
Alice kecil hidup di antara orang-orang yg menyayangi nya.
hingga Alice kecil dulu kini telah tumbuh menjadi gadis kecil berusia 5 tahun.
kaki-kaki kecil itu berlari menuju taman bunga mawar milik sang Ratu,sedangkan para pelayan berada di belakangnya.
"hati-hati putri"ucap pelayan itu.
Alice kecil berlari dan melihat wanita yg cantik dan anggun sedang merawat mawar miliknya.
"ibunda.....ibunda....Alice datang"ucap Alice.
Ratu yg mendengar suara Alice langsung menoleh ke arah suara itu,ia melihat Alice yg berlari ke arahnya.
Ratu tersenyum kemudian membuka tangannya segera Alice langsung memeluk sang Ratu.
"putri ku apa yg kau lakukan di sini??"ucap Ratu.
"Alice ingin memetik mawar untuk kakak"ucap Alice.
"baik lah kau bisa mengambilnya"ucap Ratu tersenyum.
kemudian sang Ratu menatap ke arah para pelayan Alice,lain kali jangan biarkan Alice berlari sendiri,di takutkan jika ia tidak hati-hati dan terjatuh "ucap Ratu lembut.
"baik yang mulia Ratu"ucap para pelayan.
kemudian Ratu menggendong Alice untuk memetik mawar.
"ibunda.....Alice ingin memetik mawar itu"ucap Alice.
"baik lh tapi kau harus berhati-hati karena mawar itu memiliki duri yg sangat tajam"ucap Ratu.
Alice mengangguk dan menunjukkan senyum manisnya,kemudian ia mendekati mawar itu dan ingin memetiknya.satu mawar berhasil ia petik,namun karena kegirangan tanpa sengaja tangan Alice terkena duri.
sang Ratu yg melihat itu langsung menggendong Alice.
"sudah ibunda katakan berhati-hati"ucap Ratu sambil bersiap menyembuhkan tangan Alice.
darah Alice menetes pada kelopak mawar,kemudian semua taman mawar tiba-tiba bercahaya.Ratu dan para pelayan pun terkejut.
mawar-mawar itu tumbuh dengan sangat indah bahkan lebih besar dan subur.
Alice menatap Ratu.
"ibunda.....mawarnya sangat indah"ucap Alice girang.
"ibunda Alice sudah tidak apa-apa"ucap Alice kemudian mencium pipi sang Ratu.
"bagaimana bisa??"ucap Ratu.
kemudian Ratu memerintahkan semua pelayan di sana untuk tidak mengungkapkan tentang kejadian itu atau Ratu akan turun tangan membasmi mereka.
-
-
-
kini Alice bersama dengan pelayannya berjalan menuju lapangan latihan.
"kakanda.....Alice datang"ucap Alice berteriak kepada ketiga pemuda yg sedang fokus mengayunkan pedang mereka.
ketiga pemuda itu menoleh ke arah Alice,wajah yg awalnya datar,letih dan lesu kini di gantikan dengan senyuman di wajah mereka.
"Aliceee kesayangan kakak....."ucap olvar sambil ingin berlari ke arah Alice.
"olvar....kau ingin ke mana??"ucap Regan sambil menarik baju olvar.
"jika tangan mu tidak kau cuci maka aku akan membunuh mu"ucap Regan.
sedangkan William dengan santai menggunakan elemen airnya dan setelah itu memakai sarung tangannya.
kemudian mendekat kepada Alice.
"apa yg kau di lakukan di sini??"ucap William.
"Alice ingin memberi mawar ini kepada kakanda William,kakanda olvar,dan kakanda Regan"ucap Alice.
namun William memicingkan matanya menatap senyuman Alice yg sedikit aneh.
"Apa kau. yakin hanya itu???"ucap William sambil membelai rambut putih keperakan Alice.
"hehe.....kakanda paling tau Alice.Alice ingin bermain pedang"ucap Alice.
"APA????"ucap olvar dan Regan bersamaan.
BERSAMBUNG........