
“Maafkan kami, Tuan. Semua ini keinginan Nyonya Arra, karena sedang mengidam,” ucap Tom dan diangguki oleh Jery.
“Apa itu mengidam!!” bentak Carlos seraya menatap tajam Tom and Jery yang berdiri menunduk di hadapannya.
“Mengidam adalah keinginan ibu hamil yang harus di penuhi jika tidak nanti bayi kalian mengeluarkan air liur terus jika sudah lahir,” jelas Jery pada bosnya itu.
Mendengar kata hamil, emosi Carlos langsung mereda. “Sayangku hamil?” tanya Carlos sembari menahan senyum bahagianya.
“Iya, Tuan. Bayi yang di kandung Nyonya Arra ada dua. Iya ‘kan Jery,” ucap Tom pada pada rekannya itu.
“Iya, benar. Kami melihat hasil USG-nya,” jawab Jery membenarkan.
“Kenapa Sayangku tidak memberitahuku tentang kehamilannya?! Apakah dia akan memberikan kejutan untukku?” Carlos sedikit kesal, seharusnya dia orang pertama yang harus mengetahui kehamilan istrinya, tapi dia saat ini malah tidak tahu apa-apa.
Sungguh menjengkelkan, akan tetapi dia akan berusaha untuk bersabar dan berbaik hati kali ini.
“Kalian boleh keluar dari sini!” usir Carlos pada dua bodyguard tersebut.
Tom and Jery segera beranjak dari kamar mewah tersebut.
Carlos tersenyum lebar ketika dua pria itu sudah keluar dari kamarnya. “Arghh! Aku akan mempunyai dua bayi kembar yang lucu-lucu!!” seru Carlos sangat bahagia sambil berjoget tidak jelas, untuk meng-ekspresikan rasa bahagianya yang membuncah di dalam dada.
Tapi ia berhenti berjoget dan memasang wajah datarnya lagi saat Tom mengetuk pintu kamarnya.
“Ada apa?!” sentak Carlos.
“Saya lupa menutup pintu kamar Anda,” ucap Tom lalu segera menutup pintu kamar tersebut sambil menahan tawa.
“Dasar Tom And Jery sialan! Hampir saja ketahuan!” kesal Carlos lalu tersenyum lebar lagi sambil joget-joget.
Tapi, tanpa dia tahu, Tom and Jery mengintip tingkah Carlos yang sangat absurd.
Carlos menghentikan tingkahnya yang konyol. Dia segera mendudukkan diri di sofa mewah yang ada di dalam kamarnya itu. “Untuk malam ini aku membiarkanmu tidur di sana!” ucap Carlos seraya merebahkan dirinya di atas sofa.
*
*
“Tuan, ini sudah lewat tengah malam! Nanti Keluarga William akan terganggu dengan kedatangan kita,” ucap Tom kepada Carlos yang memerintahkan dirinya untuk mengantarkan ke mansion keluarga William.
“Jika kau masih membantah perintahku lagi maka bersiaplah untuk kehilangan lehermu!!” ancam Carlos tidak main-main.
“Tidak Tuan. Baik, saya akan mengantar Anda,” ucap Tom segera berjalan menuju garasi mobil. Tidak berselang lama, dia keluar dari garasi mobil dengan mengendarai salah satu mobil mewah Carlos.
BRAK!
Carlos menenang Jok yang di duduki Tom dari belakang. Tom yang sedang menguap pun sampai terkejut dan langsung mengatupkan mulutnya yang menganga.
“Cepat jalankan mobilnya!!!” sentak Carlos tidak sabaran.
“Siap, Tuan.” Tom langsung memacukan kendaraannya dengan kecepatan penuh.
“Hei!! Pelankan kecepatan mobilnya! Apakah kau ingin membuatku celaka!!!” bentak Carlos dengan suara yang terdengar sangat mengerikan.
“Astaga! Serba salah! Bunuh saja aku, Tuan! Bunuh aku!” teriak Tom tapi hanya berani di dalam hati.
“Maaf, Tuan, saya akan memelankan kecepatan mobilnya,” jawab Tom, berusaha sabar menghadapi tingkah aneh bosnya itu.
“Dasar Siput!” umpat Carlos.
***
Ngakak🤣🤣🤣🤣