
"a.... aku.... takan membiarkan seorang pun membuat sahabat ku tersakiti!!! " ucap Alice.
sekejap sebuah pusaran air keluar dari belakang Alice dan kemudian semakin membesar.
sedangkan putri zena merasa sedikit takut melihat pusaran air raksasa itu.
"cih.... air itu tak akan bisa memadamkan api legenda ku" ucap Zena yg masih saja menyombongkan diri.
kemudian ia membuat lautan api dengan menyerahkan seluruh kekuatannya.
Alice hanya menata putri zena dengan datar tanpa ekspresi lalu menyilangkan tangannya di depan dada.
sayap airnya perlahan membungkus Alice.
zena menyerang Alice dengan kekuatan penuh miliknya.
"Mati kau dasarnya putri pembawa sial" ucap zena.
namun ketika beberapa jengkal dari Alice, Alice membuka matanya dan sayap airnya terbuka, sekejap pusaran air rak sasa itu menyerang balik api merah milik putri zena.
tak hanya menyerang namun air itu menyerap energi putri zena sehingga ia ambruk tak sadarkan diri.
setelah itu Alice menutup matanya dan terjatuh ke bawah.
keadaan Alice kembali normal dengan seragamnya yg banyak robekan.
tim penyembuh datang dan mengotong Alice, sedangkan para sahabat Alice langsung berlari menuju Alice ketika penghalang area di hilangkan.
"his.... hiks..... Alice untung saja kau tak apa-apa" ucap sayana.
"huaa...... kau membuat ku khawatir" ucap sira.
Ece mendekat kemudian menampar Alice, kemudian memeluk Alice dan menangis di dalam pelukan Alice.
"kau benar-benar bodoh Alice, kau bodoh hiks....kau hampir saja kehilangan nyawa mu" ucap Ece.
Rania mendekat dan menyembuhkan Alice, dan memulihkan energinya.
"jangan ulangi kesalahan mu lagi" ucap Rania.
"hmm... aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian" ucap Alice.
flashback onn.
saat Alice berteriak kesakitan Alaric tiba-tiba berdiri dari duduknya dan ingin berlari mendekati Area, namun ia berhenti ketika melihat para sahabat Alice.
ia kembali duduk namun perasaannya gelisah.
"apa yg terjadi dengan mu Alaric?? " batin Alaric.
"untuk apa kau memperdulikan anak itu, bukan kah seharusnya kau bahagia melihat ia lenyap?? " batin Alaric.
tak lama dari itu Alice keluar dengan penampilan sayap air miliknya, membuat sedikit kelegaan dalam hati Alaric.
bahkan sampai pertandingan selesai dan Alice terjatuh ke bawah Aralirc sempat melangkah berapa langkah, namun sekali lagi ia melihat para sahabat Alice lah yg terlebih dahulu datang dan memeluk Alice.
flashback off
"ada apa dengan ku??" ucap Alaric kemudian keluar dari tempat itu untuk. menenangkan diri.
Sebastian yg selalu memperhatikan Alaric pun ikut bangun dari duduknya dan menyusul Alaric ke taman akademi.
sesampainya di halaman Sebastian sedang duduk di bangku taman sambil menundukkan kepalanya menatap tangannya.
Sebastian mendekat dan duduk di samping Alaric dan menepuk pundak Alaric.
"aku tau kau khawatir dengannya, namun rasa kebencian mu membuat pembatas di antara kalian. aku memiliki saran, maafkan dia secara perlahan" ucap Sebastian.
"tapi aku sangat membencinya, dia yg membuat ibunda pergi meninggalkan aku" ucap Alaric sedih.
"apa ibu mu akan bahagia melihat jika kalian tak akur selama ini?? dan juga bukan kh kau telah berjanji pada ibu mu untuk menjaganya?? apa kau mengingat bagaimana bahagianya ibu mu saat mendengar itu?? " ucap Sebastian.
Alaric hanya terdiam mendengar itu dan Sebastian menepuk-nepuk pundak Alaric dan kembali ke tempat pertandingan.
sedangkan Alaric menundukkan kepalanya tanpa di sadari air mata luruh dari pelupuk matanya.
jika orang lain mengetahui nya, mereka tak akan percaya jika pangeran Alaric yg terkenal sangat dingin itu dapat menagis.
di sela tangis Alaric melihat sepasang kaki di depannya.
BERSAMBUNG.......