THE SECRET OF LOVE IN THE DANDELION

THE SECRET OF LOVE IN THE DANDELION
FLOS TERRA




Flos Terra adalah sebuah dunia yang tidak bisa dikunjungi oleh sembarang orang. Flos Terra terletak di antara kesadaran dan ketidaksadaran. Banyak yang meragukan keberadannya, walaupun terkadang tidak jarang manusia biasa masuk ke alam itu tanpa sengaja. Akan tetapi, bagi mereka yang pernah secara tidak sengaja tiba di sana, menganggap bahwa semua itu hanya mimpi.


Mereka tidak sepenuhnya salah, karena memang Flos Terra hanya bisa dikunjungi oleh manusia biasa saat mereka sedang tertidur, dan tidak semua orang yang tertidur dapat mengunjungi tempat itu, kecuali orang itu menarik perhatian salah satu dari mereka--penghuni Flos Terra.


Seperti Zayan, yang beberapa minggu belakangan ini sangat tertarik dengan seorang gadis yang banyak menghabiskan waktu di perkebunan bunga mawar.


Zayan tidak sengaja melihatnya saat sedang berpatroli di perbatasan. Bukan rahasia lagi bagi kaumnya, bahwa ketika salah satu dari mereka merasa tertarik dengan seorang manusia, maka dengan cara apa pun mereka akan berusaha untuk mendapatkan manusia itu.


Caranya sangat mudah, hanya dengan memasuki alam mimpinya, membisikan kata-kata menggoda yang membuat hati sang pujaan meleleh dan akhirnya setuju untuk ikut dengan mereka. Sudah sering terjadi, seorang manusia tergoda dan akhirnya memutuskan untuk pergi dan menetap di Flos Terra untuk menjadi bagian dari Flos Terra tanpa memedulikan perasaan keluarga yang mereka tinggalkan.


Jangan menyalahkan manusia-manusia itu yang terkesan mudah sekali berpaling dari keluarga mereka dan memilih untuk menetap di tempat asing dengan makhluk yang asing pula. Paras penghuni Flos Terra sangatlah rupawan, manusia normal mana yang tidak tertarik dengan mereka. Apalagi jika mereka melepaskan pesona mereka yang sesungguhnya.


Zayan bisa melakukannya dengan mudah jika ia mau, tetapi tidak ia lakukan. Gadis yang menarik perhatiannya itu adalah gadis lemah yang berusaha untuk selalu terlihat tegar demi sang ibu dan juga adiknya. Jika Zayan mengambilnya dan membuat gadis itu selalu berada di sisinya maka itu sama saja dengan merebut seluruh dunia dari ibu dan adik gadis itu. Setahu Zayan, keluarga itu tidak memiliki seorang pelindung--seorang kepala keluarga--maka mereka saling menguatkan satu sama lain dalam menjalani hidup.


Pikiran gila yang pertama menghinggapi kepala Zayan adalah, bagaimana caranya agar dirinyalah yang keluar dari Flos Terra dan menghampiri dunia gadis itu. Zayan ingin sekali menjadi pelindung bagi keluarga itu. Meringankan beban si gadis pujaan dan selalu berada di sampingnya. Membiarkan gadis itu menyandarkan kepala di pundaknya, dan menumpahkan seluruh kesedihan di dalam pelukannya.


Gadis itu terlalu sering ia lihat menangis di perkebunan bunga mawar tempatnya bekerja. Zayan selalu memerhatikan betapa pilunya tangis gadis itu, tetapi ia akan tersenyum begitu sang ibu ataupun sang adik datang membawakannya makan siang yang kemudian akan ia santap dan ia sisakan sedikit di salah satu semak yang paling rimbun, entah untuk siapa. Begitu mudah gadis itu menyembunyikan perasaanya, membuat Zayan semakin merasa kasihan dan peduli kepadanya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?"Aidan menghampirinya dan duduk di sampingnya. Saat ini mereka sedang berada di sebuah menara, mengawasi setiap daerah yang ada di bawah mereka dengan teropong panjang yang dengan mudah dapat diarahkan ke sana dan kemari.


"Bukan apa-apa!" jawab Zayan.


"Benarkah? Aku merasa kamu sedang berbohong."


Zayan tersenyum. "Aku bersungguh-sungguh!"


"Ya, baiklah. Oh, ya, apa sudah dengar kabar dari Zinnia? Kudengar ia membatalkan pertunangannya dengan si 'sok tampan' itu!"


"Aku tidak dengar dan jujur saja aku pun tidak peduli!" wajah Zayan berubah serius.


Aidan mengangkat kedua bahunya. "Ya, sepertinya kabar itu memang tidak terlalu penting."


Zayan mengangguk.


Aidan melirik saudaranya itu. "Lalu?"


"Apa?" tanya Zayan.


"Apa yang kamu lakukan dalam beberapa minggu belakangan ini. Aku perhatikan kamu sering sekali mengunjungi padang dandelion. Apa ada sesuatu yang sedang kamu lakukan di sana?"


"Tidak!" jawab Zayan singkat.


"Benarkah?"


"Ya. Tidak ada!"


Zayan.


"Masalah serius?" ucap Zayan. Berusaha bersikap sesantai mungkin.


"Ya. Kamu pasti sudah tahu apa yang aku maksud. Kali terakhir Yasminlah yang ada di sana, dan kamu tahu dengan pasti masalah apa yang telah ditimbulkan oleh selir ayah kita itu! Portal itu selalu membuat masalah."


...***...


Keanu berdiri tepat di depan sebuah bangunan kayu khas pedesaan. Bangunan itu terlihat sederhana, tetapi terlihat rapi dan sejuk.


Ia melangkah memasuki bagian teras kemudian mengetuk pintu yang berukiran rumit di depannya.


Ceklek!


Seorang gadis kecil berambut ikal dan bermata sipit memandangnya dengan tidak ramah. "Kakak cari siapa?"


"Keysa ada?" tanya Keanu, sambil tersenyum ramah.


"Jadi, Kaka temannya Kak Key?" Ekspresi cemberut di wajah Adinda berangsur menghilang. Ia membuka pintu dengan lebar kemudian meminta Keanu untuk masuk dan menunggu di ruang tamu.


Keanu menuruti perintah gadis kecil itu dan masuk ke rumah mungil itu.


Tidak berapa lama kemudian Keysa tiba di ruang tamu dan menatap Keanu dengan mulut terbuka lebar.


Keanu tersenyum manis sebelum mengatakan. "Awas ada lalat yang masuk!"


Keysa buru-buru menutup mulutnya lalu menghampiri Keanu yang duduk dengan santai di atas kursi rotan di ruangan itu.


"Kenapa kemari?" tanya Keysa.


"Aku akan menemanimu selama ibumu sakit," jawabnya.


"Aku 'kan tidak memintamu untuk melakukan itu, dan siapa yang mengatakan kepadamu tentang ibuku?" tanya Keysa, dengan nada serendah mungkin agar Keanu tidak tersinggung.


"Amel yang mengatakannya, dan dia sekarang ada di luar. Sepertinya dia sudah menebak respon yang akan kamu berikan, itulah sebabnya dia enggan kuajak masuk." Keanu terlihat kecewa.


"Bukan begitu, Ken, aku hanya tidak ingin merepotkanmu."


"Aku tidak merasa kamu repotkan. Izinkan aku kali ini saja, ya, aku sungguh ingin sekali membantumu, Key! Aku bahkan telah mengajukan cuti di kampus." Keanu memohon dengan wajah memelas. Tatapan sendu dari mata indah Keanu membuat Keysa tidak tega melakukan penolakan yang seharusnya ia lakukan.


Keysa menggigit bibir bawahnya. "Baiklah, hanya kali ini saja!"


Bersambung.