
“Tenang saja Oma, aku mempunyai ajian semar mesem dan jaran goyang yang akan membuat iblis tampan itu klepek-klepek kepadaku, ha ha ha,” seru Arra pada Hana, ketika sudah berada di dalam kamarnya. Hana takut jika Carlos akan marah kalau Arra menginap di mansionnya.
“Dasar kamu ini!” ucap Hana seraya menjitak kepala Arra dengan sangat gemas.
“He he he. Jangan panggil aku Arracelia kalau tidak bisa membuat Carlos tunduk kepadaku!” Arra berkata dengan penuh percaya diri.
“Ya ... ya, terserah kamu saja. Sekarang sudah malam dan istirahatlah,” ucap Hana seraya beranjak dari kamar cucunya itu.
Arra menutup pintu kamarnya, lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur yang sudah sangat ia rindukan.
“Aku sangat merindukan kamarku!” Arra menggerakkan kedua tangannya dan kedua kakinya bersamaan.
“Ah, nyamannya,” gumam Arra seraya memejamkan kedua matanya, perasaannya sangat bahagia dan tenang. Dia ingin seperti ini terus, merasa tenang tanpa ada tekanan dari mana pun.
*
*
Di sisi lain. Carlos sudah sampai di halaman mansionnya. Bibirnya terus melengkung bahagia. Dia tidak sabar bertemu dengan istrinya.
“Selamat malam, Tuan,” sapa salah satu anak buahnya yang membukakan pintu mobil untuknya.
“Hemm!” Carlos hanya menjawab sapaan anak buahnya dengan deheman saja. Dia keluar dari mobil dengan gaya yang sangat keren sembari mengancingkan jasnya.
Carlos berjalan dengan langkah tegap. Suasana sepi dan remang menyambutnya ketika dirinya memasuki mansion. Tapi, senyum di bibirnya terus terukir karena sebentar lagi akan bertemu dengan istri cantiknya.
“Tuan!” seru salah satu bodyguard yang bertugas untuk menjaga Arra.
Carlos yang akan menaiki anak tangga pun menghentikan langkahnya. “Nanti saja!” tegas Carlos.
“Tapi, Tuan--”
“Apakah kau tuli?! Aku bilang nanti saja jika kau ingin membahas pekerjaan gelapku!” tegas Carlos sekali lagi, kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
“Ya ampun! Aku rasa sebentar lagi kepalaku akan lepas dari tempatnya!” Pria berbadan besar dan kekar itu cemas. Tidak menyangka jika Carlos akan pulang secepat ini.
*
*
“Apa yang akan aku katakan kepadanya?” gumam Carlos, dia menjadi sangat gugup.
“Hello Sayang. Apa kabar? Maafkan aku karena aku pergi tidak berpamitan kepadamu.” Carlos berbicara sendiri sambil pintu kamar tersebut.
“Ehemm! Tidak, bahasaku terlalu formal!” gumam Carlos.
“Ayolah Carl, jangan terlalu kaku, dan bersikaplah romantis kepada istrimu.” Carlos terus bergumam yang akhirnya membuatnya menjadi kesal sendiri.
“Sial! Sepertinya aku tidak di takdirkan bersikap romantis!” kesal Carlos lalu segera memutar handle pintu kamar tersebut.
Ceklek
Pintu kamar tersebut sudah terbuka, Carlos segera memasuki kamar tersebut, akan tetapi ... hanya kegelapan saja yang menyapanya. Dia segera menepuk tangannya tiga kali, dan lampu di seluruh kamar yang super luas itu menyala terang. Pandangan pertama yang dia tuju adalah, tempat tidur mewah yang terletak di tengah kamar itu.
Tidak ada istrinya di sana?! Dia berjalan menuju kamar mandi, tapi tidak menemukan istrinya juga. Dia menjadi panik.
Jangan ... jangan ... Arra melarikan diri?!
Carlos yang ingin memberikan kejutan kepada istrinya, malah dirinya yang terkejut.
Kemudian ia memanggil dua bodyguard yang di tugaskan untuk menjaga istrinya melalui intercom yang terletak di nakas dekat tempat tidur.
“TOM ... JERY!!!!!” teriak Carlos penuh amarah.
****
Carlos mulai nggak waras🤣🤣
Jangan lupa dukungannya yak❤