When Jonathan Meet Erin

When Jonathan Meet Erin
Surprise



"Hallo siapa ini ?." ~ Andika


"Lama tidak bertemu, apa kau masih mengingatku ?." ~ Jonathan


"Jo.....?? Kau benar Jonathan ?." ~ Andika


"Iya ini benar aku dan aku sudah kembali ke Indonesia, jadi kapan kita bisa bertemu ?." ~ Jonathan


"Aku.....belum tau karena sibuk, maaf tapi aku ada tamu penting lain kali saja kita ngobrol lagi." ~ Andika


Telepon langsung di putus oleh Andika tanpa mendengar jawaban dari Jonathan, tangannya agak gemetar tapi ia berusaha profesional dan tetap bersikap biasa di depan klien. Mungkin setelah ini Andika harus berfikir keras bagaimana cara memberitahu Erin dan Rani.


*****


Di sebuah kafe yang lumayan jauh dari rumah maupun kantor Andika mereka bertemu. Keduanya nampak canggung meski Jonathan berusaha tersenyum. Obrolan yang tidak tau harus diawali dengan bahasan apa.


Andika beberapa kali berdehem untuk menghilangkan rasa gugupnya, ia bersikap layaknya lelaki yang dingin dan tentu ini karena rasa kecewanya beberapa tahun yang lalu karena sikap Jonathan.


"Bagaimana kabarmu ?." Jonathan mengawali pembicaraan karena sedari tadi merek hanya diam, maka pertanyaan yang klasik itu muncul.


"Baik, kalau melihatmu juga sepertinya baik." Pertanyaan Andika ia sendiri yang tanya dan di jawab langsung.


"Iya aku baik, lalu bagaimana kabar Rani dan Erin ?." Jonathan sedikit ragu membicarakan kedua gadis itu tapi rasa penasarannya menghilangkan rasa takut juga keraguan. "Apa kau masih sering bertemu mereka ?".


"Tidak sering hanya beberapa kali, mereka baik kalau kau ingin tau dan mereka hidup tenang tanpa dirimu." Tatapan Andika berubah tajam begitu juga dengan nada suaranya yang pelan tapi menusuk, ada sindiran dalam kata itu jika Jonathan peka.


"Aku ingin bertemu dengan mereka dan meminta maaf, aku tau aku salah tapi bukan inginku mereka menyukaiku secara bersamaan."


"Semua hal memang kadang di luar keinginan kita, tapi seharusnya kita bisa mengontrol agar semua tidak semakin rumit." Andika mengambil jaket yang berada di kursinya, ia meletakkan uang di meja karena tidak ingin pesanannya di bayarkan oleh Jonathan.


Ada kebencian yang sulit untuk di utarakan oleh Andika dan tidak berkurang sejak beberapa tahun yang lalu semenjak Jonathan pergi. "Ada banyak hal yang harus ku urus, sekarang aku orang yang sibuk." Ujarnya lalu pergi.


"Tunggu Dik." Seruan Jonathan tidak mampu menghalangi kepergian Andika, sekarang ada jarak yang membentengi keduanya untuk akrab seperti dulu dan Jonathan tidak tau harus menyelesaikan permasalahan dirinya dengan cara apa.


Sesampainya di rumah ada beberapa chat dari Rani yang memberitahukan mengenai reuni SMA yang katanya ingin di datangi. Pengalaman Andika mengenai acara itu kurang bagus dan kurang memberi kesan baik terutama bagi orang yang belum mempunyai keluarga seperti dirinya.


Saat Rani mengajak Andika dan Erin terlihat antusias yang luar biasa tapi Erin ternyata juga ingin pergi padahal Andika malas tapi demi mereka berdua Andika mau. Lagi pula Andika yakin kalau bukan dirinya saja yang masih singel.


"Oke di tunggu di depan pintu, kalai kalian nggak datang aku pulang." Untuk memastikan Andika memberi ancaman.


Hari yang di tunggu tiba, ramai sekali karena tidak hanya dari satu kelas melainkan dari beberapa kelas yang lain. Meski satu angkatan tapi Andika tidak banyak kenal.yang lain apalagi muka merek yang sudah banyak berubah karena usia bertambah.


"Ini gue yang datangnya kecepatan atau merek yang dandannya lama ?." Berkali-kali melihat arloji yang baru di beli tersebut, merasa cemas jika ternyata Erin dan Rani tidak datang sedangkan Andika sudah disana.


Andika melihat ke punggung Rani tapi yang di cari tidak ada, lantas Rani bertanya. "Cari apa sih ?."


"Cari sayap, katanya bidadari bisa terbang kok ini nggak ada sayapnya."


"Ck dasar gombal, yuk masuk sekarang Erin habis ngabarin kalau bakal agak telat jadi kita di suruh masuk duluan."


"Yaudah ayok." Tanpa aba-aba Andika menggandeng tangan Rani dan mereka masuk bersama meski Rani sedikit keberatan dengan hal itu, tentu saja di samping untuk mengelabui kepada teman-teman bahwa Andika membawa pasangan juga karena malam ini Rani nampak sangat cantik.


"Ngapain tangan gue digandeng, gue bukan truk." Ujarnya dengan bisikan.


"Biar nggak ilang, susah ntar gue nyariin."


Andika dan Rani membaur dengan yang lain apalagi banyak bertemu dengan teman sekelas yang sekarang sudah menikah. Andika mengaku kepada yang lain bahwa Rani adalah pacarnya jadi ia tidak akan repot jika di tanya soal pasangan, meski tidak suka tapi Rani nampak setuju karena ternyata yang lain bahkan selain menikah juga sudah memiliki anak.


"Erin mana ? Kalian kan biasanya barengan terus, Jonathan juga mana biasanya sama elo Dik ?." Salah seorang teman sekolah bertanya dan Rani juga Andika saling memandang seolah bingung harus menjawab apa jika di tanya soal Jonathan.


"Erin ada perlu katanya rada telat datang."


"Oh."


Suara yang cukup berisik dari para alumni hang hadir membuat Rani, Andika dan yang lain penasaran akan apa hang sedang terjadi. Ternyata tanpa di duga Jonathan datang ke reuni spontan Andika melihat Rani yang membelalakkan mata melihat Jo dengan tatapan tajam.


"Hai Jo lama nggak ketemu tambah ganteng ya sekarang."


"Kok lo masih sama badannya, lihat nih gue udah melar udah jadi bapak-bapak sekarang."


"Tidak aku masih sama." Jonathan membaur dengan yang lain meski dirinya ingin menyapa Rani dan Andika lebih dulu, ia merasa janggal dengan ketidakhadiran Erin di manapun.


Kedatangan Erin tidak kalah membuat Rani dan Andika terkejut, bukan paras cantik yang biasanya wanita itu tunjukkan tapi yang saat ini berjalan di sebelah Erin dan tangannya sedang di gandeng oleh Erin.


"Maaf ya Ran, Dik aku telat soalnya nungguin mas Raihan selesai praktek kerja."


Rani mengerjapkan mata beberapa kali, baru sekarang ini Erin bersama seorang lelaki semenjak dekat dengan Jonathan dan tentu kalau di ajak ke reuni bukan hanya sebatas teman. Rasa penasaran Rani mendorongnya untuk bertanya lebih.


"Dia teman kamu Rin ?." Tanya Rani.


"Oh iya aku lupa kenalin, mas Raihan ini teman kerja sekaligus tunangan aku maaf kalau telat kasih tau karena rencananya aku mau kasih surprise ke kalian." Wajah Erin terlihat berbunga selaras dengan paras cantiknya hari ini.


"Dan kamu benar-benar membuatku terkejut." Ujar Jonathan yang sejak tadi memperhatikan kedatangan Erin.


"Jo... Jonathan ?."