Valencia

Valencia
Pria Misterius



Hari yang di tunggu pun tiba, Retta dan Iffi sedang bersiap-siap menuju pesta perjamuan kolega besar yang di adakan oleh Bimo orang tua dari Jeff.


"Ta, udah bagus belum dasi gue? "tanya Iffi menatap cermin, sedang Retta sedang memasang jam tangan pilihan nya.


" Udah, "sahut nya tanpa melihat Iffi.


" Udah, kepala gue miring pun lo gak tau, "gerutu Iffi kesal.


" Hmm, bodo amat, "


Retta membuka laci dan mengambil dua kartu undangan, "Nih punya lo, "


"Hotel Garden Gold? " beo Iffi membaca kartu undangan itu.


"Di hotel perjamuan nya, "


"Kita berangkat sekarang, "


Selama di perjalanan menuju lokasi, Iffi menyetir mobil di atas rata-rata karena sudah mendapat ancaman dari Retta. Saat memasuki jalan yang cukup sepi, Retta mengerutkan dahi nya karena jalanan itu tidak pernah sepi, entah mungkin ini hanya kebetulan saja.


"Ta, tumben jalan nya sepi, "


"Kebetulan aja kali, "


Saat Iffi sedang fokus menyetir, tiba-tiba ia fokus pada suatu hal yang tidak terduga, Iffi menajam kan kedua mata nya dan memastikan kalau itu bukan lah apa-apa. Namun seketika ia mematikan lampu mobil itu dan hal itu membuat Retta bertanya-tanya.


"Kok lu matiin lampu nya? " tanya Retta, sedang Iffi masih tetap fokus memperhatikan sesuatu yang menurut nya penting.Iffi menghentikan mobil di pinggir jalan.


"Lo liat itu gak? " tunjuk nya pada jarak seratus meter.


"Mana bisa gue lihat gelap begitu,"Iffi mendecakkan lidah nya.


" Gue lihat tadi ada orang mencurigakan, "Iffi memandang Retta dengan serius.


" Serius lo? "Iffi memberi isyarat untuk diam di tempat. Retta menuruti perintah Iffi.


Tanpa terduga telinga mereka mendengar suara jeritan seorang wanita, Iffi dan Retta terkejut mereka berfikir pembunuh itu pasti beraksi kembali.


" Sialan lo anjing, "Retta berburu turun dari mobil nya bersama Iffi mengejar dan mencari asal suara itu dengan cahaya handphone yang ia harap kan.


" Woyyy.. berhenti lo, "Iffi langsung berteriak ketika melihat seseorang sedang memikul seorang wanita di bahu nya.


" Kyaaaaaa!!!! berhenti loooo!! "teriak Retta geram, mereka berusaha mengejar pembunuh itu dengan sekuat tenaga.


" Anjing looooo!!! "


Jdoorr


Iffi dan Retta mematung ketika mendengar suara tembakan , pria itu terjatuh di aspal hitam karena peluru itu menembus paha nya.


Iffi melihat kebelakang siapa pelaku yang sudah menembak pria itu, sedang Retta berlari menyusul pria itu dan menyelamat kan wanita yang ia bawa.


Seorang pria berpakaian serba hitam,dengan adanya sinar rembulan yang menerangi nya. Iffi tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu. Tangan sebelah kanan nya memegang pistol sedang tangan kiri nya ia masukkan kedalam saku celana.


"Si... siapa kau? " tanya Iffi gugup, pria itu diam tidak menggubris nya.


"Tidak perlu kau tanyakan siapa aku, bawa saja dia ke kantor polisi dan selamatkan wanita itu, " seru pria itu dengan suara berat namun tidak fasih dan memiliki campuran barat. Ia berjalan meninggalkan lokasi itu dan menghilang di telan gelap nya malam. Iffi masih penasaran dengan pria itu namun Retta langsung memanggil nya untuk segera menelpon Jeff dan juga ambulans.


Beberapa saat berlalu, Jeff dan ketiga anak buah nya berhasil mengamankan pelaku penculikan. Wanita yang di culik nya dalam keadaan pingsan,mobil ambulans membawa wanita itu kerumah sakit terdekat, Jeff meminta anak buah nya untuk menjaga ruang rawat wanita itu agar keesokan pagi nya ia dapat di mintak keterangan mengenai kejadian yang menimpa nya.


"Ta, kita langsung aja ke pesta nya, gue udah dapetin file yang lo minta, " seru Jeff kepada Retta yang masih membenahi pakaian nya yang berantakan.


"Lo duluan aja, kita segera kesana, " pinta Retta dan Jeff mengangguk meninggalkan mereka berdua di jalanan sepi itu.


Iffi diam termenung sedari tadi, Retta yang mengetahui itu pun merasa heran terhadap teman nya.


"Lo kenapa Fi? "Iffi mengusap wajah nya yang teramat penat.


" Gue masih kepikiran sama pria yang nembak tadi, "gumam Iffi, Retta langsung teringat kejadian penembakan yang tidak di ketahui siapa pelaku nya.


" Lo liat wajah nya? "


"Enggak, tapi gue yakin dia ganteng, " seloroh Iffi membuat Retta memukul bahu nya dengan geram.


"Sialan lo, "


Iffi tertawa ringan, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pesta anggur.


***


"Sorry tan, Retta lagi sibuk nyiapin persiapan untuk wisuda nanti, " jawab Retta tersenyum ramah.


"Astaga.. Tante hampir lupa kamu sudah sepintar itu sekarang, kapan kamu wisuda nya?" tanya Syera kegirangan, Retta menjawab nya dengan senang hati.


"Satu bulan lagi tante, "


"Sebentar lagi ya... ok nanti Tante sama Om bakal nemenin kamu saat wisuda, "


"Thank you very much Tante, "


"Ya, kamu anak tante sekarang, kenapa tidak? so relax my son, "


"Aku lebih santai dari sebelum nya tante, "


Syera melihat kebelakang tubuh Retta, ada Iffi yang sedang mengagumi keindahan hotel itu dengan secangkir gelas anggur di tangan nya.


"Iffi Bumantara? sahabat kamu bukan? " tanya Syera pada Retta, dengan senang hati Retta menjawab...


"Ya, tapi aku tidak tau nemu dia dimana, Tan, " rintis Retta membuat Iffi menatap nya seketika, Syera tertawa geli melihat ekspresi Iffi.


"Parah lo Ta, "Retta menepuk bahu Iffi dengan seloroh yang ia buat.


" Kenalin, ini bokap nya Jeff. Lo belom pernah ketemu kan? "


"Pernah, "


"Kapan? "


"Sekarang, " jawab Iffi tanpa dosa dan menjabat tangan Syera dengan ramah.


"Oh yaa gue lupa, "


"Hallo tante, aku lebih ganteng kan dari pada Retta, " dengan PD nya Iffi mengerlingkan bulu mata nya.


"Kalian berdua sama tampan nya, "


"Cihiii, " goda Retta menertawai Iffi yang sudah menatap nya dengan kecut.


"Syera!! " panggil Bimo suami Syera.


"Kenalin, ini client Papa, " seru Bimo membawa seorang pria tampan dan muda.


"Oh hy,


"Hello, "


Iffi mengerutkan dahi nya, suara pria itu tampak tidak asing di pendengaran nya.


"Tidak perlu kau tanyakan siapa aku, bawa saja dia ke kantor polisi dan selamatkan wanita itu, "


"Lo... lo pria itu kan? " Iffi menunjuk pria itu dengan gugup, Bimo, Syera dan Retta melihat kearah Iffi secara bersamaan. Mereka bingung dengan yang di katakan Iffi.


"Lo kenapa Fi? "


Pria itu menunjukkan senyuman nya, "Sorry kalau itu buat lo terkejut, " Iffi menutup mulut nya.


"Ta, dia yang nembak penculik tadi, " Retta melebarkan kedua mata nya.


"Serius lo? "


"Nembak apa yaa maksud nya? " tanya Bimo heran.


"Ahh.. bukan apa-apa, " seru pria itu membuat Bimo dan Syera semakin bingung. Pria itu berjalan meninggalkan mereka berempat dengan gaya cool nya.


Iffi mengejar pria itu karena rasa ingin tau nya,"Permisi, "


"Kenapa kau melakukan itu? "


"Perché è fastidioso, "


.......


.......


.......


...Bersambung.....