THE PRISONER OF MAFIA

THE PRISONER OF MAFIA
Extra Part 7



Arra memakan makan siangnya seperti orang kesurupan. Bahkan ia tidak memedulikan suaminya yang menatapnya dengan tatapan aneh sambil menggelengkan kepala.


"Sayang, pelan-pelan." Carlos mengingatkan.


"Diam! Aku kelaparan seperti ini karena kau!" Arra menuding Carlos dengan garpu yang sedang ia pegang, kedua matanya melotot lebar dan mulutnya penuh dengan makanan.


Di bentak oleh istrinya. Carlos bukannya marah tapi malah tergelak keras karena menurutnya istrinya itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


"Ish! Memangnya ada yang lucu?!" Arra mendegus seraya memutar kedua matanya dengan malas, ia kembali fokus pada makanannya yang sangat menggiurkan.


"Kau yang terlihat lucu," jawab Carlos masih menyisakan tawanya.


"Ck!" Arra berdecap sebal lalu memukul lengan suaminya. "Cepat habiskan makananmu!" titah Arra pada Carlos.


"Baiklah, sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menuju ronde selanjutnya." Carlos menggoda istrinya.


"Uhuk ...uhuk ..." Arra tersedak ketika mendengar ucapan suaminya yang tidak berfilter. "CARLOS!!" geram Arra seraya memencet hidunganya lantaran rasa tersedak itu menyisakan perih dan sakit di area hidung dan tenggorokannya.


"Ha ha ha ... Aku hanya bercanda, Sayang." Carlos kembali tergelak sembari mengambilkan segelas jus jeruk yang tersaji di atas meja, lalu memberikannya kepada Arra.


Arra menyambar segelas jus jeruk yang di berikan oleh suaminya itu. Ia langsung meminumnya hingga tandas, kemudian memberikan gelas yang sudah kosong itu kepada suaminya lagi.


*


*


Selesai mengisi perut. Arra dan Carlos membersihkan diri di kamar mandi bersama. Tentu saja di dalam kamar mandi itu Carlos tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjamah dan menikmati tubuh istrinya yang sudah menjadi candunya itu.


Arra hanya bisa pasrah dengan kelakuan suaminya yang tidak pernah merasa puas sekali dengan penyatuan mereka.


Mandi yang biasanya hanya memerlukan waktu 10 menit, kini molor menjadi 1 jam lebih. Kedua kaki Arra sampai bergetar dan rasanya tidak sanggup untuk melangkahkan kakinya.


Carlos menggendong istri cantiknya menuju ranjang mereka yang terlihat berantakan. Ia mendudukkan Arra di tepian ranjang dengan perlahan dan hati-hati. Sementara itu, ia langsung mengambil pakaian istrinya dari dalam koper yang terletak di sudut kamar hotel itu.


Carlos dengan sangat telaten dan penuh cinta memakaikan dress tipis ke tubuh istrinya.


"********** mana?" tanya Arra cemberut sebal.


"Hei!! Lalu untuk apa jauh-jauh datang ke Yogyakarta jika hanya untuk bercinta saja?!" omel Arra pada Carlos yang tersenyum menyebalkan.


"Bukan kah kau ingin 10 bayi? Jadi kita harus melakukannya tiada henti!" jawab Carlos sambil tertawa pelan.


"Kau pikir, aku ini induk kucing!" Arra melotot horor kepada suaminya.


"Anggap saja begitu," jawab Carlos sembari menyisir rambut istrinya yang basah dengan ke lima jarinya.


Huh!


Arra menghela nafasnya dengan kasar. Enggan menjawab ucapan suaminya.


*


*


Setelah satu minggu berbulan madu di Yogyakarta. Arra dan Carlos kembali ke Jakarta, dan setelah itu berlanjut kembali ke New York, pasalnya Carlos tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama, lagi pula ia juga merasa kasihan kepada Mike yang mengurus perusahaan sendirian.


"Kalian senang berada di Indonesia?" tanya Carlos pada istri dan kedua anaknya saat mereka berada di pesawat Jet pribadi.


"Ya, kami sangat senang. Dan kami berharap kalau tahun depan bisa pulang ke Indonesia," jawab Arra, seraya memeluk lengan suaminya yang duduk di sampingnya.


"Thank you my Husband. I love you, so much." Arra mengecup pipi suaminya dengan mesra.


"I Love You, Too," jawab Carlos membalas ciuman istrinya. Kemudian mereka berdua saling pandang dan saling melempar senyuman.


Dan, akhirnya mereka berdua hidup bahagia dengan anak-anak mereka untuk selamanya.


...TAMAT...


Terima kasih, sudah mendukung kisah CarLa.


Dan selanjutnya nantikan kisah Mike yang akan tayang di Noveltoon ❤❤