THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Extra Part 2



“Bye ... uncle.” Alessia dan Achelio berpamitan kepada Mike saat mereka akan naik ke pesawat Jet Pribadi.


“Jaga diri kalian dan jangan rewel seperti bayi.” Mike sedikit menundukkan setengah badannya seraya mengusap pucuk kepala anak kembar itu bergantian.


Kedua anak kembar itu mengangguk patuh kemudian mereka segera naik ke pesawat Jet menyusul ibu mereka.


Mike kini beralih menatap Carlos yang berdiri tidak jauh darinya. “Aku harap kau kembali dengan selamat, dan jangan lupa berikan aku keponakan lagi,” canda Mike kepada Carlos yang sedang melepaskan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


“Seharusnya aku yang berkata seperti itu kepadamu, karena aku tidak akan membiarkan Arra hamil lagi.


Melihatnya kesakitan saat melahirkan twins sudah membuatku hampir kehilangan nyawaku!” jawab Carlos sambil menepuk pundak Mike.


“Usiamu sudah 33 tahun, kau harus secepatnya menikah!” Carlos berkata seolah sedang mengejek asistennya itu.


“Melihat Anda setiap hari bertengkar dengan Nyonya Arra sudah membuatku tahu rasanya berumah tangga.” Mike menjawab dengan datar.


“Hei!!! Jaga mulutmu! Pertengkaran dalam rumah tangga itu sudah bisa terjadi, dan kami akan mesra setelah itu!” seru Carlos pada Mike yang tersenyum mengejek dirinya.


Bagaimana Mike tidak mengejek bosnya itu? Kalau Carlos akan tidur di luar jika sedang bertengkar dengan Arra. Dan hal itu akan menjadi hiburan tersendiri untuk Mike. Pasalnya, mantan ketua mafia yang dulu sangat garang dan paling di takuti, sekarang menjadi sangat imut seperti helo kitty, lebih parahnya lagi takut dengan istri.


“Kenapa kau semakin lama semakin menyebalkan!” umpat Carlos lalu menendang salah satu kaki Mike dengan keras.


Mike mengaduh sambil tergelak keras. Seraya mengibaskan salah satu kakinya yang baru saja di tendang oleh Carlos. Rasanya lumayan sakit.


“Daddy!!!” seru Arra dari pintu pesawat.


“Yes, Mommy!” Carlos balik berseru sambil mendongak dan melambaikan tangannya kepada istri tercintanya.


“Sekarang pergilah. Dari pada nanti Anda di suruh tidur di luar,” ucap Mike pada Carlos yang kini menatapnya penuh arti.


“Dasar bajingan!” umpat Carlo kesal.


“Ha ha ha ha.” Mike hanya tergelak menanggapinya.


“Aku percayakan perusahaan kepadamu!” Carlos berpesan kepada Mike sebelum masuk ke dalam pesawat.


Mike mengangguk pelan lalu melambaikan tangannya kepada Carlos.


*


*


“Sorry, Mommy, tadi ada beberapa hal yang harus di bicarakan dengan Mike,” jawab Carlos ketika sudah duduk di samping istrinya.


“Kalian tidak sedang membicarakan aku ‘kan?!” Arra menatap suaminya dengan penuh selidik.


“Tentu saja tidak. Kami hanya membicarakan masalah perkerjaan,” jawab Carlos sambil menggenggam tangan istrinya penuh kehangatan.


“Daddy, can you help me?” Lio menghampiri ayahnya sambil memberikan ponselnya.


“Sure!” jawab Carlos seraya melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arra, lalu beralih menerima ponsel dari putranya.


“Carlos kau terlalu memanjakan mereka dengan kemewahan. Lio masih terlalu kecil untuk memainkan ponsel, and lihat ... dia harus memakai kaca mata minus karena terlalu lama menatap layar ponsel!” Arra protes kepada suaminya.


“Hanya kaca mata saja tidak masalah, Mommy.”


Carlos selalu saja menganggap sepele masalah tersebut. Maka dari itu Arra terkadang sangat kesal pada suaminya.


“Terserah!” Arra memalingkan wajahnya, tidak mau berdebat lagi dengan suaminya.


Carlos membenarkan ponsel putranya, setelah selesai ia memberikan ponsel tersebut kepada Lio.


“Kau marah?” Carlos menatap istrinya yang tiba-tiba diam.


“Kau masih bertanya?!” Arra melirik sengit suaminya.


“Ayolah. Untuk saat ini jangan bahas apa pun! Bukankah seharusnya hari ini kau bahagia karena akan bertemu dengan kedua orang tuamu?” Carlos membujuk istrinya agar tidak marah lagi dengannya.


***


Jangan lupa mampir ke karya baru aku yang berjudul, My Sweet babysitter. ❤💃