The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
kepergian ke akademi kerajaan



alice termenung menatap ke luar jendelanya seharian ini ia tak ingin keluar.


tok..tok..


"putri ku apa kau ada di dalam?"ucap Ratu.


Alice menatap ke arah lalu beranjak untuk membuka kan pintu.


"putri ku apakah ibunda boleh masuk??"ucap Ratu tersenyum.


"hmm...masuk lah ibunda"ucap Alice.


Ratu mengisyaratkan kepada pelayan nya untuk menunggu di luar,kemudian ia pun masuk dan duduk di kasur Alice.


"kemari lah putri ku"ucap Ratu kepada Alice sambil menepuk-nepuk pelan tempat di sisinya.


Alice datang mendekat dan duduk di samping Ratu.


Alice meremas jemarinya namun tangan ratu terulur menggenggam hangat tangan Alice.


"putri ku apa kau yakin untuk pergi??"ucap Ratu.


"eng.....Alice ingin pergi"ucap Alice mengangguk.


Ratu terdengar menghela nafas berat.


"putri ku......aku...."ucap Ratu


"pergi lah"ucap Ratu dengan berat hati.


Alice menatap Ratu,ia melihat bahwa kesedihan dan ketidakrelaan di dalam mata sang Ratu.


"ibunda......"ucap Alice sambil menggenggam tangan Ratu.


"Alice akan kembali dengan selamat,tanpa kekurangan satu pun "ucap Alice meyakinkan Ratu.


setetes air mata mengalir dari mata sang Ratu,kini Ratu tak sanggup lagi menahan air matanya.


Ratu memeluk Alice dan menangis,sedangkan Alice juga tak kuasa menahan air matanya dan menangis keras di dalam pelukan sang Ratu.


"maafkan Alice Ibunda hiks....hiks....Alice pasti kembali" batin Alice.


setelah sekian lama Alice dan sang ratu menangis, Ratu melepaskan pelukannya dan kemudian menghapus sisa air mata Di pipi Alice.


"jika itu yang kau inginkan, ibunda hanya bisa merelakanmu dan berdoa semoga dewa-dewi pencipta melindungimu"ucap Ratu


"terima kasih Ibunda"ucap Alice.


keesokan harinya Alice sudah bersiap-siap untuk pergi ke akademi kerajaan di negeri Diamord.


Alice diantar oleh raja, William,Regan,dan olvar menuju kereta kuda yang sudah disiapkan untuk Alice.


"ayah Ibunda Alice pergi.... Alice berjanji akan kembali lagi, selama Alice nggak ada tolong jaga kesehatan ayah dan Ibunda"ucap Alice.


"baiklah, kau juga putriku jaga kesehatanmu"ucap Ratu.


"jika ada apa-apa kau bisa mengirimkan surat kepadaku"ucap raja.


kemudian Alice berpaling menghadap ke arah ketiga pemuda yang tak lain adalah William,Regan dan olvar.


Alice menggenggam tangan olvar.


"Kak olvar.... Alice pergi"ucap Alice


"kau benar-benar pergi??hahh ... Baiklah tapi berjanjilah untuk kembali dengan selamat"ucap olvar.


"baik kak"ucap Alice.


kemudian Alice beralih menggenggam tangan Regan.


"Alice pergilah. aku selalu merestui mu"ucap Regan sambil menahan air matanya.


"baik kak Alice berjanji"ucap Alice.


kemudian Alice beralih menatap William yang sedari tadi tidak berkata apa-apa, hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi dan tatapan kosong.


"kak...."ucap Alice.


William hanya melirik ke arah Alice tanpa membalas kata-kata Alice.


Alice merasa William masih marah dengannya pun melepas tangannya dari tangan William dan ingin berbalik pergi.


namun tiba-tiba William memeluk erat Alice, William menangis keras di dalam pelukan.


"kau begitu jahat Alice hiks.....kau meningalkan ku hiks.....apa kau sudah tak ingin bersama ku??apa kau pikir aku tak bisa melindungi mu?? hiks"ucap William di sela-sela tangisannya.


Alice juga tak kuasa menahan air matanya dan menangis memeluk William.


"hiks.....tidak.....kak william mampu melindungi Alice,tapi alice ingin Alice kuat dengan usaha Alice sendiri"ucap Alice.


"aku.....uh....hiks.....pergi lah....aku menenanti kau pulang"ucap William yg dengan berat hati melepas kepergian Alice.


BERSAMBUNG........