
"Apa kau. yakin hanya itu???"ucap William sambil membelai rambut putih keperakan Alice.
"hehe.....kakanda paling tau Alice.Alice ingin bermain pedang"ucap Alice.
"APA????"ucap olvar dan Regan bersamaan.
"bisa kau ulangi lagi apa yg kau katakan tadi??"ucap olvar.
"Alice ingin bermain pedang itu"ucap Alice sambil menunjukkan pedang kayu yg tak jauh dari tempat mereka itu.
"tidak boleh Alice"ucap Regan.
senyum manis Alice yg awalnya tersenyum lebar kini berangsur-angsur memudar dan kini tampil wajah murung miliknya.
"sudah lah"ucap William yg bangkit berdiri.
"Aku mengizinkan mu"ucap William yg membuat olvar dan Regan langsung menatap kakak mereka dengan tak percaya.
sedangkan Alice kembali tersenyum bahagia.
"kakak.....mengapa kau mengizinkan Alice melakukan itu?? bagaimana jika ia terluka??!!"ucap olvar protes.
"Aku percaya dengan Alice"ucap William.
"tapi...."ucap olvar yg ingin terus menyangkal namun di sela oleh William.
"Apa kau ingat bagaimana Alice menemukan pendapat saat krisis kekeringan di bagian barat kota??"ucap William.
*flashback on.
saat itu Alice berusia 4 tahun.
saat itu Raja sangat bingung untuk mengatasi krisis kekeringan di barat kota.
saat semuanya di landa kebingungan Alice kecil masuk ke dalam aula rapat kerajaan,yg membuat semua terkejut.
"hihaha.....ayahanda"teriaknya girang.
sang Ratu juga masuk karena mengejar Alice.
Ratu menggendong Alice dan berjalan mendekati Raja.
dan untuk semua irang yg di sana sedari tadi merasa merinding dengan aura Raja Richard yg sedang dalam keadaan hati yg tidak baik-baik saja,kini mereka menghela nafas lega karena terlepas dari amukan sang Raja.
"ayahanda .......Alice ingin mengundang ayahanda minum teh"ucap Alice di pangkuan sang Raja.
"baik lah ayahanda akan datang ketika rapat telah selesai."ucap Raja
"ayahanda sedang rapat apa??Alice juga ingin bermain bersama"ucap Alice sambil memiringkan kepalanya.
"ini urusan kerajaan.....Alice hanya boleh bermain boneka Alice"ucap Raja.
"hello....paman semua.....ceritakan apa yg terjadi Alice mau mendengarnya"ucap Alice kepada para menteri Raja.
semua mentri saling menoleh kemudian seorang mentri membungkuk hormat.
"tuan putri kota bagian barat kerajaan mengalami kekeringan"ucap mentri itu.
"ohhw....."ucap Alice.
Alice memandang sekelilingnya seolah-olah sedang mencari sesuatu yg ada di dalam ruangan tersebut,sampai akhirnya ia menemukan sebuah peta kerajaan Guineveria di atas meja Ayahnya.
"ayahanda dimana letak kota barat itu??"ucap Alice.
Raja mengira jika Alice hanya ingin menambah wawasan saja pun dengan lembut menunjuk bagian peta itu.
"alice rasa di bawah tanah itu ada pohon api yg menyerap semua air di permukaan"ucap Alice.
semua di buat melongo dengan apa yg di katakan Alice,anak sekecilnya sudah dapat mengetahui apa itu pohon api.
"dari mana kau mengetahui pohon api??"ucap Raja.
"dari kakanda William,dia menceritakan dongeng buat Alice tentang pohon itu"ucap Alice sambil menunjuk William yg duduk ikut rapat di sana.
William bangkit berdiri dan membungkuk.
"ayahanda yg di katakan Alice itu sepertinya sebuah solusi,pohon api memiliki dampak ciri-ciri yg sama yg sedang di alami di sana"ucap William datar.
flashback off
BERSAMBUNG*......