
"Daddy!" seru gadis kecil berusia 3 tahun menyambut kedatangan ayahnya yang baru pulang kerja di teras rumah. Gadis kecil itu sangat cantik persis seperti ibunya.
"Hai, Baby." Carlos langsung merentangkan kedua tangannya pada putrinya yang berlari ke arahnya, ia langsung memeluk putrinya itu dengan sengat erat. Lalu menciumi pipi putrinya sangat gemas.
"Why did you just come home?" tanya Alessia sembari memeluk leher Carlos ketika ayahnya itu menggendongnya memasuki rumah.
"Kamu merindukan Daddy?" Carlos malah balik bertanya. Tangan kirinya menggendong putrinya sedangkan tangan kanannya menenteng tas kerja.
"Ya, bukan hanya rindu, tapi sangat merindukan Daddy. Aku tadi membuat cookies untuk Daddy," jawab Alessia dengan penuh kegembiraan, memperlihatkan dua manik mata berwarna biru yang membulat sempurna. Di tambah lagi bulu mata itu lentik dan lebat, membuat Alessia semakin terlihat sangat cantik dan menggemaskan.
"Realy?" Carlos menatap putrinya seolah tidak percaya, lalu sekali lagi mencium pipi Alessia dengan sangat gemas.
"Iya, Daddy." Alessia cemberut menanggapinya.
"Oke, Daddy percaya. Sekarang di mana Mommy dan Achelio?" tanya Carlos.
"Mommy sedang di dapur, dan Lio ada di kamar sedang main ponsel," jawab Alessia.
"Kita akan menuju ke dapur terlebih dahulu untuk mengejutkan Mommy," bisik Carlos, lalu melangkahkan kakinya menuju dapur, tapi sebelumnya ia meletakkan tasnya lebih dulu di ruang tengah.
*
*
Sampai di dapur Carlos menatap istrinya yang sedang berkutat di dapur di bantu oleh beberapa pelayan.
Alessia menahan tawa dan sesekali cekikikan saat ayahnya berjalan mengendap mendekati ibunya. Carlos juga menyuruh pelayan yang ada di sana untuk diam tidak bersuara.
Carlos kini sudah berada di belakang istrinya, kemudian ia membisikkan kata-kata cinta pada wanita yang selalu membuatnya jatuh cinta setiap hari.
Arra yang sedang sibuk memasukkan cookies yang sudah matang ke dalam toples pun menghentikan kegiatannya lalu tersenyum tipis seraya balik badan, dan kini ia sudah berhadapan dengan suami dan putri kecilnya.
"Kenapa masih sibuk di dapur? Bukankah aku menyuruhmu untuk tetap diam?" tanya Carlos sambil mengecup kening istrinya dengan mesra.
"Aku bosan karena seminggu ini kau sibuk!" jawab Arra sambil cemberut. Arra memerintahkan salah satu pelayannya untuk melanjutkan perkerjaanya, kemudian ia mengambil alih Alessia dari gendongan Carlos.
"Maaf, Mommy. Aku sibuk karena ingin memberikan kejutan untukmu." Carlos tersenyum tipis sambil mengeluarkan ponselnya dari kantong celananya.
"Kejutan?" Beo Arra seraya mencium pipi putrinya dengan gemas.
Carlos memperlihatkan layar ponselnya kepada istrinya, seketika itu kedua mata Arra membola sempurna seolah akan nyaris keluar dari tempatnya.
"Are you kidding me?!" Arra memekik kuat beralih menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya.
"Aku serius. Kita akan merayakan universary pernikahan kita yang ke-empat. Kita akan liburan ke Indonesia. Kau akan bertemu dengan keluargamu dan setelah itu kita akan honeymoon ke Yogyakarta," jawab Carlos lalu memeluk istrinya dengan erat.
"Thank you." Arra berkata sambil terisak, pasalnya sudah lama dia tidak pulang ke Indonesia sejak menikah dengan Carlos.
"Kau senang dan bahagia?" tanya Carlos seraya mengusap punggung istrinya dengan lembut.
"Yeah, aku sangat bahagia." Arra menjawab sambil mengecup pipi suaminya.
"Mommy ... Daddy ... Kalian berpelukan tapi tidak mengingatku!" Alessia merengek saat tubuh mungilnya tergencet di tengah-tengah kedua orang tuanya yang sedang berpelukan.
Carlos dan Arra kompak tertawa lalu mereka mencium pipi putri mereka bersamaan di sisi kanan dan kiri.