sebelum kita menikah aku dan Lion tinggal diapartemen saja ya "
alyssa merasa tidak nyaman dengan orang tua arion
" Tidak, kalian harus tetap ikut denganku.
Tidak ada penolakan "
ucap arion tegas menatap alyssa
" Hhmm, baiklah. Tapi saat kita pulang nanti, aku akan pulang keapartemen terlebih dahulu. Aku akan memberikan kejutan untuk kakaku " ucap alyssa
Alyssa ingin mengejutkan Iva, dengan kepulangan mendadaknya. Alyssa tidak memberitahunya sama sekalin.
" Kaka " tanya arion bingung, setahu arion, alyssa tidak mempunyai seorang kaka
" Iya kaka perempuanku, dia yang menolongku disaat aku pingsan, saat itu aku sedang mencarimu "
ucap alyssa memberitahu
" Sayang... maafkan aku, maafkan aku ya "
arion benar-benar merasa bersalah
" Semua itu sudah berlalu sayang "
alyssa memeluk arion erat
" Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana kamu dulu sayang " membalah pelukan alyssa
" Tidak perlu membayangkannya. Betul kata Mama, kita mulai semuanya dari awal lagi "
" Iya sayang, kita mulai dari awal lagi. Aku berjanji kita akan selalu bersama, aku akan membuat kalian bahagia "
" Kamu haru menepati janjimu ya sayang " ucap alyssa mengeratkan pelukannya
" Iya aku sangat mencintaimu "
Arion melepaskan pelukannya, lalu memajukan wajahnya dan mencium bibir Alyssa lembut dan lama, Alyssa mengalungkan tangannya dileher Arion dengan erat, sementara Arion memegang pinggang Alyssa. Kini ciuman mereka sudah berubah menjadi kecupan yang panas, Arion menggigit pelan bibir Alyssa, mereka melepaskan rindu selama lima tahun ini.
Tiba-tiba ada suara anak kecil yang membuat mereka, gelagapan
" Daddy ayo kita bersepeda "
ucap alion yang tiba-tiba datang.
lion memperhatikan apa yang dilakukan mommy dan daddynya, alion menatap mommynya sedih
" Mom, kenapa Daddy sangat nakal.
Apa sakit " memperhatikan bibir mommynya yang memerah dan sedikit membengkak, akibat ulah daddynya.
Alyssa menggendong Alion
" Tidak sayang, ini tidak sakit " mencium pipi gembul putranya
Alion membalas ciuman Mommnya lalu menatap Daddynya tajam
" Ada apa " tanya arion merasa lucu.
Arion suka dengan tatapan marah, yang ditunjukan oleh anak laki-lakinya ini.
" Jangan menggigit Mommy lagi "
ucap alion
Arion tersenyum jahil
" Mommy suka gigitan Daddy sayang "
ucapnya santai
" Tidak. Bukan, bukan Daddy tidak menggigit Mommy, tapi Daddy mencium Mommy.
Lion juga biasanya mencium Mommykan, ciuman sayang "
ucap alyssa memberi tahu anak laki-lakinya
" Tapi bibir Mommy merah, Lion liat
Daddy menggitnya "
mengelus bibir mommynya dengan jari kecilnya, lalu menciumnya mommynya lembut
" Hay, kenapa Lion menggigit Mommy juga "
Alyssa merasa sangat lucu dengan tingkah anak dan daddy ini.
Alyssa merasa sangat senang mempunyai dua laki-laki yang sangat menyayanginya.
Mereka bertiga hanya menghabiskan waktu bersama dibalkon kamar hotel, sambil menikmati sunset serta pemandangan alam yang behitu menakjubkan disana.
-----
Arion mengajak Alyssa dan Alion, untuk makan malam bersama, direstaurant yang masih berada dihotel tempat mereka menginap. Memulai acara makan malam mereka.
Di tengah berlangsungnya makan malam, Daddy Arion menghubungi Arion.
Drrtt drrtt
Arion membiarkannya saja, dia tetap melanjutkan makannya.
" Sayang, kenapa tidak diangkat " tanya alyssa. karena arion hanya menatapnya saja
" Kita lagi makan, lanjutkan saja makannya sekarang " ucap arion meraih handponenya yang berada di atas meja makan sambil mematikannya, lalu melanjutkan makan malam mereka.
" Sayang " panggil alyssa yang hampir selesau dengan makannya
" Iya " tatap arion, sambil mengunyah makanannya
" Sayang, aku hanya ingin memastikannya saja. Apa benar kamu tidak menyukai daging merah, seperti sapi. Yang kamu makan hanya daging ayam dan ikan saja dan harus ada beberapa macam sayuran "
ucap alyssa menatap arion
" Iya benar, Apa Mommy yang memberi tahumu "
Alyssa mengangguk
" Apa kamu tidak menyadari kalau anakmu ini sama sepertimu "
tunjuk alyssa pada makanan alion.
Alyssa memesankan Alion,
kippenwaterzoi
soup ayam yang terdapat sayur mayur seperti kentang, wortel, daun bawang, hingga rempah yang berpadu dengan telur, krim dan mentega.
Sama dengan Daddnya, namun Arion juga memesan Stamppot, makanan yang dibuat dari kentang mashed potatoes yang dicampurkan dengan wortel dan sayuran hijau lainnya. Yang dimakan dengan sosis, namun Arion tidak memakan sosisnya. Kerana berbahan dasar daging merah.
Arion memperhatikan makanan yang dimakan Alion, lalu tersenyum menatap Alyssa.
" Dia sama seperti Daddynya.
Sangat sulit mengurusnya dalam hal makanan. Kalau sayur dikulkas habis kami selalu berbelanja terlebih dahulu "
" Lion, Daddy sangat menyayangimu. Jadi Mommy mulai sekarang harus menyetok sayuran lebih banyak, dan jangan membeli daging sapi. Mommy harus mengikuti apa yang kami makan "
" Tenang saja sayang, Mommy sudah terbiasa.
Saat Mommy hamil, Mommy juga makan seperti kalian " ucap alyssa memberitahu pada arion
" Benarkah, sayang maaf, aku tidak menemanimu saat itu "
meraih tangan alyssa lalu menciumnya
" Jangan menyalahkan dirimu, aku akan marah, kalau kamu selalu menyalahkan dirimu " menarik tanyannya
Alyssa dan Arion sudah menghabiskan makan mereka, namun Alion masih asik dengan makanannya. Mengunyah dengan sangat lama.
Sambil menunggu Alion.
Arion mengaktifkan handponenya kembali, lalu menghubungi Daddynya.
" Ada apa Dad " tanya arion
" Apa kalian sudah sampai " tanya daddynya diseberang sana
Arion tidsk memberi tahu Daddynya kalau mereka menunda kepulangan mereka.
" Kami menunda kepulangan kami, mungkin dua atau tiga hari lagi, baru kami akan
pulang "
tut tut
diputuskan sepihak oleh Daddynya.
Arion sudah terbiasa dengan sikap semaunya yang ditujukan Daddynya.
" Daddy kamu " tanya alysaa
" Iya... menatap handponenya yang diputuskan sepihak oleh daddynya.
" Sepertinya Daddy sangat merindukan Mommy, Daddy mematikan teleponnya saat aku bilang tidak jadi pulang hari ini "
" Apa sebaiknya kita pulang saja sekarang "
ucap alyssa, merasa tidak enak dengan daddy arion
" Tidak apa-apa jangan memikirkannya, dia memang seperti itu"
Mereka bertiga sudah menghabiskan makan malam bersama.
Lalu memutuskan untuk kembali saja kekamar hotel.
" Lion besok saja ya. Besok kita akan bersenang-senang " ucap alyssa pada anaknya