
Alice dan teman-temannya kembali ke kamar asrama mereka.
"woah...aku sangat kenyang"ucap kamila
"siapa lagi kalau makannya tak banyak"ucap Aruel.
"heh...jangan mengatai orang,andai saja orang-orang mengetahui di balik wajah cantik dewi ini ternyata orang yg makan dengan rakus"ucap kamila.
"aishh....jangan membuka aib ku,apalagi di depan Alice"ucap Aurel sambil memayunkan bibirnya.
"halah biar saja agar Alice mengetahui tabiat kau"ucap kamila sambil menjulurkan lidahnya.
"kau.....auhh...sakit"ucap Aurel karena di pukul oleh Roselina.
"diam lah kau sangat berisik"ucap Roselina.
Aurel memayunkan bibirnya dan diam tak berani berbicara lagi.
keenamnya berjalan beriringan.
sampai di pertengahan perjalanan mereka di hentikan oleh 4 orang wanita.
"berhenti"ucap wanita berambut biru.
keenam nya berhenti,tampak karina,Laila,kamila,Aruel merasa takut ketika mengetahui siapa yg menghentikan mereka kecuali Alice dan Roselina.
"gawat mereka senior tingkat elite"ucap Aurel berbisik.
"diam lh aku juga takut"bisik kamila
"apa kita membuat masalah?!"bisik karina.
"entah lah"bisik Lamila.
"tinggalkan Alice,kami memiliki kepentingan dengannya"ucap Ece.
"ehh??aku??"ucap Alice sambil menunjuk dirinya.
"tidak... alice tidak mungkin membuat masalah kak"ucap Lamila membela Alice.
"sekali lagi tinggalkan dia"ucap Ece datar.
semuanya tak berkutik,dan dengan berat hati meninggalkan Alice sendiri.
kini Alice berdiri di depan 4 wanita yg berusia 19 tahun.
"ikut kami"ucap sira.
Alice mengikuti mereka yg membawa nya menuju area latihan.
saat itu keempatnya berhenti yg membuat Alice juga berhenti.
Alice mengangkat kepalanya dan melihat patung seorang wanita cantik dengan sayap hitam keemasan di punggungnya.
"tidak....tapi dia sngat cantik"ucap Alice lirih.
namun tiba-tiba sebuah sihir air menyerang Alice,yg membuat Alice terpental cukup jauh dari keempat wanita itu.
Alice sangat terkejut.
"kenapa??"ucap Alice sambil menahan rasa sakit yg ia rasakan.
"kau tau mengapa kami membawa mu ke sini??"ucap Rania.
Alice menggelengkan kepalanya tidak tahu,yg memang ia tak tahu alasan mereka membawa dia ke sana.
"membunuh mu"ucap sayana.
Alice terkejut dengan apa yg di katakan sayana.
"tunggu.aku tak mengerti mengapa kalian begitu membenci ku sehingga kalian ingin membunuhku??!!"ucap Alice.
mereka tak berkata-kata lagi dan kemudian berteleport membentuk formasi serang.
"Alice apa kau mengenal mereka??" telepati inglis.
"aku hanya mengenal mereka sebagai senior tingkat elite,selebih itu aku tak mengetahui nya" telepati inglis.
"sudah ku duga.....apa kau butuh kekuatan??" telepati inglis.
"tak perlu,aku akan melawan mereka dengan kemampuan ku sendiri " telepati Alice.
"baik lah" ucap inglis
Sira mengeluarkan pedang yg di bentuk dari elemen airnya.
kemudian menyerang Alice.
Alice yg melihat itu dengan cepat mengeluarkan pedang biasa miliknya yg di berikan oleh William saat ulang tahun ke 7nya.
Alice menangkis serangan sira yg sama gesitnya.
"lumayan"gumam sira.
Alice dan sira terpukul mundur namun sebuah tumbuhan rambat melilit kaki Alice.
Alice memotong tumbuhan rambat itu namun tumbuhan rambat itu terus menerus tumbuh.
sira datang dan menyerang Alice namun di tangkis oleh Alice.
kekuatan pedang sira sungguh luar biasa sehingga pedang alice terbelah menjadi dua.
Alice hanya menatap kosong ke arah pedang yg sangat ia banggakan itu.
BERSAMBUNG.......