
sedangkan Rey, Evan dan Sebastian duduk di sana bersama Alice dan kawan-kawan.
"oh ya.... rasanya anggota kalian terlihat kurang? " ucap sayana.
"Alaric" ucap pangeran Rey kemudian sekilas melirik ke arah Alice.
"dia ada urusan" ucap pangeran Elvan.
"tentu saja dia akan pergi" ucap pangeran Sebastian.
Ece dan yg lain merasa tak enak dengan Slice karena mereka tau bahwa hubungan kakak beradik itu tidak akur sejak kecil.
"hmmm...... apa kalian memiliki lawan yg sangat menarik?? " ucap sira yg mengalihkan pembicaraan.
"tidak" ucap mereka.
"ah... kalau begitu ayo makan, bukan kah setelah ini maka ujian akan di laksanakan?! " ucap sira.
mereka menggunakan dan mulai menyantap makanan mereka.
*****
semua murid akademi berkumpul di area pertandingan.
satu persatu peserta maju dan bertanding dengan lawannya.
sampai akhirnya giliran Alice dan Amira.
"putri Amira dari kelas elemen Api, petir dan air bertanding dengan nona Amira dari kelas elemen tanah, udara,dan tumbuhan" ucap juri.
Alice maju bersama Amira ke atas arena.
master kaila yg merupakan salah satu juri menatap Alice dan mengingat level sihir Alice yg cukup tinggi namun dia menyembunyikan level sihir Alice dan mengatakan alice berada di tingkat sihir senior level11, dan meminta Alice juga merahasiakan itu juga.
"haha..... ternyata putri pembawa sial ini menjadi lawan ku, benar-benar sungguh menyedihkan" ucap Amira meremehkan Alice.
"mulai" ucap juri.
Amira langsung menyerang Alice dengan elemen udaranya sehingga membuat Alice terlempar dan menubruk dinding aray pelindung area.
darah keluar dari mulut Alice, namun Alice tetap berusaha untuk bangkit.
Amira tersenyum kemudian melancarkan serangan nya tanpa henti kepada Alice,para sahabat Alice berteriak histeris melihat Alice yg terluka dan ingin mengacaukan pertandingan, namun di tahan oleh para juri.
"Alice menatap para sahabatnya di tengah-tengah ketidak berdayaannya.
Alice menggunakan elemen api dan airnya bersama dengan Amira yg melemparkan elemen angin miliknya.
sehingga air yg di buat oleh alice menjadi es dan hancur.
Amira yg melihat itu langsung mengeluarkan ketiga elemen nya namun ia sudah hampir kehabisan energi, sehingga kekuatan yg ia keluarkan tidak maksimal.
Amira lalu mengunakan satu elemen nya yaitu angin.
namun bersamaan dengan itu alice juga mengeluarkan elemen apinya dan melompat ke udara dengan pedang terbangnya.
kemudian mengunakan elemen petir miliknya memembuat kecepatan air menjadi menbeku menghentikan gerak Amira.
setelah itu Alice melempar elemen petir ke arah Amira.
" agggrrghhh....... "teriak Amira kemudian tak sadarkan diri.
setelah itu Alice jatuh dan es menghilang, juri membuka penghalang area dan tim penyembuh pun membawa Amira.
sedangkan Ece dan kawan-kawan langsung mendatangi Alice, Rania langsung menggunakan sihir penyembuh miliknya.
" jangan mendekat"ucap sira mengancam para tim penyembuh ingin membawa Alice.
"kami hanya membawa dia untuk di sembuhkan" ucap salah satu tim penyembuh itu.
"kami lebih tau sahabat kami, dan kami bisa menyembuhkan sahabat kami sendiri" ucap sira.
berkat Rania akhirnya luka Alice sudah sembuh.
kemudian mereka kembali ke asrama bersama Alice.
"Alice apa kau sudah merasa baik-baik saja?? " ucap Rania.
Alice menganggukkan kepalanya, yang membuat mereka menghembuskan nafas lega.
"Alice coba tadi kau menyerah saja" ucap sira.
"aku mau menepati janji ku" ucap Alice
"tapi, kalau itu membahayakan mu, aku tak ingin kau menepati janji mu" ucap sira.
"benar" ucap yang lain.
"maaf" ucap Alice.
"sudah lah, apa kau akan tetap mengikuti ujian?? " ucap Eca.
Alice menggukkan kepalanya, keempat sahabat nya hanya menghela nafas pasrah.
"baik lah.... asal kau harus berhati-hati, dan kami tak ingin kau terluka lagi" ucap Ece.
BERSAMBUNG.......