
Alice dan Alaric kembali ke tempat pertandingan setelah beberapa waktu Alice tertidur lelap di pangkuan Alaric.
kini juri mengumumkan lawan di final.
"setelah berakhirnya pertandingan kini hanya empat orang yg lolos ke babak yang selanjutnya.
" yaitu Steven yg akan melawan Lamila, dan Pangeran Alaric akan melawan putri Alice.
keempat peserta ini lah yg akan bertanding di ujian penentuan, jika semua peserta yg menang adalah pria, maka akan di adakan babak terakhir pemilihan calon Raja akademi, jika pemenangnya pria dan wanita maka pertandingan berakhir."ucap juri.
Alice menatap ke arah Alaric yg juga menatap Alice yg seolah-olah berkata 'aku harus mengalah' namun Alice menggelengkan kepala nya.
saat pertandingan pun di mulai di mana Steven yg ternyata pria misterius yg membawa Alice ke tempat ujian kelas elemen petir, dan Lamila seorang putri jenderal Diamord.
"jadi namanya Steven" batin Alice.
Steven merasa di perhatikan oleh seseorang pun melihat ke arah Alice, kemudian ia tersenyum tipis nyaris tak terlihat.
Alice yg melihat itu pun mengalihkan pandangannya.
"menarik" ucap Steven bergimam, satu kata yg di ungkapkan Steven menggambar kan Alice.
keduanya bertarung dengan segit namun di sana terlihat Steven lah yg terlihat unggul.
akhirnya pertandingan pun berakhir dengan Steven yg memenangkan nya.
kini giliran Alice dan Alaric, keduanya berjalan menuju area.
"mulai"
Alaric memejamkan matanya lalu menyerang Alice dengan menggunakan elemen petir, Alice pun menyerang dengan Elemen petir juga.
saat itu Alaric sudah berada di belakang Alice lalu menyerang Alice dengan pedang elemen air, namun di tangkis oleh Alice dengan tangan kosong miliknya.
darah keluar dari tangan Alice.
"gawat" batin Alice
kemudian ia mengetik jarinya,semua orang menjadi bingung Sedangkan Alaric merasa aneh dengan tubuhnya yg terasa ringan dan berenergi.
Alice mengangkat kepalanya dan menatap Alaric dengan tatapan kosong, dengan pupil merah darah.
kemudian ia meleset ke arah Alaric dan menyerangnya, Alaric kesulitan menahan serangan Alice yg brutal.
Alice menatap Alice menatap Alarik kemudian mengangkat tangannya, keluarlah api hitam dengan ujung kebiruan.
"*bukan kah itu api pemusnah neraka??"
"cepat hentikan mereka"
"dasar putri pembawa sial*"
juri melepas penghalang are dan ingin menghentikan Alice namun Alice mengibaskan tangannya yg membuat para juri terpukul mundur dan di area tercipta penghalang berwarna merah darah.
Alice mendarat di tanah dan berjalan mendekati Alaric dengan api pemusnah neraka di tangannya.
kemudian ia melempar ke arah Alaric, sekejap api yg kecil tadi berubah menjadi lautan api pemusnah neraka dan membakar Alaric, rintihan dan teriakan Alaric bergema memenuhi area.
saat mendengar raungan Alaric, air mata alice keluar dan mata yg tadi merah kini tiba-tiba berubah menjadi emas.
"Agggrrhhhh.... " ucap Alice seolah-olah lepas dari belenggu.
Alice terduduk dan kini sebuah mahkota timbul di kepalanya, mahkota pencipta dan pemusnah iblis
setelah itu Alice mampu mengendalikan elemen kegelapan di dalam dirinya, kemudian Alice menghentikan Api itu saat itu Alaric terjatuh ke tanah dengan keadaan tak baik-baik saja.
"kakak!!!! " teriak Alice bergema.
kemudian Alice menghampiri Alaric dan memangku kepala Alaric.
"apa kau baik-baik saja....?? " ucap Alaric sebelum tak sadarkan diri.
"kakak!!" ucap Alice.
"huaaaagrrrhhh" tangisan pecah Alice yg membuat langit akademi menjadi hitam dangan petir yg menyambar nyambar.
BERSAMBUNG......