
Ciuman yang berlangsung cukup lama itu terhenti saat mendengar suara perut Arra yang keroncongan.
Arra dan Carlos tertawa bersama sambil menyatukan kening mereka sembari mengatur nafas mereka yang tersengal.
“Kau merusak suasana!” Carlos mencubit gemas pipi istrinya.
“Anak-anakmu sejak tadi pagi belum makan sama sekali,” jawab Arra seraya mengerucutkan bibirnya manja.
“Aku akan memesan makanan untukmu. Kau ingin makan apa?” tanya Carlos seraya mendudukkan dirinya lagi di kursinya.
“Masakan Indonesia, ingin makan sate, soto, nasi padang, dan ...”
“Kau ini lapar atau rakus?!” Carlos menyetop ucapan istrinya yang menginginkan banyak makanan.
“Hei! Aku ini mengandung anak kembar, jadi harus makan banyak agar mereka tetap sehat dan tumbuh dengan baik,” rengek Arra dengan manja.
“Baiklah, aku akan memesankan semuanya untukmu, tapi kau harus menghabiskannya!” tegas Carlos dan segera di angguki oleh Arra seraya mengacungkan dua jempol tangan ke arahnya.
Carlos mengambil ponselnya lalu memesankan makanan untuk istrinya secara online. Dia memesan banyak makanan, karena ia yakin jika keluarga istrinya masih menunggu di luar ruangan tersebut.
*
*
Mike baru sampai Bandara Kota Milan. Dia langsung meluncur ke rumah sakit saat mendengar kabar dari Tom, jika Arra di tabrak oleh Eugino. Sampai di rumah sakit yang dia tuju, dia langsung naik ke lift yang akan membawanya ke lantai 10 di mana Arra di rawat di sana.
Dia sudah memberitahukan kedatangannya kepada Tom and Jery, jadi saat dia keluar dari lift langsung di sambut oleh dua bodyguard tersebut.
“Mike, akhirnya kau datang juga,” ucap Tom.
“Aku tidak bisa langsung terbang ke Milan, karena harus membereskan masalah perusahaan di New York. Tom, apakah kau sudah yakin jika yang terbakar di dalam mobil itu adalah Eugino?” tanya Mike seraya berjalan menuju ruang rawat Arra dan diikuti oleh dua bodyguard tersebut.
“Berdasarkan hasil identifikasi, jika orang tersebut adalah Eugino, Mike,” jawab Tom and Jery bersamaan.
“Perintahkan Tim Forensik untuk melakukan tes DNA kepada pria yang terbakar di dalam mobil itu!” tegas Mike memberikan perintah. Dia mempunyai feeling jika pria yang terbakar itu bukan Eugino.
Mike sudah sampai di depan ruang rawat Arra. Dia menatap semua orang yang duduk di depan ruangan tersebut.
“Kau siapa?” tanya Emily karena sebelumnya dia tidak mengetahui tentang Mike.
“Maaf, aku belum memperkenalkan diri. Aku adalah Mike, asisten Tuan Carlos.” Mike menundukkan setengah badannya saat memperkenalkan dirinya.
“Oh, kau tampan sekali. Ya ampun,” celetuk Emily, memuji Mike di depan suaminya. Dan tentu saja dia langsung merasakan aura dingin dan sekujur tubuhnya merinding. Emily terkejut saat melihat tatapan dingin suaminya.
“Aku hanya bercanda, My Dom!” Emily langsung memeluk lengan kekar suaminya.
Mike tersenyum tipis, lalu mendudukkan dirinya di samping Black.
“Kami baru melihatmu?” tanya Hana kepada Mike.
“Kau juga terpesona dengan pria itu, Sweetie?!” Dante merasa cemburu saat melihat istrinya menatap pria lain.
“Ya ampun!” Hana geleng-geleng kepala saat melihat tingkah suaminya seperti ABG tua.
Tidak berselang lama, datang kurir makanan sembari menenteng beberapa goodie bag di tangannya.
“Permisi, aku sedang mengantarkan makanan atas nama Arracelia,” ucap kurir tersebut.
“Kau pasti salah. Arracelia masih belum sadarkan diri karena habis menjalani operasi!” jawab Emily.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka. Carlos menyembulkan kepalanya di pintu yang terbuka itu. “Makanannya sudah datang?” Carlos langsung menerima beberapa goodie bag dari kurir tersebut.
“Hei, kau pasti sudah gila! Siapa yang memesan makanan sebanyak itu?” tanya Black.
“Tentu saja untuk Sayangku!”