The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
awan legendaris



Master welson mendekati Alice dengan tatapan tak percaya nya dan mencengkram tangan Alice yg memakai gelang petir itu.


semua murid sangat menantikan nasib buruk yg akan menimpa Alice.


namun semuanya di luar dugaan mereka.


"sungguh luar biasa kau membuat awan legendaris itu kembali ke tempat seharusnya" ucap master welson.


"apa???!! " seru mereka tak percaya.


"diam jika tidak aku akan merobek mulut kalian" ucap master welson.


semua murid langsung terdiam.


"hari ini ujian kalian selesai" ucap master welson kemudian pergi.


pria yg duduk dibelakang barisan, hanya tersenyum tipis.


"apa dia adalah reinkarnasi dia" ucapnya lalu bangkit pergi dari sana.


Alice pun tak membuang waktunya di tempat itu dan pergi dari sana menuju asramanya.


sesampainya asrama.


Alice di sambut oleh keempat anak lucunya, siapa lagi jika bukan Ece, Rania, sira, dan sayana.


"huaaaa........ Alice..... akhirnya kau pulang" ucap Rania.


"Alice kau jahat membuat ku merindukan mu" ucap sira.


"kami bahkan tak makan karena menunggu mu" ucap sayana.


"apa kau segitunya marah dengan kami sehingga kau pergi meninggalkan kami begitu lama?? apa kau tau kau bagaikan jantung bagi kami?! " ucap Ece


"kalian..... " ucap Alice lirih.


"Baik lah..... aku tak akan pergi terlalu lama lagi" ucap Alice.


"yeyyy......itu baru Alice kesayangan kami" ucap sira.


"ayo makan perut ku sudah keroncongan" ucap sayana.


"yehh.... kau makan saja pikirannya, eh... tapi aku juga lapar" ucap rania.


keempatnya kemudian tertawa bersama dan Alice hanya dapat tersenyum melihat mereka semua.


"mulai sekarang kalian juga bagian dari hidup ku" batin Alice.


"dan aku ingin kenangan indah ini tak pernah hilang" batin Alice.


kemudian mereka makan bersama di selangor tingkah lucu Rania dan sira.


Hari-hari telah berlalu sampai pada akhir waktu ujian pemilihan Raja dan Ratu akademi.


semua murid di kumpulkan di halaman akademi dan di beritahukan lawannya masing-masing.


di kantin.


"Huaaa.....mengapa harus pangeran Albert yg menjadi lawan ku lagi sih?? " ucap sayana yg terduduk kesal di kantin.


"yah... bagaimana lagi itu udah takdir mu" ucap sira.


"siapa lawan kalian?? " ucap Rania.


"William dari kelas elemen api" ucap Rania


"idris dari kelas elemen api" ucap sira


"aku kaisen dari kelas elemen petir" ucap Ece.


"dan kau siapa Alice?? " ucap sayana.


"Amira elemen api" ucap Alice.


"apa?? amira anak buah si nenek sihir?? " ucap mereka bersamaan.


Alice hanya menggukkan kepalanya.


"hahah...... Alice kau harus mengalahkan dan memberi pelajaran kepada si anak buah nenek sihir itu, kau pasti lebih kuat dari nya kami percaya pada mu" ucap sira.


"huaaa...... tidak adil mengapa hanya aku yg memiliki lawan yg terus menerus sama sejak dulu" ucap sayana.


"mungkin kerna jodoh" ucap Pangeran Albert yang datang bersama dengan Rey, Ray, Evan dan Sebastian.


Alice mengenal keempat teman Albert itu.


mereka adalah teman Alaric, dan ia sempat melihat Alaric di sana bersama mereka namun saat ia melihat nya di memilih pergi dari sana.


"heh.... berjodoh dengan mu?? sunguh aku memohon pada sang Pencipta untuk memusnahkan pangeran seperti mu,yg hanya tau makan ke asrama putri setiap hari" ucap sayana.


"tidak apa-apa, Alice saja tak keberatan" ucap pangeran Albert.


"sungguh miris kau Albert, jadi semenjak ini kau menyelinap ke asrama putri?? " ucap Rey.


"eh.... oh... itu aku tak melakukannya, kami hanya bercanda" ucap pangeran Albert yg baru sadar jika keempat temanya mengikutinya sedari tadi, ia mengira jika mereka berbalik mengikuti Alaric yg pergi tanpa berbicara sepatah kata pun.


"tamat lah riwayat mu Albert" ucap Ray kemudian menghilang dari sana.


"tidak habis lah aku" ucap pangeran Albert yg berlari menyusul Ray.


BERSAMBUNG........