THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Tertabrak



“Kau sudah siap, Ra?” tanya Emily pada Arra yang sudah selesai berdandan. Rencana Arra akan mengantarkan Emily untuk memeriksakan kandungan di rumah sakit.


“Sudah, Lily. Ayo!” Arra berkata sembari menyambar tasnya yang tergeletak di meja rias kamarnya.


“Kau terlihat sangat cantik sekali, Ra, setelah menikah dengan Carlos. Sepertinya pria itu sangat memperhatikan penampilanmu,” ucap Emily memperhatikan penampilan Arra dari atas sampai bawah.


“Perhatiana? Dia hampir mempunyai sifat yang sama dengan manusia kayu!” jawab Arra sambil berjalan keluar dari kamarnya diikuti oleh Emely.


“Setidaknya dia memperhatikan penampilanmu. Dan sepertinya dia sangat mencintaimu,” ucap Emily lagi.


“Ck! Dia mana peduli dengan kata cinta, baginya yang terpenting bisa berhubungan S*x, itu sudah cukup menurutnya!” Arra menjadi kesal sendiri jika membahas tentang Carlos.


“Hei, tidak boleh berkata seperti itu. Meskipun aku membenci Carlos, tapi saat aku lihat cara dia memandangmu itu berbeda, seperti penuh dengan cinta.” Emily berkata sambil menuruni anak tangga dan di bantu oleh Arra.


“Jangan membicarakan omong kosong lagi!” kesal Arra, sambil terus memegangi tangan Emily saat menuruni anak tangga.


“Ngomong-ngomong, apakah benar kalau kau sedang hamil anak kembar?” tanya Emily penasaran.


“He-em, kembar dua. Kau pasti iri ‘kan!” Arra mengelus perutnya yang masih rata.


“Tidak sama sekali! Hamil anak satu saja sudah membuatku sesak nafas setiap malam dan sulit untuk bergerak, apa lagi hamil bayi kembar. Kau saja yang merasakannya, aku berdoa sih semoga bayimu kembar 3, biar sama seperti kedua orang tuamu,” jawab Emily sambil tertawa.


“Dua saja sudah cukup!” sahut Arra kesal.


Dua ibu hamil itu sudah sampai di halaman mansion. Black, berserta Tom dan Jery sudah menunggu di sana.


“Kalian di sini?” Arra menatap Tom and Jery bergantian.


“Kami di perintahkan Tuan Carlos untuk menjaga Anda, dan ini mutlak tidak bisa di bantah,” jawab Tom pada Arra.


“Terserah kalian saja!” jawab Arra kesal, lalu segera masuk ke dalam mobil setelah Emily sudah masuk lebih dulu.


“Kami akan mengawal Anda dari belakang, Nyonya,” ucap Tom ketika akan menutup pintu mobil yang di naiki Arra.


“Aku bilang terserah!” jawab Arra kesal.


“Baik, Nyonya.” Tom segera menutup pintu mobil tersebut.


Mobil yang di naiki oleh Arra dan Emily sudah melaju keluar dari area mansion mewah itu. Tom and Jery mengikutinya dari belakang menggunakan mobil lainnya.


“Black, bisakah mampir ke restoran Indonesia dulu? Bayi-bayiku ingin memakan makanan Indonesia,” pinta Arra kepada Black yang mengemudi.


“Aku ingin beli sendiri,” jawab Arra.


“Oke!” Black menghela nafas kasar, lalu segera melajukan mobilnya menuju restoran Indonesia.


Tidak berselang lama kemudian ...


“Arra, di depan sana macet, dan kita harus putar arah untuk ke restoran Indonesia yang di seberang sana!” Black menujuk restoran yang di maksud di seberang jalan.


“Berhenti di sini saja, Black. Dan kalian tunggu, aku akan menyeberang,” ucap Arra seraya keluar dari mobil.


“Arra, terlalu berbahaya jika kau menyeberang!” Emily tidak setuju, apalagi jalanan yang di seberang sana tampak ramai lancar dan banyak kendaraan yang melaju cepat.


“Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa menyeberang saat berada di Indonesia.” Arra berkata meyakinkan.


“Black, kau ikuti Arra!” titah Emily.


“Tapi, aku harus menjagamu.” Black menjadi serba salah, akan tetapi dia merasa lega saat Tom keluar dari mobil dan menghampiri Arra.


“Ada apa? Kenapa Nyonya keluar dari mobil?” tanya Tom.


“Aku ingin ke restoran itu. Antarkan aku,” pinta Arra.


“Baik, Nyonya.” Tom segera berjalan mengikuti Arra yang sudah menuju jalan seberang sana.


“Ayo, Tom, jika menyeberang kau harus cepat sedikit, nanti kau tertabrak mobil!” seru Arra yang sudah berjalan lebih dulu dan berada di tengah jalan raya.


Dari arah kiri ada mobil yang melaju sangat cepat.


Tom mendelik karena dia tahu kendaraan itu adalah milik Eugino. Tom segera berlari dan berteriak keras.


“Nyonya awas!!” teriak Tom.


BRAKK!!


Tom terlambat, Arra sudah tertabrak oleh mobil tersebut.


***


Arra😭😭😭