
Carlos sudah kembali ke depan ruang operasi dengan kondisi salah satu lengan yang di balut perban. Dia menghentikan langkahnya saat melihat Dante, Hana, dan Dom sudah berada di sana.
“Maafkan aku. Aku lalai menjaga Arra,” ucap Carlos kepada Dante dan Hana.
“Simpan kata maafmu itu, dan katakan kepada kedua orang tua Arra nanti!” Dante berkata tegas dan datar. Rasanya dia ingin menghajar Carlos sampai babak belur, tapi dia menahannya karena sadar jika dia tidak berhak main hakim sendiri.
Carlos menganggukkan kepalanya pelan. Kemudian dia mendudukkan diri di samping Black. Lampu ruang operasi masih menyala hijau bertanda jika operasi tersebut belum selesai. Carlos resah melihat lampu tersebut tidak kunjung berubah warna, padahal operasi sudah berjalan hampir satu jam.
Tom dan Jery datang ke rumah sakit dan mencari keberadaan Carlos. Mereka menemukan Carlos di depan ruang operasi.
Carlos beranjak lalu meminta kepada anak buahnya itu untuk menjauh dari keluarga istrinya. Dia ingin berbicara enam mata dengan Tom dan Jery.
“Bagaimana?!” Carlos berkata sangat dingin.
“Setelah di identifikasi, orang yang menabrak Nyonya Arra adalah Tuan Eugino. Dia sudah meninggal di dalam mobil yang sudah terbakar itu. Dan untuk anak buah yang berpengkhianat sudah di ringkus polisi. Dan aku pastikan nama Anda tidak akan terseret dalam kasus ini. Meski Cosa Nostra sudah lama di buru oleh polisi.” Tom menjelaskannya kepada Carlos.
“Apakah kau yakin kalau namaku tidak akan terseret?” tanya Carlos datar.
“Iya, aku sudah mengancam para anak buah Eugino agar tetap menutup mulut mereka.” Kali ini Jery yang menjelaskan.
“Kerja bagus! Setelah ini aku akan meninggalkan Italia, dan akan menetap di New York bersama istriku. Aku akan meninggalkan bisnis gelap itu,” ucap Carlos, dia sudah mempertimbangkan cukup lama keputusannya ini.
“Keputusan Anda sudah tepat,” jawab Tom and Jery bersamaan.
Tidak berselang lama, ruang operasi terbuka lebar, dua perawat mendorong bangsal pasien keluar dari ruangan tersebut.
Carlos tertegun, hatinya berdenyut nyeri saat melihat istrinya tidak berdaya di atas bangsal tersebut. Dan dia semakin merasa bersalah saat melihat kaki kanan Arra di balut dengan perban.
Dua perawat itu terus mendorong bangsal pasien itu menuju kamar rawat ini VIP.
Sampai di ruang rawat Arra. Dante, Hana, Emily dan Dom mengelilingi Arra yang masih terpejam dan terlihat pucat. Carlos berdiri di belakang keluarga istrinya, dia tidak mampu melihat Arra yang terluka karena dirinya.
“Apakah kandungan istriku baik-baik saja?” Carlos bertanya dengan jantung yang berdetak tidak karuan. Semua orang di sana menunggu jawaban dari para perawat itu, karena pertanyaan Carlos sudah mewakilkan mereka.
“Iya, kandungannya baik-baik saja. Tapi, istri Anda harus menjalani bed rest, terlebih lagi istri Anda baru selesai menjalani operasi tulang paha, jadi di harapkan pasien jangan beranjak dari tempat tidur dulu,” salah satu perawat menjelaskannya dengan detail.
Carlos dan semua orang di sana sedikit bernafas lega saat mendengar penjelasan perawat tersebut.
“Apakah kakinya bisa berjalan normal kembali?” kali Ini Hana yang bertanya dengan perasaan cemas luar biasa.
***
Yang kemarin bilang Arra keguguran siapa?? Sampe ngasih bintang 2 dan 1. Please, jadilah pembaca yang bijak dan jangan biasakan beramsumsi sendiri sebelum ada kelanjutannya 😭😭😭🙏 main kasih bintang 1 dan 2 dan akhirnya bikin rating karya ini hancur😭.
Dan kuucapkan banyak terima kasih untuk para pembaca setiaku yang selalu dukung aku. Love kalian semua❤