The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
kantin



setelah Alice duduk di tempatnya, master Darian mengumumkan akan mengadakan tes kepada mereka semua.


satu persatu murid di pangilan untuk maju ke dapat melakukan tes.


sampai akhirnya giliran Alaric maju.


"Alaric tunjukan pedang api kuno" ucap master Darian.


Alaric hanya menjentikkan harinya dan muncul sebuah pedang api yg berkobar.


"kau memang tak pernah mengecewakan" puji master Darian.


kemudian setelah itu waktunya Alice untuk maju.


"apa kau pernah berlatih sihir api sebelumnya?? " tanya master Darian kepada Alice.


namun Alice hanya menggelengkan kepalanya.


"hahhh..... baiklah lah, bakar kertas ini" ucap master Darian.


"pejamkan mata mu dan rasakan aliran mana mu yg mengalir" ucap master Darian.


Alice mengikuti panduan master Darian namun ia tak bisa mengeluarkan elemen apinya.


namun setelah cukup lama akhirnya Alice dapat membakar kertas itu.


Alaric membuang makanya tak ingin menatap wajah orang yg sangat ia benci.


setelah pelajaran berakhir Alice keluar dan berjalan menuju taman akademi.


ia duduk di bawah pohon yg rindang itu.


menatap siswa-siswi yg terbang mengunakan sapu sihir, mengunakan pedang terbang, piring terbang dan tertawa bahagia


Alice teringat akan Alaric.


"apakah dengan kematian ku akan mengembalikan senyum mu?? " cicit Alice sedih.


Alice menatap langit yg biru itu.


"mengapa aku datang sebagai pembawa sial?? " ucapnya lirih.


"Alice kau bersedih lagi?? " ucap seorang kucing yg naik ke pangkuan Alice.


"seperti yg kau lihat inglis"ucap Alice.


"benar.... jika mereka membuat mu sedih lagi aku akan memakan mereka" ucap Bron si burung gagak.


"tak perlu" ucap Alice kepada Bron.


"ckck... kau selalu saja tak mengizinkan kami membalas orang yg jahat, sedangkan kau selalu saja menerima perlakuan yg buruk" ucap Bron jengkel.


sebelum Alice menjawab Rania, sira, sayana, dan Ece berlari ke arahnya.


"huaa...... Alice kami lelah mencari mu di mana-mana" ucap Rania.


"ternyata kau di sini" ucap Ece.


"ayo kita ke kantin akademi, dan tak ada kata penolakan" ucap sira sambil menarik tangan Alice.


akhirnya mereka berlima pergi bersama-sama ke kantin.


sesampainya di kantin mereka menjadi sorotan semua orang di sana.


"cih..... lihat mengapa mereka mau berteman dengan anak pembawa sial itu?? " ucap mereka


"*kau benar, itu sangat menjijikkan"


"dimana status putri kerajaan mereka sehingga mereka mau berteman dengan nya"


"jika aku sebagai putri kerajaan aku tak akan mau*"


dan banyak lagi sindiran dari semua orang.


Ece tak kuasa menahan amarahnya pun melempar sihir tanah ke arah dinding belakang.


"apa kalian tak memiliki tata krama?? apa kalian ingin mulut kalian ku jahit?? " ucap Ece marah.


"akademi kerajaan ini akademi terbaik di benua Neurivia, jika seperti ini sikap kalian bisa saja menghancurkan reputasi akademi" ucap Ece.


"dan satu lagi,jika aku mendengar kalian menghina Alice aku akan memanggang kalian satu persatu" ucap sira yg angkat suara.


"wah-wah....... pembela putri pembawa sial" ucap seorang wanita dengan rambut merah yg masuk ke dalam kantin di ikuti beberapa temannya.


"sekali pembawa sial maka dia akan menjadi orang yg paling rendah" ucap wanita itu lagi yg membuat suatu energi dalam Alice bergejolak.


aura hitam keemasan menyelubungi Alice, langit menjadi kelam.


BERSAMBUNG....