THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Ex Wife's Revenge (Karya baru Emak)



Hallo, semuanya! Emak datang bawa karya baru nih berjudul EX WIFE'S REVENGE, jangan lupa mampir dan ramaikan, beatie-ku❤❤



Cuplikan Bab:


Tepat jam 10 malam seorang wanita cantik berdiri di dekat jendela ruang tamu sambil menatap ke arah luar dengan perasaan yang gelisah. Sesekali ia menatap ke arah jam yang tertempel di dinding ruang tamu. Ia menghela nafas berulang kali sambil bergumam-bergumam kecil.


"Kenapa Mas Wahyu belum pulang juga ya?" Wanita itu masih setia di dekat jendela dengan perasaan cemas luar biasa.


Hingga satu jam berlalu, akhirnya yang dia tunggu datang juga. Wahyu--suaminya--pulang kerja menggunakan motor matic yang di beli 2 tahun yang lalu, tepatnya satu minggu sebelum mereka menikah. Rumah tangganya  dulu sangat hangat dan juga harmonis, meski ia menikah tanpa restu dari orang tuanya. Tapi, belakangan ini rumah tangganya terasa dingin, dan sikap Wahyu berubah kepadanya sejak kehadiran ibu mertua di rumahnya.


Zahra adalah  nama wanita itu dan usianya 30 tahun. Ia mempunyai fisik yang sangat cantik, kulit putih, rambut panjang hitam berkilau, kedua mata teduh dan bibir yang sangat manis jika tersenyum. Visual Zahra sangat mirip seperti artis China yang bernama Dilraba Dilmurat.


"Mas, kok baru pulang?" tanya Zahra ketika suaminya baru memasuki rumah.


"Lembur!" jawab Wahyu singkat padat dan jelas, terdengar sangat ketus dan dingin, bahkan suaminya itu sama sekali tidak menoleh pada Zahra yang berdiri tidak jauh darinya.


Zahra tersenyum miris mendengar alasan suaminya yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Padahal sore tadi ia menghubungi teman kantor suaminya, dan teman suaminya itu mengatakan tidak ada lemburan selama sebulan ini, lalu ke mana suaminya pergi hingga setiap hari pulang selarut ini?


Rasa curiga dan berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di kepalanya, namun Zahra berusaha berfikir positif.


Wanita cantik itu melangkah gontai menuju kamar sembari menahan rasa sesak di dalam dada.


"Sudah makan?" tanya Zahra ketika sampai di dalam kamar. Ia melihat suaminya sedang melepaskan semua pakaian dan berjalan menuju kamar mandi.


"Sudah!"


"Tidak perlu! Aku lelah,  habis mandi  langsung mau tidur!" jawab Wahyu sebelum menutup pintu kamar mandi.


Zahra menatap nanar pintu kamar mandi yang sudah tertutup rapat, kemudian ia berjalan menuju tempat tidur yang berukuran tidak terlalu besar namun cukup untuk dua orang. Lalu mengambil pakaian kotor suaminya, tapi gerakannya terhenti ketika mencium aroma parfum yang sangat asing di indra penciumannya.


Dengan jantung yang berdegup kencang, Zahra mendekatkan hidungnya ke arah kemeja suaminya yang berwarna putih itu. Tidak salah lagi, aroma parfum wanita itu berasal dari sana.  Untuk memastikan lebih lanjut, wanita itu segera memeriksa kemeja tersebut.


"Tega kamu Mas!!" Zahra seperti di sambar petir di malam hari saat melihat cap bibir berwarna merah di kemeja suaminya di bagian kerah. Ternyata dugaannya selama ini benar, suaminya telah berselingkuh dengan wanita lain, pantas saja hubungan mereka tidak hanya dingin, tapi juga terasa hambar saat di atas ranjang.


Zahra segera menyimpan kemeja tersebut ke dalam lemari, ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dan ia segera mengusap air matanya dengan cepat, memasang wajah biasa seolah tidak terjadi apa-apa.


"Ada apa? Kenapa kamu diam di sana? Tidak tidur?" tanya Wahyu yang kini sudah duduk di atas tempat tidur. "Oh ya, aku sudah mentransfer uang ke rekeningmu," lanjutnya seraya merebahkan diri di atas tempat tidur yang sempit itu.


Zahra menjawab dengan anggukan saja, lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan diri di sana.


Wahyu hanyalah seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan ternama yang ada di Ibu Kota Jakarta. Gajinya 6 juta perbulan, dan itu pun di serahkan separuhnya saja kepada Zahra, dan sisanya di pegang oleh Wahyu sendiri.


Zahra menatap langit-langit kamarnya, dengan perasaan yang hancur, sakit dan juga patah hati, tidak menyangka jika suaminya yang dulu sangat mencintainya telah mendua. Karena melihat Wahyu yang sangat mencintainya, Zahra kala itu sampai kabur dari rumah demi mempertahankan hubungannya, dan ia menikah dengan Wahyu tanpa persetujuan orang tuanya. Zahra kini baru merasakan penyesalan.


Benar kata orang, jika menikah tanpa restu orang tua hubungan pernikahan itu tidak akan harmonis.


Lelah dengan pikirannya yang kalut, akhirnya Zahra memejamkan kedua mata, terlelap dalam mimpinya, akan tetapi baru lima menit memejamkan kedua mata, ia kembali terbangung ketika mendengar suaminya sedang mengobrol melalui sambungan telepon.


Terima kasih semuanya di tunggu kehadirannya di Karya Baru. 😘😘😘