THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Extra Part 4



Carlos dan keluarga kecilnya sudah sampai di halaman rumah rumah mewah milik keluarga istrinya.


"Ini adalah rumahku." Arra berkata dengan penuh riang kepada suaminya.


Carlos menganggukkan kepalanya beberapa kali seraya merangkul bahu istrinya dengan mesra. Kedua anaknya sudah berlari ke dalam rumah mewah tersebut diikuti oleh Aslan dan Ardan.


"Ayo masuk!" ajak Allegra pada Carlos dan putrinya.


"Iya, Ma," jawab Arra sambil menarik tangan suaminya memasuki rumah mewah yang sudah sangat ia rindukan itu.


*


*


"Dad, look at this!" seru Alessia dan Achelio yang saat ini berada di ruang tengah, di sana ada keranjang besar mandi bola dan berbagai mainan lainnya. Kedua anak kembar itu terlihat sangat senang dan bahagia dengan mainan baru mereka.


"Terima kasih karena Papa dan Mama sudah menyiapkan semua ini untuk twins," ucap Arra kepada kedua orang tuanya.


"Tidak perlu mengucapkan terima kasih. Kami memang sengaja menyiapkan semua mainan itu agar mereka berdua betah berada di sini," jawab Gery pada putrinya.


"You guys are the best!" sahut Carlos sambil ternyum tipis memandang kedua mertuanya.


"Jangan memuji kami. Karena kami akan melakukan yang terbaik untuk twins," jawab Gery pada Carlos.


Arra tersenyum senang karena ayah dan suaminya itu kini sudah akur. Sungguh indah memandangnya.


"Ma, aku lapar. Apakah ada makanan?" tanya Arra sembari mengelus perutnya yang terasa keroncongan.


"Ya ampun, kami sampai lupa kalau pelayan sudah menyiapkan makan malam spesial untuk kalian," ucap Allegra lalu mengarahkan anak dan menantunya itu ke ruang makan. Sedangkan twins masih asyik bermain dan di jaga oleh kedua paman mereka.


Sampai di ruang makan. Carlos menatap menu makanan khas indonesia yang sudah tersaji di meja makan.


"Carlos kau ingin makan yang mana?" tanya Arra pada suaminya yang sedang memilih menu.


"What is that?" tanya Carlos sembari menujuk sate ayam dan sate kambing.


"Itu namanya sate ayam dan kambing," jawab Arra lalu mengambilkan satu tusuk sate ayam untuk Carlos.


Carloa menerima sate tersebut dan segera mencicipinya. "Ehm ... rasanya seperti ...ayam yang di siram dengan saos kacang." Carlos berkata menggunakan Bahasa Indonesia yang belepotan.


"Lebih baik kau berbicara dengan bahasa inggris saja. Kami tidak mengerti bahasa planetmu!" ucap Gery sambil geleng-geleng kepala.


"Hei! Itu namanya kau rasis! Jangan berkata seperti itu!" Allegra membela Carlos, karena dia dulu juga seperti itu saat pertama kali berada di Indonesia, tidak terlalu fasih berbicara menggunakan Bahasa Indonesia.


Carlos tersenyum licik pada ayah mertunya, dan berhasil membuat Gery berdecak sebal.


"Again, mommy." Carlos meminta sate lagi kepada istrinya.


"Kau menyukai sate ini?" tanya Arra dengan kedua mata yang berbinar terang.


"Suka, tapi aku lebih suka makan kamu," jawab Carlos tidak berfilter.


Arra tersenyum meringis menatap kedua orang tuanya, kemudian ia menutup wajahnya dengan piringnya yang masih kosong. Ia sangat malu sekali kepada kedua orang tuanya karena ucapan Carlos yang tidak berfilter.


Sedangkan Carlos terlihat masa bodo sambil menikmati sate ayamnya.


***


Bestie jangan lupa jempolnya, thank you❤👍🏼