
satu persatu siswa akademik masuk ke kelas dan tak lama Master welson masuk.
master welson adalah master pengendali elemen petir, dia juga merupakan pendiri dari Akademi kerajaan tersebut.
" hari ini kita akan melaksanakan pengujian, aku menunggu kalian di tempat pelatihan" ucap Master welson acuh tak acuh kemudian pergi menghilang menuju tempat latihan.
semua murid mengeluarkan pedang terbang mereka dan menaikinya pergi menuju tempat latihan.
Alice tak bisa menggunakan pedang terbangnya pun hanya menatap murid-murid yg pergi.
Alaric menatap Alice, jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat ingin membantu Alice namun kebenciannya mengalahkan rasa kasihannya.
Alaric bangkit dari kursinya lalu terbang menggunakan pedangnya, meninggalkan Alice dan seorang murid pria.
"mengapa kau tak pergi? " ucap pria tampan itu yg jarang keluar ke keramaian.
Alice menatap pedang terbang di tangannya dan menggelengkan kepalanya.
"hahh.... " pria itu menghembuskan nafas panjang.
kemudian melempar pedangnya ke udara, dan menaikinya. kemudian ia menatap ke arah Alice, kemudian mengulurkan tangannya kepada Alice.
"naik lah" ucap pria itu kepada Alice.
Alice menatap sesaat pria itu dan kemudian meraih tangan pria itu.
keduanya pergi ke tempat latihan bersama.
-
-
sesampainya di tempat latihan semua orang terkejut karena melihat pria tampan yg tak bisa di dekati oleh banyak wanita.
keduanya mendarat di tanah.
kemudian pria itu berjalan menuju barisan paling belakang dan acuh tak acuh dengan sekitar nya.
"kita akan mulai" ucap master welson datar.
"pertama-tama kalian harus melewati lembah kematian, untuk mencapai gunung kehidupan. semua hasil ujian akan di nilai bagaimana cara kalian melakukan sesuatu" ucap master welson datar.
"kami siap master" ucap mereka.
kemudian master welson membuka sebuah portal menuju ke lembah kematian.
satu persatu murid-murid mengambil tanda pengenal ujian dan terbang memasuki portal.
"apa kau menunggu ku melempar kau masuk?? " ucap master welson.
"master aku tak bisa menggunakan pedang terbang" ucap Alice lirih.
"kau masih bisa menggunakan kaki mu bukan?? " ucap master welson.
Alice kemudian memasuki portal dan menghilang.
"siswi ini.... mengapa memiliki aura yg sama dengan dia?? " gumam master welson sambil menatap ke arah portal itu.
******
Alice berjalan menelusuri lembah itu.
lembah dengan hutan yg mengerikan dengan kabut yg menyelubungi nya.
"wah.... tempat ini sangat indah" ucap bron yg terbang di depan Alice.
"kegemaran si burung gagak memang sangat mengerikan" ucap inglis yg duduk di pundak Alice.
"inglis..... apa kau mengetahui dimana pangeran Alaric" ucap Alice.
"hmmmm...... sepertinya aku bisa merasakan auranya cukup jauh dari tempat ini" ucap inglis.
"Bron..... apa kau tau siapa pria tadi?? " ucap Alice sambil terus berjalan menelusuri lembah.
"entah lah.... aku belum bisa mengetahui dia, entah lah seperti ada aura yg kuat yg sengaja ia sembunyikan" ucap bron.
"terus awasi dia" ucap Alice.
"baik lah, ngomong-ngomong mengapa kau tak ingin menunjukan bahwa kau bisa menggunakan pedang terbang itu?? " ucap bron.
"hanya ingin menjadi orang yg lemah saja" ucap Alice.
"kau benar-benar sangat aneh"ucap Bron
" kau seperti tak mengenal Alice saja"ucap inglis mencibir.
"Bron bisakah kau terbang ke seluruh tempat lembah kematian ini dan temukan hal-hal yg menarik dan berguna" ucap Alice datar.
"Baik" ucap Bron lalu terbang menyusuri lembah kematian.
"hus.... hus... sepertinya aku mencium bau beberapa vampir tak jauh dari sini" ucap inglis
BERSAMBUNG.........