THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Merasa tertindas



Kedua manik hitam dan tajam itu mengedar ke setiap sudut kamar bernuasa pink. Kamar tersebut terlihat kekanakan dan sangat girly. Lalu tatapan tajam itu beralih pada seorang wanita cantik yang terlelap di atas tempat tidur berwarna pink juga.


Ah, pantas saja Arra sering kali berkata ‘muak’ dengan suasana kamarnya.


Carlos mengayunkan kedua kakinya menuju tempat tidur itu. Lalu mendudukkan dirinya di sana sembari menatap istrinya yang terlelap dengan mulut yang menganga.


“Jelek sekali dia jika sedang tidur begini.” Carlos terkekeh kecil sembari mengusap pipi istrinya dengan penuh kelembutan. “Kau tidur lelap seperti ini, apakah kau tidak merindukan aku, Sayang?!” Carlos menjadi kesal karena biasanya Arra akan terlelap jika berada di pelukannya.


Lebih tepatnya dia yang memaksa istrinya agar mau di peluk olehnya. Kemudian ia melepaskan jasnya dan menyampirkannya di sandaran tempat tidur seraya merebahkan diri di samping istrinya.


“Aku ingin melihat reaksimu besok pagi. Kau pasti terkejut saat pertama kali membuka kedua matanya,” gumam Carlos lalu memeluk istrinya dengan erat.


“Ehm ... Carl ...” Arra bergumam dalam tidurnya lalu membalas pelukan Carlos.


“Dalam tidur pun kau memikirkan aku?” Carlos tersenyum bahagia, dia sangat percaya diri dengan ucapannya itu.


Carlos mengecup kening istrinya dengan penuh kelembutan. Kemudian tangannya yang melingkar di pinggang Arra kini mengusap perut rata istrinya. Sebuah rasa hangat dan haru menjalar ke relung hatinya saat dia mengusap perut istrinya beberapa kali. Bibir Carlos melengkung, dia seolah tidak percaya jika di dalam perut istrinya ada dua benihnya yang sebentar lagi akan menjadi dua bayi gembul dan lucu-lucu.


“Apakah kau tidak bisa diam!!!” omel Arra dengan kedua mata yang masih terpejam.


Carlos sangat terkejut dengan cepat dia menarik tangannya dari perut istrinya, menatap tidak percaya pada istrinya yang sadar dengan kehadirannya.


“Sayang, kau belum tidur?” Carlos mengerjapkan kedua matanya berulang kali, menatap istrinya yang mulai membuka kedua mata.


“Lebih tepatnya aku terbangun karena kau sangat berisik! Kau mengganggu tidurku, Carl!” umpat Arra, lalu menendang Carlos dengan kuat, hingga membuat iblis tampan itu terjungkal ke atas lantai.


“ARGGHH! Sayang!!!”” kesal Carlos sambil beranjak dari atas lantai seraya memegangi pinggangnya yang terasa sangat sakit.


“Enyah kau dari sini!” umpat Arra sambil mendudukkan diri di atas tempat tidur seraya menatap tajam suaminya yang sudah berdiri menatapnya tajam.


“Kau!!” Carlos menuding istrinya dengan kesal, tapi ia segara menurunkan tangannya lalu mendudukkan diri di tepian tempat tidur. “Aku pikir kau akan terkejut dengan kejutan yang aku berikan,” ucap Carlos dengan nada pelan.


“Kejutan? Kejutan apa?!” Arra molotot pada suaminya.


“Suamimu yang super tampan dan menawan ini adalah kejutannya!” Carlos berkata dengan penuh percaya diri sembari melebarkan kedua tangannya.


“Cih, kenapa kau menjadi narsis sekali?!” umpat Arra sembari mencebikkan bibirnya.


“Bahkan aku berharap dia tidak pernah kembali lagi di kehidupanku!” batin Arra kesal. Entah kenapa suaminya itu bisa pulang secepat ini ke Italia, dan lebih parahnya lagi bisa masuk ke dalam kamarnya.


Rasanya Carlos tidak mempunyai harga diri jika di hadapan istrinya.


“Seharusnya aku yang lebih kejam darinya, tapi kenapa malah sebaliknya? Rubah licik ini selalu menindasku!” umpat Carlos di dalam hati.


***


Poor Carlos, ngakak🤣🤣🤣


Jangan lupa dukungannya ya🥰🥰