
Dokter wanita sudah selesai memeriksa Arra. Kondisi Arra baik-baik saja, hanya saja membutuhkan istirahat untuk meredakan jetlag-nya.
“Dengar kata Dokter tadi,” ucap Arra yang berbaring di atas tempat tidur.
“Aku dengar, tetap saja aku merasa cemas kalau berhubungan denganmu dan kedua anak kita,” jawab Carlos lalu naik ke atas tempat tidur, merebahkan diri di samping istrinya lalu memeluk Arra dengan erat seraya mengusap perut istrinya yang sudah terlihat membuncit itu.
Perut Arra terlihat lebih buncit dari kehamilan pada umumnya, mungkin karena istrinya itu hamil kembar.
“Hei!” Carlos tersentak kaget saat merasakan sesuatu di permukaan perut Arra.
“Ish! Kau mengejutkanku!” omel Arra pada suaminya.
“Maaf, tapi apakah kau merasakannya?!” Carlos berseru heboh, kemudian ia mendudukkan dirinya lagi sambil terus mengusap perut Arra. Dia merasakannya lagi, merasakan sebuah gerakan kecil dari perut Arra.
Arra terdiam sejenak, kemudian ia mengangguk pelan seraya berkata, “iya, aku juga merasakannya.” Arra ikut menyentuh perutnya.
Hati kedua orang itu menghangat saat merasakan gerakan kecil itu, yang sudah di pastikan adalah tendangan kedua anak mereka.
“Baby, kalian tahu kalau ini daddy?” Rasa haru menyelimuti hati Carlos hingga membuat kedua matanya berkaca-kaca. Kemudian ia menundukkan kepalanya, lalu menempelkan sebelah telinganya pada permukaan perut Arra.
Sungguh besar kuasa Tuhan karena sudah menitipkan dua mukjizat ke dalam perut istrinya. Hal itu membuat Carlos tidak sabar menanti kedua bayinya lahir.
“Carl, geli.” Arra terkekeh geli saat merasakan Carlos menciumi perutnya dengan gemas.
Carlos tidak mendengarkan ucapan istrinya, dan dia semakin menjadi, malah semakin mengusap perut Arra dengan jambangnya. Tindakan Carlos membuat Arra menjadi kesal.
“CARLOSS!!!!!”
*
*
*
“CARLOS!!” teriak Arra kepada suaminya.
“Iya, Mommy. Aku datang!” seru Carlos sambil membawa dua botol susu di tangannya. Dia panik ketika mendengar kedua anaknya menangis bersahutan.
Yap, satu tahun telah berlalu. Arra sudah melahirkan dua bayi kembar cantik dan tampan. Dan kedua anak mereka saat ini sudah berusia 6 bulan.
Ardan--saudara kembar istrinya--sudah sembuh dari penyakitnya setelah Carlos menemukan dokter terbaik di dunia. Carlos yang dulunya di benci oleh keluarga William, kini menjadi sangat menyukai Carlos, karena pada dasarnya Carlos adalah pria yang sangat baik dan mempunyai hati yang hangat.
“Kenapa kau lama sekali?!” Arra segera menyambar dua botol susu yang ada di tangan suaminya.
“Otakmu sangat mesum sekali!” Arra menggeleng pelan sambil menatap suaminya dengan sebal.
“Sayang! Aku sudah berpuasa selama hampir 2 minggu, di tambah lagi gunung kembarmu di kontrak kedua anak kita selama 2 tahun! Astaga, lengkap sudah penderitaanku!” Carlos berkata dengan lemas.
“Sabar ... nanti malam ...kau bisa menikmati diriku dengan puas. Asalkan Achilleo dan Alessia tidak rewel,” jawab Arra mengerling nakal, lalu mengecup bibir suaminya dengan mesra.
“Sayang, kenapa tidak sekarang saja,” rengek Carlos sambil membenarkan senjatanya yang sedikit miring.
“Ini masih sore, Carl. Kedua anakmu juga belum tidur.” Arra menjawab sambil menggelayut mesra di lengan suaminya, sembari menatap kedua anak mereka yang masih rakus menyedot susu mereka dari botolnya.
“Baiklah, aku sabar menunggu.” Carlos mengecup kening istrinya dengan mesra.
*
*
Malam harinya, Achellio dan Alessia sudah tidur pulas dengan kedua Nanny mereka. Dua balita itu seolah mengerti situasi, kalau kedua orang tuanya membutuhkan waktu untuk bermesraan.
Carlos yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil menekuri layar ponselnya menoleh saat pintu kamar mandi terbuka. Carlos menelan ludahnya dengan kasar saat melihat istrinya tidak mengenakan apa pun.
“Sayang.” Suara Carlos terdengar serak saat melihat tubuh sintal istrinya yang naked. Ia segera meletakkan ponselnya di atas nakas lalu turun dari atas tempat tidur menghampiri istrinya yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.
Arra tersenyum dan berpose menggoda suaminya, membuat Carlos semakin gemas.
Carlos yang sudah tidak tahan, dengan cepat merengkuh tubuh polos Arra hingga merapat ke tubuhnya. Carlos langsung menggendong Arra seperti bayi koala, sambil mencium bibir istrinya dengan sangat rakus, seraya berjalan membawa istrinya itu menuju ranjang mereka.
“I Love You ...,” bisik Carlos.
“I Love You, More,” balas Arra dengan suara yang begitu menggoda di indra pendengaran Carlos. Kemudian segera memulai percintaan panas mereka, dan malam panjang itu telah di mulai.
...TAMAT
...
Akhirnya kita sudah sampai di penghujung kisah Carlos dan Arra.
Kuucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca setiakuh. Dan jangan lupa mampir ke karya baruku yang berjudul Second Palace, hanya di Noveltoon.
Love you semuanya, muaccch.