THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Extra Part 5



Setelah satu minggu berada di Jakarta. Carlos dan Arra akhirnya terbang ke Yogyakarta. Mereka menitipkan kedua anak mereka kepada Gerry dan Allegra.


Tepat jam 5 sore mereka sampai di Bandara setempat, dan langsung menuju ke hotel yang sebelumnya sudah di booking.


"Aduh, lelahnya." Arra mengaduh ketika memasuki kamar hotel mewah yang di sewa selama 2 minggu ke depan untuk mereka berbulan madu.


"Thank you," ucap Carlos kepada petugas hotel yang membawakan satu koper mereka namun berukuran cukup besar. Tidak lupa Carlos memberikan tips kepada petugas tersebut.


Arra berkeliling di kamar mewah dan luas itu. Ia membuka satu persatu gordeng yang terbentang menutupi jendela kamar hotel yang luas itu.


Carlos tersenyum ketika melihat tingkah istrinya. Ia segera menyeret kopernya ke sudut kamar tersebut, kemudian berjalan mendekati istrinya yang kini sudah berdiri di dekat jendela sembari menatap keindahan kota Yogyakarta yang indah pada sore hari.


"Kamu terlihat senang sekali?" tanya Carlos seraya memeluk istrinya dari belakang. Lalu mengendusi leher Arra dengan penuh gairah.


"Tentu saja aku senang, sejak dulu saat aku masih sekolah, aku ingin berkunjung di kota ini, tapi Mama dan Papa tidak pernah mengizinkan. Terima kasih, Carl, karena kau sudah mewujudkan semua keinginan dan impianku," jawab Arra, lalu membalikkan badannya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Carlos.


"Sekarang apa keinginan dan impianmu?" tanya Arra seraya menatap suaminya yang super tampan itu dengan penuh cinta.


"Semua keinginanku sudah terwujud," bisik Carlos seraya memajukan wajaghnya, mendekatkan bibirnya pada bibir Arra yang selalu terlihat ranum menggoda.


Kedua tangan Carlos semakin mengeratkan pelukan di pinggang istrinya yang ramping itu. Tidak akan pernah ia lepaskan wanita sebaik dan secantik Arra, meski rada geser otaknya, tapi bagi Carlos ... Arra adalah wanita yang paling sempurna.


"Benarkah? Aku penasaran dengan keinginan dan impianmu itu?" balas Arra berbisik juga.


"Membangun rumah tangga yang harmonis denganmu, itu adalah impianku," jawab Carlos.


"Ah, Carlos, kenapa semakin tua kau semakin sangat manis." Arra tersenyum senang lalu mengecup bibir suaminya dengan mesra dan penuh cinta.


"I Love You." Carlos mengungkapkan cintanya sebelum membalas ciuman istrinya.


"I Love You, More," jawab Arra.


Bibir mereka ini saling memagut dan saling membelit lidah. Ciuman yang awalnya di dasari rasa cinta kini berubah menjadi sebuah gairah yang membara. Satu persatu pakaian mereka mulai terlucuti dan teronggok di atas lantai, hingga tubuh keduanya kini sudah polos tanpa sehelai benang.


Mereka berakhir bertempur di atas ranjang mewah yang ada di tengah kamar tersebut.


Percikan api gairah semakin membara di tubuh keduanya. Carlos bergerak mendominan di atas tubuh istrinya yang selalu terlihat sexy meski sudah melahirkan dua anak untuknya.


Arra selalu menjaga bentuk tubuh dan pola makannya, mengingat di luar sana banyak ulat bulu yang mengicar suaminya, maka dari itu Arra harus selalu cantik dan sexy di depan Carlos.


"Ah, Carl." Arra melenguh ketika Carlos menyentakkan dengan pelan dan dalam.


"Aku akan sampai," bisik Carlos, lalu mamagut bibir istrinya dengan sangat rakus. Kemudian ia mempercepat gerakannya, hingga pada akhirnya ia mencapai pelepasan, menumpahkan cairan injeksinya ke dalam rahim istrinya.


"Carl," ucap Arra seraya mengusap punggung Carlos yang di penuhi tatto dan di penuhi keringat.


"Ya, Sayang?" jawab Carlos.


"Aku sudah tidak minum pil kontrasepsi lagi," ucap Arra dengan pelan.


"WHAT!!!" Carlos terkejut dan langsung melepaskan penyatuannya itu.


"Please, aku ingin bayi lagi," rengek Arra sambil memanyunkan bibirnya.


"No!" jawab Carlos sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya, sudah! Aku cari pria lain saja yang mau menghamiliku!" rajuk Arra sambil beranjak dari tempat tidur lalu memungut pakaiannya yang berserak di atas lantai.


"Katakan sekali lagi!! Kau ingin mati ya!!" Carlos marah, lalu menarik Arra ke ranjang yang terlihat berantakan itu.


"Kau ingin bayi? Oke, lahirkan 10 bayi kembar untukku!" Carlos segera membuka kedua kaki Arra dengan lebar, kemudian memulai ronde kedua.


"Carl, kau gila!!" kesal Arra sambil memukuli kedua pundak suaminya bergantian. Jika Carlos sudah marah seperti ini, bisa-bisa dia besok pagi tidak bisa berjalan karena Carlos akan melampiaskan amarahnya dengan cara bercinta sampai puas.


****


Kasihan Arra 🤣🙈