
"apa kau juga merasakan hal yg sama dengan ku??"ucap Alaric.
William hanya melirik orang yang menepuk pundaknya.
"singkirkan tanganmu"ucap William dingin
"ah maafkan atas ketidaksopanan saya"ucap Alaric.
"kau cukup tau itu"ucap William
sedangkan Alice masih bertarung bersama jenderal besar, terlihat di sana Alice sangat santai membalas serangan jenderal besar.
sampai akhirnya jenderal besar mengeluarkan seluruh tenaganya, ia mengayun pedangnya dengan seluruh tenaganya dan menyerang Alice.
sedangkan Alice hanya menutup matanya dan kemudian menunduk, setelah menyelip ke belakang jenderal besar Alice memutar pedang kayu yang ada di tangannya kemudian menyerang jenderal besar dari belakang.
jenderal besar yang saat itu lengah tak sempat menghindar serangan Alice yang begitu gesit.
sampai akhirnya Alice lah pemenangnya.
semua prajurit bahkan raja Richard dan raja Alfonso bertepuk tangan.
Alika membuka matanya dan tersenyum, kemudian ia menghampiri jenderal besar dan mengangkat ujung gaunnya.
"paman..... terima kasih sudah mau menemani Alice berlatih, maaf jika membuat Paman terluka"ucap Alice.
"ahh... tidak apa-apa tuan putri, hamba sungguh kagum dengan cara bermain pedang tuan putri. itu sangat luar biasa, hamba sangat berterima kasih kepada tuan putri karena dapat menjadi lawan latihan tuan putri"ucap jenderal besar.
"kau memang luar biasa"ucap William yang menghampiri Alice.
"uwaa......kak William"ucap Alice sambil merentangkan tangannya bertanda ia ingin digendong oleh.
sedangkan William yang melihat itu langsung menunduk punya makan tinggi Alice, kemudian menggendong Alice.
"Kak William...apakah kakak mempunyai pekerjaan nanti??"ucap Alice.
"hanya beberapa dokumen saja"ucap William
"bagaimana jika Alika ikut dengan kakak melihat dokumen??"ucap Alice.
"tidak, kau lihatlah hari sudah malam tidak baik seorang putri seperti kau berkeliaran selarut ini, kembalilah ke kamarmu."ucap William.
Alice memajukan bibirnya cemberut.
"tapi Alice ingin membantu kakak"ucap Alice.
"baiklah Kak, maafkan Alice"ucap Alice
William mencium kening Alice dengan lembut.
"aku akan mengantarmu"ucap William.
"eng..... terima kasih Kak William"ucapan meluk leher William dan membenamkan kepalanya di pundak William.
William mengantar Alice ke kastil nya, sepanjang perjalanan Alice tertidur digendongan William.
William meletakkan Alice di atas kasur, kemudian sekali lagi mencium kening Alice.
"selamat tidur Alice, mimpi yang indah. aku akan selalu menyayangi mu"ucap William.
kemudian William keluar dari kamar Alice, Ara dan beberapa pelayan yang lain menunduk hormat ketika William keluar dari dalam kamar.
sedangkan William hanya melirik kemudian berjalan keluar dari kastil Alice.
di alam mimpi Alice.
Alice melihat seorang wanita cantik yang tersenyum kepada raja Alfonso, Alaric, dan seorang wanita.
Alice seolah-olah merasakan kebahagiaan dan juga kesakitan yang dirasakan oleh wanita itu.
tanpa disadari air mata keluar dari mata Alice.
menangis dalam tidurnya.
setelah itu pandangan Alice kabur dan tiba-tiba Alice terbangun dari tidurnya.
Alice menghapus air mata yang ada di pipinya.
"siapa wanita itu?? mengapa hidupnya sesungguh menyedihkan hiks..."ucap Alice lirih.
"tapi mengapa di sana ada yang mulia Raja Alfonso dan juga kak Alaric??"ucap Alice Bingung.
"sudahlah. Alice ingin tidur lagi"ucap Alice.
kemudian Alice kembali tidur sampai pagi hari.
BERSAMBUNG....