
Dante dan yang lainnya sudah pamit pulang. Karena mereka sudah tidak cemas lagi dengan keadaan Arra. Mereka percaya jika Carlos bisa menjaga Arra yang super menyebalkan itu.
Arra sudah tidur kembali setelah selesai mengisi perutnya. Benar-benar ibu hamil itu sikapnya semakin absurd.
Carlos menatap Arra dari arah sofa, lalu beralih menatap Mike yang duduk di sampingnya.
"Aku sudah menyuruh Tom and Jery untuk mengerahkan Tim forensik untuk melakukan Tes DNA pada pria yang terbakar di dalam mobil itu," ucap Mike kepadan Carlos.
"Aku yakin seratus persen jika pria itu adalah Eugino," jawab Carlos.
Mike menggeleng pelan sebagai jawaban. "Kali ini kita tidak sependapat!" Mike menatap Carlos dengan tajam.
"Jangan bilang kau ingin meloloskan bajingan yang sudah melukai istrimu dan membunh orang tuamu!" Mike berbicara pelan tapi dengan penuh penekanan, bahkan dia tidak berbicara dengan bahasa formal lagi kepada Carlos, karena saking kesalnya dengan pria itu.
Carlos menundukkan kepalanya lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Benar 'kan tebakkanku!" Mike berkata lagi, saat Carlos diam tidak menjawab ucapannya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, Mike. Kau tahu, jika Eugino itu licik dan licin seperti lintah. Untuk saat ini kita pura-pura saja percaya dengan rencana yang dia buat." Carlos menjelaskan kepada Mike. Dia yakin jika pria bajingan itu sedang merencanakan sesuatu untuk membalaskan dendam.
"Kau benar! Kenapa aku tidak berpikir sampai ke sana?!" Mike mendesah kasar, lalu menghenyakkan punggungnya di sandaran sofa dengan kasar.
TOK ... TOK ...
Pintu ruangan tersebut di ketuk dari luar. Mike segera beranjak untuk membuka pintu tersebut.
"Kalian sudah kembali." Mike mempersilahkan Tom and Jery masuk ke dalam rungan tersebut.
Tom jalan terburu-buru hingga menimbulkan suara yang berisik, di saat bersamaan, Arra menggeliat dalam tidurnya.
"Kau sudah bosan dengan kepalamu, Tom! Pelankan langkahmu!" Carlos berbicara dengan nada pelan, tapi terdengar sangat mengerikan.
"Secepat ini?!" Carlos memicingkan kedua matanya, menatap Tom sangat tajam.
"Iya, Tuan," jawab Tom, menundukkan pandangannya.
Lalu pandangan Carlos beralih pada Jery yang menundukkan kepalanya. Carlos berdecak kesal, lalu meletakkan berkas tersebut ke atas meja dengan kasar.
"Kalian mau coba-coba bermain denganku!" Carlos mengerluarkan senjata apinya, begitu pula dengan Mike.
"Tom And Jery, aku beri satu kesempatan untuk berkata jujur kepadaku. Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk memberikan laporan tes DNA palsu ini!" tanya Mike seraya menempelkan moncong senjata apinya ke kepala Tom.
"Aku tidak menyangka jika kalian juga telah berkhianat!" Carlos berdecak kesal.
"Mike, kau tahu hukuman untuk orang yang berkhianat?!" tanya Carlos, tapi tatapan tajamnya mengarah kepada dua bodguard-nya yang terlihat pucat dan menggigil ketakutan.
"Di kuliti hidup-hidup!" jawab Mike.
"Tu-tuan, ampuni kami! Kami salah, kami di ancam oleh Eugino." Tom and Jery momohon bersama kepada Carlos dan Mike.
"Jadi benar jika Eugino masih hidup!" desis Carlos seraya mengepalkan kedua tangannya dengan sangat kuat, hingga urat-urat di tangannya menonjol.
"Mike, aku serahkan semua ini kepadamu! Dan cepat selesaikan!" titah Carlos kepada asistennya itu.
"Baik, Tuan!" jawab Mike, seraya menyimpan senjata apinya, kemudian menyeret dua bodyguard itu keluar dari ruangan tersebut.
***
Jangan lupa dukungannya bestie. ❤❤