The Princess Of The Creator Of Ying And Yang

The Princess Of The Creator Of Ying And Yang
pengujian sihir.



master kaila membawa Alice ke tempat pengujian jenis sihir yg ia punya dan juga tingkat.


"apa aku boleh memanggil mu Alice?? " ucap kaila.


Alice menggunakan kepalanya.


"baik lh, mulai saat ini kau bisa memanggilku kaila atau master kaila" ucap master kaila ramah sambil membelai rambut Alice lembut.


"Alice silakan berdiri di atas lingkaran sihir itu" ucap master kaila.


Alice berjalan ke lingkaran sihir ia memejamkan matanya.


cahaya di lingkaran sihir terbentuk dengan bagian-bagian elemen.


berawal warna merah, kemudian biru, dan terakhir ungu.


"luar biasa.... Alice kau mendapat elemen api air dan petir sama dengan pangeran Alaric " ucap master kaila.


kemudian mereka berjalan menuju sebuah pilar kristal.


"Alice silakan letakkan tangan tuan putri di pilar pengukur ini" ucap master kaila


Alice meletakkan tangannya dan tingkat sihir Alice di ukur dan berhenti di level kaisar langit level 78.


master kaila sempat terkejut karena informasi yg ia dapatkan jika Alice tak memiliki pendidikan dan latihan.


"baik lah kau akan sekelas dengan pangeran Alaric mulai besok" ucap master kaila.


"oh iya..... apa kau tak apa-apa jika tinggal satu kamar dengan orang lain?? " ucap master kaila.


Alice sejenak ragu untuk menganggukkan kepalanya.


keduanya berjalan menuju asrama perempuan dan sampai di kamar yg di maksud.


master kaila mengetuk pintu kamar asrama putri itu, dan keluar lah wanita dengan rambut kecoklatan.


sejenak ia terkejut karena melihat Alice, namun ia menetralkan ekspresi nya kembali.


"ada apa master kaila?? " tanya nya ramah.


"mulai sekarang Alice akan menjadi teman sekamar kalian, apa kalian tak keberatan?? " ucap master kaila.


"kamu tak keberatan" ucap nya setelah berfikir sebentar.


"Alice... mulai saat ini kau tinggal di asrama ini" ucap master kaila lalu di anggukkan oleh Alice.


setelah master kaila pergi wanita berambut coklat itu menyuruhnya masuk ke dalam.


di dalam ada 3 orang wanita.


"semuanya dia Alice teman sekamar kita" ucap wanita berambut coklat tadi.


Alice menundukkan kepalanya mendengar komentar tak percaya dari ke-3 wanita itu.


"wah...... aku sejak tadi ingin berkenalan dengan mu, meski kau banyak di benci orang, tapi kau pasti tak sebelum itu" ucap wanita berambut pendek sebahu berwarna hijau.


wanita itu langsung menghambur ke pelukan Alice.


"perkenalkan aku Rania" ucap wanita berambut hijau itu.


"aku sira" ucap wanita berambut biru.


"aku sayana, aku sangat senang jika kau mau berteman dengan ku" ucap wanita dengan rambut hitam.


"dan aku adalah Ece" ucap wanita yg berambut coklat tadi.


mendapat perlakuan seperti itu membuat setetes air mata keluar dari mata Alice, namun mereka melihat semua itu dan merasa bersalah.


"dimana kamar ku?? " ucap Alice lirih.


mereka menunjukkan kamar berwarna ungu kepada Alice.


setelah mengetahui letak kamarnya Alice dengan cepat berlari ke arah kamarnya dan menutupnya.


"apa salah kita?? " ucap sira cemberut.


"ini semua karena kalian yg membuatnya menangis" ucap Ece.


"tapi kita kan hanya berkenalan" ucap Rania


"apa kalian ingat jika ia hidup dengan kehampaan di kastil mawar?? tentu sulit baginya untuk menerima kita" ucap Ece.


"kau benar" ucap ketiganya murung.


kemudian keempatnya masuk ke dalam kamar masing-masing.


*******


seseorang wanita dengan jubah hitam bertudung menyelinap ke asrama pangeran Alaric.


Alaric yg merasa ada hawa yg lain mendekatinya pun memejamkan matanya berpura-pura tertidur.


namun wanita berjubah tudung hitam itu hanya duduk di sampingnya dan meletakkan sebuah kalung.


saat ingin pergi Alaric menarik tudung itu dan memperlihatkan wajah bertopeng hitam gadis itu.


"siapa sebenarnya kau?? " ucap Alaric dingin.


BERSAMBUNG......